Femindonesia.com, JAKARTA — Musisi senior Obbie Messakh membuktikan usia bukan alasan untuk berhenti berkarya. Menginjak usia 69 tahun, pencipta lagu sekaligus penyanyi tersebut masih aktif menciptakan lagu, tampil di berbagai kesempatan, hingga menyapa penggemarnya lewat karya terbaru.
Kali ini, Obbie memperkenalkan lagu berjudul “Mati Banya”, sebuah karya berbahasa Papua yang mengusung sentuhan musik etnik dari kawasan Indonesia Timur.
Berbeda dari sejumlah karya Obbie yang selama ini lekat dengan lagu-lagu bertema percintaan, “Mati Banya” menawarkan warna musikal yang lebih khas. Meski demikian, cerita cinta yang menjadi kekuatan Obbie tetap terasa dalam lagu tersebut.
“Mati Banya” berkisah tentang seorang pria yang harus menerima kenyataan pahit setelah perempuan yang dicintainya menikah dengan orang lain. Sang pria sebenarnya berharap dapat segera mengikat janji dengan kekasihnya. Namun, harapan tersebut kandas ketika sang kekasih lebih dahulu menikah dengan orang lain.
Kesedihan itu tergambar dalam salah satu penggalan lirik lagu. “Ancor kaka pung hati babaca undangan biru, sa minggu lagi ade ko mau mengikat janji deng orang lain.”
Bagi Obbie, kisah cinta, kerinduan, kehilangan, dan penyesalan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan kreatifnya. Namun, melalui “Mati Banya”, ia mencoba menyampaikan cerita tersebut dengan balutan musik yang berbeda.
“Semoga lagu ini bisa menambah khasanah musik Indonesia dan bisa diterima masyarakat,” ujar Obbie. Meski telah memasuki usia 69 tahun, Obbie ternyata masih cukup aktif menerima tawaran manggung.
Ia mengatakan kegiatan off air masih berjalan hingga saat ini. Dalam satu bulan, Obbie bahkan bisa tampil sekitar 10 kali.
Bagi pelantun sekaligus pencipta sejumlah lagu populer tersebut, aktivitas bermusik bukan hanya persoalan pekerjaan. Ia merasa bersyukur masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk melakukan hal yang dicintainya.
“Puji Tuhan, hingga saat ini saya masih diberi kesehatan dan kegiatan bermusik masih terus jalan,” kata Obbie. Obbie Messakh lahir di Jakarta pada 26 April 1957 dengan nama Thobias Messakh. Ia merupakan keturunan Rote, Nusa Tenggara Timur.
Namanya mulai dikenal luas di industri musik Indonesia sejak era 1980-an. Selain menyanyi, Obbie juga dikenal sebagai pencipta lagu yang karya-karyanya dinyanyikan sejumlah penyanyi populer. Betharia Sonata, Ratih Purwasih, Helen Sparingga hingga Chrisye pernah membawakan lagu ciptaan Obbie.
Salah satu karya yang paling ikonik adalah “Hati yang Luka”, yang dipopulerkan Betharia Sonata. Lagu tersebut bahkan sempat dicekal pada masa Orde Baru karena dianggap terlalu “cengeng”. Ada pula “Kisah Kasih di Sekolah” yang dipopulerkan Chrisye dan hingga kini masih menjadi salah satu lagu lawas yang dikenang banyak orang.
Karya lainnya seperti “Antara Benci dan Rindu” dan “Antara Cinta dan Dusta” juga ikut memperkuat nama Obbie di industri musik Tanah Air.
Obbie sendiri mulai berkiprah di industri musik nasional pada 1983. Sejumlah album kemudian dirilis, di antaranya Kau dan Aku Satu, Akhirnya Ku Jatuh Cinta, Aduh Rindu, dan Kisah Kasih di Sekolah.
Selama puluhan tahun berkarier, Obbie mengaku telah menciptakan lebih dari 300 lagu. Hampir 10 persen dari karya tersebut disebut pernah menjadi hit. Kini, di tengah perubahan industri musik dan hadirnya berbagai platform digital, Obbie masih terus menghasilkan karya.
“Mati Banya” menjadi bukti bahwa semangat bermusik sang maestro lagu-lagu cinta tersebut belum padam.
Lagu itu kini telah tersedia di berbagai platform digital dan diharapkan dapat memperkenalkan warna musik baru sekaligus membawa nama Obbie Messakh kembali lebih dekat kepada generasi pendengar masa kini. [foto dok: instagram obbiemessakh].


Tinggalkan Balasan