Femindonesia.com, Jakarta – Aktris sekaligus penyanyi Sherina Munaf mengaku memperoleh pengalaman emosional saat membintangi film Filosofi Teras. Memerankan karakter Nea dalam adaptasi buku bestseller karya Henry Manampiring itu, Sherina mengaku ikut merefleksikan konsep Amor Fati atau mencintai takdir yang menjadi benang merah cerita.

Dalam acara peluncuran teaser poster dan teaser trailer Filosofi Teras di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sherina mengatakan menerima kenyataan hidup bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan secara instan. Baginya, proses tersebut membutuhkan waktu, latihan, dan kedisiplinan hati.

“Apakah aku langsung menerima takdir? Enggak. Itu adalah proses yang harus dijalani. Belajar mendisiplinkan hati memang membutuhkan waktu,” ujar Sherina.

Menurut pemeran Nea tersebut, setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Salah satu hal yang membantunya melewati masa-masa sulit adalah berbagi cerita dengan orang-orang terdekat yang memiliki pengalaman serupa.

Sherina juga mengungkapkan dirinya telah lama bersahabat dengan Henry Manampiring, bahkan sebelum buku Filosofi Teras terbit pada 2018. Hubungan pertemanan itu membuat keduanya kerap berdiskusi mengenai berbagai persoalan hidup, terutama pada masa pandemi COVID-19, yang semakin memperdalam pemahamannya terhadap filosofi Stoicism.

Meski mengakui memiliki pengalaman pribadi yang dekat dengan karakter Nea, Sherina memilih belum mengungkapkan detailnya karena masih berkaitan dengan alur cerita film.

Diadaptasi dari buku fenomenal karya Henry Manampiring, Filosofi Teras mengangkat kisah sebuah keluarga yang menghadapi berbagai tekanan hidup, kegagalan, kehilangan, dan pergulatan emosi di tengah kehidupan perkotaan. Melalui karakter Nea dan orang-orang di sekitarnya, film ini menghadirkan refleksi tentang ketangguhan, penerimaan diri, serta pentingnya menemukan makna di balik setiap peristiwa kehidupan.

Selain Sherina Munaf, film produksi MD Pictures ini juga dibintangi Zee Asadel, Dinda Kanyadewi, Kiki Narendra, Putri Ayudya, Lydia Kandou, serta sejumlah aktor lainnya. Kehadiran adaptasi layar lebar ini menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan, mengingat besarnya pengaruh buku Filosofi Teras dalam memperkenalkan filsafat Stoicism kepada pembaca Tanah Air.