Femindonesia.com, Jakarta — Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2026 mengumumkan 25 film cerita panjang yang dinyatakan lolos Seleksi Awal Tahap I. Hasil seleksi ini menjadi bagian dari rangkaian proses kurasi dan penjurian untuk menentukan film-film yang akan masuk ke tahap nominasi FFI 2026.
Ketua Bidang Penjurian FFI 2026, Budi Irawanto, menyampaikan bahwa Komite FFI tahun ini menerima total 531 karya dari berbagai kategori. Jumlah tersebut terdiri atas 93 film cerita panjang, 177 film cerita pendek, satu film animasi panjang, 57 film animasi pendek, 20 film dokumenter panjang, 73 film dokumenter pendek, serta 110 karya kritik film.
Untuk kategori Film Cerita Panjang, Seleksi Awal Tahap I melibatkan tiga profesional perfilman yang tergabung dalam Tim Seleksi Awal bersama Komite Bidang Penjurian FFI 2026. Tim tersebut terdiri atas sutradara Agung Sentausa, produser Gita Fara, dan penulis skenario Swastika Nohara.
Menurut Budi, proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk keberagaman tema, genre, capaian teknis, serta perspektif yang ditawarkan masing-masing karya.
“Film-film yang lolos mampu merepresentasikan keragaman tema, genre, kemampuan teknis, serta perspektif generasi yang berbeda-beda,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).
Ia juga menilai sejumlah karya yang masuk tahun ini menawarkan pendekatan cerita yang segar. Hal tersebut, menurut Budi, turut terlihat dalam beberapa film yang merupakan debut penyutradaraan.
“Selain itu, sensibilitas pada persoalan keluarga dan sosial amat kuat digemakan oleh pembuat film perempuan yang sesungguhnya menentukan wajah sinema kita kini dan di masa depan,” lanjutnya.
25 Film yang Lolos
Sebanyak 25 film cerita panjang yang dinyatakan lolos Seleksi Awal Tahap I FFI 2026 adalah: Abadi Nan Jaya, Agak Laen Menyala Pantiku,
Badut Gendong, Children of Heaven, Dopamin, Esok Tanpa Ibu, Garuda di Dadaku, Ghost in the Cell, Ikatan Darah, Jangan Buang Ibu, Menuju Pelaminan, Monster Pabrik Rambut, Na Willa, Nobody Loves Kay, Operasi Pesta Copet, Para Perasuk, Semua Akan Baik-Baik Saja, Seni Merayu Tuhan,
Senin Harga Naik, Suka Duka Tawa, Surat Untuk Masa Mudaku, Suzzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa, Tanah Runtuh, Tukar Takdir dan Tunggu Aku Sukses Nanti
Setelah melewati Seleksi Awal Tahap I, ke-25 film tersebut akan mengikuti Seleksi Awal Tahap II. Tahapan ini akan menyaring daftar tersebut menjadi 15 film cerita panjang yang berhak melanjutkan perjalanan menuju tahap nominasi.
Pada tahap nominasi, proses penilaian akan melibatkan Akademi Citra bersama perwakilan dari 15 asosiasi profesi perfilman Indonesia.
FFI 2026 kembali menerapkan sistem penjurian secara daring melalui Ruang Penayangan FFI. Film-film yang masuk dalam tahap penjurian akan ditayangkan melalui platform tersebut dan dapat diakses oleh 45 perwakilan asosiasi perfilman serta anggota Akademi Citra yang bertugas sebagai juri nominasi.
Sementara itu, daftar karya yang lolos Seleksi Awal untuk kategori film cerita pendek, film animasi, film dokumenter, dan kritik film akan diumumkan dalam waktu dekat.
Berdasarkan jadwal penyelenggaraan FFI 2026, pengumuman nominasi dijadwalkan pada pekan ketiga Oktober 2026. Para penerima nominasi selanjutnya akan berkompetisi dalam Malam Anugerah Piala Citra FFI 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Dengan demikian, 25 film yang diumumkan pada tahap ini belum merupakan daftar nominasi, melainkan hasil penyaringan awal dari 93 film cerita panjang yang didaftarkan dalam FFI 2026. Tahap berikutnya akan menentukan 15 film yang berhak memasuki fase nominasi.


Tinggalkan Balasan