Femindonesia.com, JAKARTA – Film horor Kuasa Gelap: Perjanjian Darah resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis (8/10/2026). Dibintangi Lukman Sardi, Jerome Kurnia, dan Venly Arauna, film produksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment ini mendapat respons positif sejak pemutaran awal (early screening) hingga gala premiere.
Antusiasme penonton terlihat dari tiket early screening yang dilaporkan terjual habis di sejumlah kota, antara lain Bandung, Surabaya, Pontianak, Manado, dan Kupang. Fenomena pemesanan studio secara berkelompok untuk menggelar nonton bareng (nobar) juga muncul di berbagai daerah sebelum film tersebut resmi dirilis.
Salah satu aspek yang menarik perhatian penonton adalah penampilan Venly Arauna sebagai Daniel, seorang anak muda yang dirasuki entitas kuno bernama Rephaim. Karakter Daniel menghadirkan ketegangan melalui perubahan kondisi fisik dan perilakunya yang kemudian menjadi ancaman bagi dua romo eksorsis serta warga kota.
Disutradarai Rizal Mantovani, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tidak hanya menawarkan teror supranatural, tetapi juga mengangkat persoalan iman, keyakinan, kasih, dan perjuangan manusia menghadapi kegelapan.
Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, Uskup Keuskupan Surabaya sekaligus Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), menilai kekuatan film ini terletak pada kedalaman ceritanya.
“Film ini memang horor, tetapi justru ceritanya membuat kita kuat. Karena di sini bukan masalah bagaimana membuat orang takut, tetapi bagaimana membuat orang masuk dalam sebuah ruang di mana keyakinan, kepercayaan, itulah yang paling penting dan menjadi cahaya di kegelapan. Itu yang saya senang melihat film ini,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Romo Albertus Joni SCJ. Menurutnya, meskipun mengangkat perspektif Katolik, film ini tetap membawa pesan kemanusiaan yang dapat direnungkan oleh penonton dari berbagai latar belakang agama.
“Walaupun judulnya Kuasa Gelap, kita sebetulnya merayakan kuasa terang, kuasa cahaya di film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Apa pun agama Anda, meski film ini diangkat dari perspektif Katolik, tetapi saya yakin penonton juga bisa mengambil intisari nilai kemanusiaan di balik itu,” tuturnya.
Ia menambahkan, film tersebut mengajak penonton memahami jati diri manusia dan hubungan spiritual yang menjadi bagian penting dalam kehidupan.
Lukman Sardi dan Jerome Kurnia Soroti Kekuatan Iman
Lukman Sardi, yang kembali memerankan Romo Rendra, mengungkapkan bahwa pesan spiritual dalam film ini turut memberikan refleksi pribadi tentang pentingnya berserah dan mengandalkan Tuhan.
“Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah berbicara tentang kekuatan iman, kasih, bagaimanapun juga, kuasa Tuhan adalah yang paling berkuasa. Bagi saya personal, ini membuat saya semakin berserah, mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan saya,” kata Lukman.
Sementara itu, Jerome Kurnia menyoroti adegan eksorsisme terakhir yang menjadi salah satu bagian penting dalam film tersebut. Adegan itu memperlihatkan perjuangan dua romo menghadapi sosok yang disebut sebagai “Raja Terakhir” dari Kuasa Gelap.
“Adegan eksorsisme terakhir, bagi saya sangat mewah di film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, keren untuk ditonton. Namun, pesan yang ingin diberikan lewat adegan itu juga sangat mendalam, bagaimana dua romo melawan ‘Raja Terakhir’ dari Kuasa Gelap, dengan iman dan kuasa Tuhan,” ujar Jerome.
Perpaduan adegan eksorsisme, ketegangan horor, dan pesan spiritual menjadi elemen yang ditawarkan film ini kepada penonton. Selain menghadirkan pengalaman menegangkan, cerita tersebut juga mengajak penonton melihat pentingnya iman dan nilai kemanusiaan ketika menghadapi situasi yang sulit.
Hadir di Bioskop Reguler hingga IMAX dan 4DX
Untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tidak hanya diputar di bioskop reguler, tetapi juga tersedia dalam format layar dan teknologi sinema tertentu, termasuk IMAX XXI, 4DX CGV, serta Magnify 8 Cinepolis.
Film ini disutradarai Rizal Mantovani, diproduseri Robert Ronny dan Prima Taufik, serta melibatkan Andi Boediman sebagai produser eksekutif. Skenarionya ditulis oleh Robert Ronny bersama Andri Cahyadi.
Selain Lukman Sardi, Jerome Kurnia, dan Venly Arauna, film ini turut dibintangi Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.
Produksi film ini melibatkan Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, dengan dukungan Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, dan Netzme Gateway.
Dengan respons positif dari pemutaran awal serta antusiasme penonton di sejumlah kota, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah hadir sebagai salah satu pilihan film horor Indonesia yang memadukan teror eksorsisme dengan kisah tentang iman, kasih, dan perjuangan melawan kegelapan.
Film ini mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026. Informasi terbaru dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @kuasagelap.id dan @paragonpictures.id.


Tinggalkan Balasan