Femindonesia.com, JAKARTA — Penampilan grup musik 7Dunia dalam acara Diskusi Film Horor Indonesia (FF Horor) Edisi IX di J Town Jakarta, Jumat (18/9/2026), berlangsung di luar dugaan. Di tengah penampilan, seorang bocah difabel tiba-tiba naik ke atas panggung, merebut mikrofon vokalis 7Dunia, hingga akhirnya melantunkan azan.

Momen spontan tersebut menjadi salah satu kejadian yang menarik perhatian para tamu dan peserta diskusi. Sebelumnya, 7Dunia yang digawangi Andi sebagai vokalis dan Rudi pada drum tampil membuka acara dengan membawakan tiga lagu, di antaranya Seandainya Engkau Tahu dan Cinta Tak Terganti.

Andi mengaku sempat terkejut ketika bocah tersebut tiba-tiba naik ke panggung. Namun, ia memilih merespons kejadian itu dengan santai dan mengajak sang bocah berinteraksi melalui musik.

“ Sempat kaget juga sih, tapi saya sudah terbiasa menghadapi suasana seperti ini. Langsung saja saya ajak nyanyi bareng. Saya sangat mengapresiasi bocah tersebut karena dia bisa menghidupkan suasana dengan daya tariknya,” ujar Andi.

Menurut Andi, kejadian tersebut merupakan pengalaman yang belum pernah dialaminya selama berkarier di atas panggung sejak 2010.

Ia juga memaknai aksi spontan sang bocah sebagai bentuk ekspresi dan apresiasi terhadap penampilan 7Dunia maupun acara diskusi film horor yang digagas panitia.

Menariknya, setelah merebut mikrofon, bocah tersebut kemudian melantunkan suara azan. Peristiwa spontan itu pun menambah warna tersendiri dalam gelaran diskusi yang mengangkat tema “Sinkretisme dan Fenomena Film Horor Indonesia”.

Perjalanan 7Dunia

7Dunia merupakan grup musik asal Jakarta yang pernah mendapat perhatian di Malaysia setelah single perdana mereka dikontrak label internasional Life Records Malaysia pada 2019.

Namun, rencana promosi 7Dunia di Malaysia harus tertunda setelah pandemi Covid-19 melanda dan berbagai negara menerapkan pembatasan aktivitas.

Alih-alih berhenti berkarya, 7Dunia justru memanfaatkan masa tersebut untuk kembali ke studio dan memperbanyak katalog lagu mereka.

“Sejak diputuskan lockdown saat itu, 7Dunia kembali ke studio rekaman untuk memperbanyak katalog lagu yang masih demo untuk dijadikan master rekaman,” ungkap Rudi.

Drumer otodidak tersebut mengatakan dua lagu yang dibawakan dalam showcase kali ini memiliki arti penting bagi perjalanan 7Dunia.

Single Seandainya Engkau Tahu yang dirilis pada Februari 2026 disebut mendapat respons positif. Dalam waktu sekitar satu bulan, lagu tersebut telah meraih lebih dari 125 ribu penayangan di YouTube dan mencatat sekitar 18 ribu streams di Spotify.

Sementara itu, Cinta Tak Terganti menjadi single terbaru yang diharapkan dapat memperpanjang perjalanan 7Dunia di industri musik Tanah Air.

Diskusi Film Horor

Selain penampilan 7Dunia, Diskusi FF Horor Indonesia Edisi IX juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang perfilman.

Dalam diskusi bertema “Sinkretisme dan Fenomena Film Horor Indonesia” tersebut, panitia menghadirkan Budi Sumarno selaku praktisi perfilman, Hasto Broto sebagai sutradara, serta Didang Prajasasmita sebagai pengamat film.