Femindonesia.com, Jakarta – Gugun Blues Shelter (GBS) kembali menegaskan eksistensinya di industri musik Tanah Air melalui perilisan album EP digital bertajuk Ruang Rasa. Dirilis pada 6 November 2026 melalui label Afe Records, album berisi enam lagu ini menjadi ruang bagi Gugun untuk menyampaikan pemikiran, keresahan, dan ekspresi musikalnya melalui musik blues.

Musisi bernama lengkap Muhammad Gunawan tersebut mengungkapkan, Ruang Rasa memiliki karakter berbeda dibandingkan karya-karya sebelumnya. Seluruh lagu dalam album ini menggunakan lirik berbahasa Indonesia, sekaligus menjadi medium komunikasi antara dirinya dan para penikmat musik.

“Album EP digital terbaru gue ini rilis 6 November 2026 di platform musik. Ada sesuatu yang berbeda di album ini. Gue menyampaikan isi pesan pemikiran gue di musik blues lewat album Ruang Rasa ini,” papar Gugun saat berbincang bersama Bois Famous Maker dalam program KOPI (Komentar Orang Pilihan Indonesia).

Album Ruang Rasa merupakan hasil kolaborasi Gugun Blues Shelter dengan Afe Records, dengan Hendy Ahmad sebagai eksekutif produser.

Enam lagu yang menjadi bagian dari album tersebut adalah Tak Bisakah Lagi?, Lelah Ku Ikuti, Kehidupan, Satu Jawaban, Cemburu Saja, dan Rindu.

Melalui album ini, Gugun juga mengajak para penggemarnya untuk terlibat dalam komunikasi dua arah. Ia membuka ruang bagi publik untuk memberikan tanggapan, komentar, maupun apresiasi terhadap karya-karyanya melalui akun media sosial resmi.

Menurut Gugun, musik tidak hanya menjadi sarana menyampaikan ekspresi, tetapi juga dapat menjadi ruang interaksi dan demokrasi bagi para pendengarnya.

“Di tengah riuhnya kondisi politik Indonesia sekarang, semoga semua lagu di album ini menjadi obat penawar. Salah satunya bisa menjadi hiburan dan menambah koleksi musik Indonesia. Tunggu apa lagi, jangan lupa komen yaa di medsos gue,” ungkap pria kelahiran Duri, Riau, 22 November 1975 tersebut.

Kolaborasi Musisi dan Sahabat

Dalam proses penggarapan Ruang Rasa, Gugun mendapat dukungan dari sejumlah musisi dan sahabat yang turut memberikan kontribusi dalam memperkuat kualitas musikalitas album.

Refki Nanda mengisi drum, Angga pada bas, serta Muhammad Fajar memainkan keyboard sekaligus menggarap aransemen string. Sementara itu, The Karung Brass, Angkela Bare, Suto, dan Fermal turut memberikan warna musikal dalam album tersebut.

Proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Kelana, sedangkan Hendy Ahmad bertindak sebagai eksekutif produser.

Gugun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses produksi album tersebut.

“Gue terima kasih untuk semua yang terlibat di album ini. Di antaranya ada Refki Nanda yang ngisi drum, Angga ngisi bas, Muhammad Fajar yang main keyboard juga string aransemen. Teman-teman The Karung Brass, Angkela Bare, Suto, Fermal, Kelana untuk mixing mastering, dan Hendy Ahmad selaku eksekutif produser,” pungkasnya.

Afe Records Optimistis ‘Ruang Rasa’ Diterima Pendengar

CEO Afe Records, Hendy Ahmad, menyebut album EP digital Ruang Rasa sebagai salah satu karya yang layak dikoleksi oleh para penggemar Gugun Blues Shelter.

Menurut Hendy, GBS merupakan salah satu artis musik unggulan Afe Records. Kolaborasi kali ini menghadirkan enam lagu dengan pengemasan musikalitas dan kualitas produksi yang diharapkan mampu menjangkau pasar musik yang lebih luas.

“Afe Records selalu menghadirkan karya terbaik dari musisi anak negeri di industri musik Tanah Air. Termasuk karya musik Gugun Blues Shelter album Ruang Rasa. Bagi Afe Records, Gugun Blues Shelter adalah ‘King of Blues’ di skena musik blues Indonesia. InsyaAllah semoga album Ruang Rasa hits di pasaran,” jelas Hendy Ahmad.

Sementara itu, pengamat musik Bois Famous Maker menilai album Ruang Rasa sebagai karya istimewa yang lahir dari kolaborasi Gugun Blues Shelter dan Afe Records.

Ia melihat adanya kesamaan semangat antara Gugun yang konsisten berkarya di jalur musik blues dan Hendy Ahmad yang memiliki latar belakang sebagai musisi sebelum memimpin Afe Records.

“Kerja sama atau kolaborasi keduanya pasti punya chemistry yang luar biasa. Di mana Gugun konsisten dalam bermusik dan berkarya di skena musik blues dari tahun 1999 sejak merilis karya album perdananya. Kini berada di naungan Afe Records, yang CEO-nya Hendy Ahmad dulunya juga anak band. Pastinya ada sesuatu yang menarik dan menawan di album Ruang Rasa ini,” tandas Bois.

Dengan mengusung enam lagu berbahasa Indonesia, Ruang Rasa menjadi langkah Gugun Blues Shelter dalam menghadirkan ekspresi blues yang lebih dekat dengan pendengar lokal. Album ini sekaligus memperkuat perjalanan musikal Gugun dalam menjaga eksistensi musik blues di industri musik Indonesia.