Femindonesia.com, JAKARTA – Rumah produksi Studio Antelope resmi merampungkan proses syuting film panjang terbaru karya sutradara Jason Iskandar, Perayaan Pertama, yang juga dikenal dengan judul internasional First Breath After Coma. Film yang dibintangi Morgan Oey, Ladya Cheryl, dan Abby Latip ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2027.

Film tersebut menjadi film panjang kedua Jason Iskandar setelah Akhirat: A Love Storyyang dirilis pada 2021. Melalui Perayaan Pertama, Jason mengangkat kisah keluarga Tionghoa Indonesia di tengah perubahan sosial dan budaya menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2000.

Kehadiran Ladya Cheryl menjadi salah satu daya tarik film ini. Aktris tersebut kembali ke layar lebar setelah terakhir kali membintangi film pada 2021. Penampilannya dalam film sebelumnya mengantarkan Ladya meraih Piala Citra untuk kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2022.

Ladya akan beradu akting dengan Morgan Oey, yang sebelumnya masuk nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2025 dan dipercaya menjadi Duta FFI 2026.

Sementara itu, Perayaan Pertama menjadi debut film panjang bagi Abby Latip. Sebelum terlibat dalam proyek ini, Abby telah membintangi sejumlah film pendek, serial, serta tampil dalam video musik lagu musisi internasional Niki.

Angkat Pergulatan Identitas Tionghoa Indonesia

Ditulis dan disutradarai Jason Iskandar serta diproduseri Florence Giovani, Perayaan Pertama mengikuti perjalanan tiga kakak beradik dari keluarga Tionghoa Indonesia. Kisahnya berlatar masa transisi Indonesia menjelang Tahun Baru Imlek 2000, ketika masyarakat mulai merasakan perubahan setelah Reformasi.

Tahun tersebut juga memiliki makna historis karena menjadi momentum perayaan Imlek pertama setelah pemerintah secara resmi mencabut pembatasan perayaan budaya Tionghoa di ruang publik yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade.

Melalui kisah tiga bersaudara, Jason ingin mengeksplorasi persoalan identitas, hubungan keluarga, dan upaya seseorang untuk kembali memahami dirinya sendiri.

“Sejak kecil, saya memiliki hubungan yang penuh pergulatan dengan identitas saya sebagai orang Tionghoa Indonesia. Lewat film Perayaan Pertama, saya ingin mengeksplorasi pergulatan itu melalui kisah tiga kakak beradik yang berusaha terhubung kembali, bukan hanya dengan satu sama lain, tetapi juga dengan diri mereka sendiri,” ujar Jason Iskandar.

Ia menambahkan, kisah tersebut berlangsung ketika Indonesia mengalami perubahan besar setelah Reformasi, menjelang perayaan Imlek pada 2000.

Dikembangkan Sejak 2015

Perjalanan produksi Perayaan Pertama terbilang panjang. Ide film ini pertama kali dikembangkan melalui SGIFF Southeast Asian Film Lab pada 2015 di Singapura.

Proyek tersebut kemudian berlanjut melalui berbagai program pengembangan film internasional, termasuk EAVE Ties That Bind 2023/2024 di Taiwan dan Italia. Film ini juga pernah dipresentasikan dalam Golden Horse Film Project Promotion 2024 di Taiwan serta Hong Kong–Asia Film Financing Forum (HAF) 2025 di Hong Kong.

Produser Florence Giovani mengatakan, perjalanan panjang pengembangan film tersebut memberikan kesempatan bagi tim untuk berdiskusi dan bertukar perspektif dengan para pelaku industri perfilman internasional.

“Film ini mulai kami kembangkan sejak 2015, dan akhirnya pada 2026 kami berhasil menyelesaikan proses syutingnya. Sepanjang perjalanan tersebut, kami berkesempatan mengembangkan proyek ini dan berdiskusi dengan berbagai pelaku industri film internasional,” kata Florence.

Menurutnya, berbagai perspektif yang diperoleh selama proses pengembangan turut memperkaya cerita film. Ia berharap kisah yang berangkat dari pengalaman keluarga Tionghoa Indonesia tersebut dapat terasa dekat dan relevan bagi penonton dari berbagai latar belakang.

Dari sisi produksi, Perayaan Pertama turut melibatkan sejumlah kru berpengalaman. Mereka antara lain sinematografer asal Singapura Teck Siang Lim, desainer produksi Dita Gambiro, penata busana Fadillah Putri Yunidar, serta penata rias Astrid Sambudiono.

Dengan selesainya proses syuting, Perayaan Pertama kini bersiap menuju tahap berikutnya sebelum menyapa penonton di bioskop Indonesia pada 2027.