Femindonesia.com, Jakarta – NIH Pictures resmi menggelar Press Screening & Press Conference film horor terbaru Aplikasi Iblis – I Let You In, film horor pertama karya Dimas Anggara yang akan tayang *15 Oktober 2026 di bioskop. Film ini bukan sekedar horor hantu, tapi horor urban yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Penulis Tisa TS menjelaskan konsep inti film ini. Jika biasanya film horor hanya fokus pada pengembangan karakter manusia, di Aplikasi Iblis hantunya pun didesain punya background dan motivasi yang kuat.
“Uniknya di film ini kita harus memikirkan desain untuk hantunya, supaya hantu ini bikin orang merasa empati, merasa sayang, jadi dia hantu tapi lovable. Apapun yang dilakukan si hantu ada background dan goalsnya,” ujar Tisa.
Ide dasar aplikasi sebagai penghubung dunia nyata dan dunia lain datang dari tim NIH Pictures dan Dimas Anggara, yang kemudian dikembangkan menjadi cerita tentang perselingkuhan, pengkhianatan, dan ditikung teman.
> “Yang paling horor itu bukan scare-nya, tapi realita yang bisa kita temui sehari-hari. Bagaimana kita lagi cinta-cintanya tiba-tiba diselingkuhi, dikhianati. Saat nonton, penonton bisa bilang ‘gua bisa jadi Arya loh’,” tambahnya.
*Visi Sutradara: Dimas Anggara yang Takut Setan*
Sutradara *Dimas Anggara* jujur mengakui tingkat toleransinya terhadap setan sangat rendah. Ini adalah film horor keduanya.
> “Tingkat toleransi saya sama setan itu di bawah. Makanya saya mencoba menjaga proporsi yang seimbang, tidak hanya horornya yang tebal tapi ceritanya tetap jalan. Jangan sampai penonton ada momen bosen ngantuk,” kata Dimas.
Menurutnya, teror horor di film ini adalah akibat logis dari perbuatan Arya. Sebab-akibat menjadi logika utama. “Iblis itu kan enggak tahu bentuk seperti apa. Apa yang dilakukan Arya menyebabkan dia mendapatkan teror.”
Soal penggabungan horor dan action, Dimas ingin memberikan pengalaman lengkap. Dari sisi teknis, ia banyak belajar dari cast tentang stamina dan etos kerja.
*Produser: Horor Tidak Hanya di Kuburan*
Produser *R. Dimas Aryanto (Yanto)* menegaskan film ini ingin mendobrak pakem horor.
> “Kita ingin membuat film yang berbeda dan relevan. Horor tidak hanya terjadi di hutan atau kuburan, tapi bisa terjadi di tempat yang sangat dekat dengan kita seperti di kantor, di rumah.”
Film ini menggabungkan horor, misteri, action, romance, kisah tragis, dan sedikit komedi. Pesan utamanya adalah bahaya cinta dan dendam yang berlebihan.
> “Obsesi kecintaan kepada seseorang kalau tidak dilandasi logika akan berimbas bahaya. Dendam kesumat yang berlebihan juga akan membahayakan diri kita dan orang lain,” jelas Yanto.
Ia juga menyinggung persahabatan tim NIH Pictures yang sudah terjalin 24 tahun sejak kecil, dengan support penuh dari Ibu Dewi.
*Para Cast: Dari Kopi 14 Gelas Sampai Lebam Beneran*
*Junior Roberts sebagai Arya*, karakter yang hidupnya sepi dan jatuh cinta total pada Laras. Untuk adegan action yang cukup banyak, persiapannya matang dengan koreografi dan workshop. Rahasia staminanya?
> “Paling kopi aja sih, kopi hitam. Kalau syuting wajib banget, saya bisa dapat 14 gelas,” ujar Junior sambil tertawa. Ia juga berbagi tips melindungi pasangan: selalu ada dan komunikasi.
*Aulia Deas*, yang berperan sebagai sosok hantu, menjadi sorotan karena perubahan suara total saat menjadi hantu. Ini adalah film horor pertamanya dengan porsi besar.
> “Ini challenge banget, bisa explore adegan ketakutan, teriak, didorong-dorong, jatuh. Pertama kalinya dapat treatment stunt, jadi tetap ada workshopnya agar aman,” katanya. Ia menyebut proses syuting berkali-kali take di rumah angker.
*Aldo Irawan Putra sebagai Bayu* adalah karakter plot twist. Teman yang diam-diam menghanyutkan dan punya misi rahasia. Perubahan karakternya drastis, dari baik ke jahat, yang diarahkan langsung oleh Dimas Anggara.
*Muhammad Daffa Al-Harist (Dava)* sebagai atlet beladiri (silat & MMA) membawa pengalaman real ke film. Adegan actionnya tidak main-main.
> “Seumur hidup saya atlet. Banyak adegan action langsung berhadapan dengan Kak Junior. Ada sedikit lebam karena ketidaksengajaan, kalau di beladiri kan mukulnya beneran. Kesulitan saya kontrol power, sempat accident 2 kali,” ungkapnya.
*Rifal F. Lestusen sebagai Slamet* mencuri perhatian dengan pesan inspiratif. Pria asal Maluku ini harus melalui casting dan workshop ketat.
> “Buat teman-teman saya semua di Maluku, jangan pernah meragukan keberanian kita. Dengan kulit kita seperti ini, wajah kita, keunikan kita seperti ini, itu juga PP menjadi kekuatan,” pesannya. Di film, Slamet juga ada adegan nyanyi santai.
*Kesimpulan: Horor Relate Anak Muda*
Aplikasi Iblis menawarkan horor yang berbeda. Bukan hanya jump-scare, tapi horor akibat cinta buta, teknologi, dan dendam. Dengan visual gedung suram, action real, dan hantu yang lovable, film ini siap menjadi horor urban paling relevan tahun 2026.
Jika suka, kabarkan seluas-luasnya. Jika tidak suka, beri tahu tim NIH Pictures langsung. *Aplikasi Iblis tayang 15 Oktober 2026.*(Sofyan Lubis)


Tinggalkan Balasan