FEM Indonesia, Jakarta – Kehidupan keluarga elite dengan kekayaan dan kekuasaan besar ternyata menyimpan sisi gelap yang penuh intrik. Persaingan bisnis, konflik keluarga hingga dendam masa lalu menjadi bumbu cerita serial terbaru WeTV Original Sleeping with The Enemy yang mulai tayang pada 13 November 2026.
Disutradarai Rizal Mantovani, serial ini mengangkat kisah perebutan kekuasaan dan strategi balas dendam yang dibalut drama percintaan serta konflik psikologis. Ceritanya menggambarkan bagaimana ambisi dan kepentingan bisnis dapat menyeret seseorang ke dalam permainan berbahaya.
Rizal Mantovani mengatakan, kehidupan kalangan elite dan orang-orang berkuasa memiliki banyak sisi menarik untuk diangkat menjadi sebuah cerita. Terlebih ketika intrik tersebut dipadukan dengan persoalan cinta dan konflik keluarga.
“Intrik mengenai kalangan kaum elite dan mereka yang berkuasa, saya rasa itu ada di sekitar kita dan sangat menarik untuk menjadi sebuah tema. Dicampur dengan drama cinta, drama keluarga, akhirnya akan timbul hal-hal seperti detail. Ini semua adalah hal yang saya rasa bagus sekali untuk diangkat karena memang terjadi di sekitar kita,” ujar Rizal di Jakarta.
Country Head WeTV Indonesia sekaligus Executive Producer, Febrianmy Hutapea, menjelaskan bahwa kekuatan cerita Sleeping with The Enemy bukan sekadar persoalan balas dendam, tetapi juga perjalanan seorang perempuan dalam merebut kembali kendali atas hidupnya.
Menurutnya, karakter utama digambarkan sebagai perempuan yang pernah kehilangan segalanya, tetapi memilih bangkit dan menyusun strategi untuk menghadapi orang-orang yang telah menghancurkan kehidupannya.
“Ini tentang seorang perempuan yang pernah kehilangan segalanya, tapi memilih untuk tidak terus menjadi korban. Dia bangkit, menyusun strategi dan berusaha mengambil kembali kendali atas hidupnya. Yang membuat cerita ini menarik adalah konflik psikologisnya. Bayangkan, untuk membalas dendam, dia justru harus hidup berdampingan, bahkan berbagi hal yang paling privat dengan orang yang ingin dia hancurkan,” papar Febrianmy.
Ia berharap serial tersebut mampu menghadirkan hiburan dengan emosi, ketegangan dan kejutan yang membuat penonton penasaran mengikuti setiap episodenya.
Sementara itu, CEO Hitmaker Studios sekaligus produser, Rocky Soraya, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin menghadirkan serial berkualitas dengan standar produksi internasional sehingga dapat dinikmati tidak hanya oleh penonton Indonesia, tetapi juga pasar global.
“Kita ingin bukan hanya dinikmati di Indonesia saja, tapi standar kita bisa mencapai Eropa dan seluruh dunia. Dengan Sleeping with The Enemy ini, menjadi series termahal untuk memaksimalkan seriesnya yang memiliki international look. Semoga bisa dinikmati masyarakat di Indonesia dan juga di seluruh dunia,” ungkap Rocky.
Serial yang terdiri dari 10 episode ini berpusat pada kisah Aruna Wirawan (Cinta Laura Kiehl), perempuan yang kehilangan kedua orang tuanya akibat kejahatan keluarga Sastranegara.
Demi membalas dendam sekaligus memulihkan nama baik ayahnya, Aruna menyusun rencana dengan menggunakan identitas baru sebagai Clara Aveline von Morgenstern.
Clara kemudian mendekati dan menikahi Revan Sastranegara (Anthony Xie). Pernikahan tersebut menjadi bagian dari strateginya untuk menghancurkan keluarga Sastranegara dari dalam.
Namun, rencana balas dendam itu semakin rumit ketika Clara mulai terlibat kedekatan dengan Adrian (Randy Martin), suami Sheryl Sastranegara (Ersya Aurelia). Situasi tersebut menghadirkan konflik baru yang menguji batas antara strategi, perasaan dan dendam.
Selain Cinta Laura Kiehl, Anthony Xie, Randy Martin dan Ersya Aurelia, serial ini juga dibintangi Max Metino, Mike Ethan, Putri Patricia, Aruma Khadijah, Shinta Bachir, Karan Sukarno Walia dan Soraya Rasyid.
Melalui perpaduan drama keluarga, romansa, intrik bisnis dan balas dendam, Sleeping with The Enemy diharapkan menjadi tontonan yang menghadirkan ketegangan sekaligus memperlihatkan sisi gelap kehidupan keluarga elite.


Tinggalkan Balasan