Femindonesia.com, Gunungkidul – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, OREO kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan melalui program “OREO Berbagi Seru” yang resmi dimulai di SD Negeri Mentel 1, Gunungkidul, Rabu (22/7/2026).

Program ini mendukung inisiatif Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, “Bocah Pinter”, yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembelajaran yang menyenangkan dan inklusif.

Bekerja sama dengan Indonesia Mengajar, program tersebut memberikan kesempatan kepada 708 siswa sekolah dasar di Gunungkidul untuk mengikuti berbagai kegiatan edukatif berbasis playful learning sekaligus menerima bantuan alat pembelajaran interaktif. Melalui program ini, OREO ingin mendorong lahirnya Generasi SERU, yaitu anak-anak yang memiliki karakter Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul.

Peresmian program dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gunungkidul, Supriyanto, yang mewakili Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih.

Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, guru, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas.

“Kami menyambut baik pendekatan belajar sambil bermain yang diusung dalam program ‘OREO Berbagi Seru’. Bantuan alat pembelajaran kepada sekolah-sekolah di Gunungkidul diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pelibatan guru, orang tua, serta komunitas dalam program tersebut karena pendidikan dinilai akan berhasil jika dibangun melalui sinergi seluruh elemen masyarakat.

Senior Marketing Manager Biscuit Mondelēz Indonesia, Kevin Stefano, mengatakan bahwa selama lebih dari tiga dekade hadir di Indonesia, OREO terus berupaya memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan.

Menurutnya, program “OREO Berbagi Seru” merupakan kelanjutan dari inisiatif “OREO Berbagi” yang telah berjalan sejak 2024 dan kini diperluas untuk mendukung pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah marjinal.

“Melalui program ini, OREO berharap lebih banyak anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi Generasi SERU yang mampu bertahan, beradaptasi, dan berkembang di tengah perubahan dunia yang semakin pesat,” kata Kevin.

Program ini mengusung pendekatan playful learning, sejalan dengan prinsip deep learning yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Metode tersebut dirancang agar proses belajar menjadi lebih aktif, bermakna, dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, hingga kerja sama.

Bersama Indonesia Mengajar, OREO mengembangkan 15 alat belajar interaktif di bidang literasi, numerasi, sains, dan Bahasa Inggris yang disesuaikan dengan kurikulum nasional. Hingga akhir 2026, alat belajar tersebut akan didistribusikan ke tujuh provinsi dan ditargetkan menjangkau sekitar 7.000 siswa.

Khusus di Gunungkidul, sebanyak 270 alat belajar disalurkan untuk mendukung proses belajar 708 siswa sekolah dasar.

Selain penyaluran bantuan, program ini juga menghadirkan School Roadshow berupa pelatihan bagi guru, orang tua, dan komunitas pendidikan yang berlangsung pada 22–25 Juli 2026. Sebanyak 35 guru, 70 orang tua, dan 35 anggota komunitasmengikuti pelatihan mengenai penerapan pembelajaran kreatif berbasis permainan.

Program tersebut juga dinilai selaras dengan inisiatif Gunungkidul Smart Teachingyang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan.

Guru SD Negeri Mentel 1, Endah Setyorini, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari pelatihan yang diberikan.

“Melalui pelatihan ‘OREO Berbagi Seru’, kami memperoleh banyak ide baru untuk menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan sehingga anak-anak lebih antusias, percaya diri, dan berani mengeksplorasi ide mereka,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan orang tua siswa, Suryani, mengatakan pelatihan tersebut membuka wawasan bahwa proses belajar yang menyenangkan juga dapat diterapkan di rumah menggunakan bahan-bahan sederhana.

“Saya jadi terinspirasi membuat alat belajar sendiri di rumah agar anak semakin semangat belajar dan berani mencoba hal-hal baru,” katanya.

Kevin berharap kolaborasi antara OREO, pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan komunitas dapat melahirkan lebih banyak “Bocah Pinter” yang siap bersaing di masa depan.

Ia menambahkan, masyarakat juga dapat ikut mendukung keberlanjutan program melalui pembelian produk OREO, di mana sebagian keuntungan penjualan akan dikonversi menjadi donasi untuk mendukung pelaksanaan program “OREO Berbagi Seru” di berbagai daerah di Indonesia.