FEM Indonesia, Jakarta – Walau dilanda masalah internal, namun para penggemar tetap setia menunggu performance Betrayer. Masa penungguan pun terbayarkan belum lama ini, saat Iik Wardiandi (vokal/rhythm guitar) dan Garry Martinus (lead guitar) beraksi dalam Underworld Intimate Reign II di Kemang, Jakarta Selatan.
Menggandeng With Killing Machine, Iik dan Garry membawa kembali energi, semangat serta repertoar lagu-lagu Betrayer seperti Grand Voice Society, Pasukan Berani Mati hingga Hukuman Mati.
“Kami tidak sedang mencoba mengulang masa lalu. Kami hanya ingin memastikan energi dan semangat yang pernah dibangun bersama Betrayer tetap hidup di skena. Selama masih ada yang ingin mendengar dan berdiri di depan panggung, kami akan terus bermain,” kata Iik.
“Thrash metal selalu lebih besar dari sekadar nama band. Ini soal perjuangan, persaudaraan, dan perjalanan panjang. Kembali ke panggung adalah cara kami menjaga api itu tetap menyala,” sambung Garry.
Di tempat yang sama, Founder Underworld Project sekaligus Underworld Management, Agung Nugie, menyatakan bahwa momen ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kolektif yang telah dibangun.
“Underworld Intimate Reign II kami buat bukan sekadar acara musik. Kami ingin menghadirkan momen yang punya nilai sejarah bagi skena. Ketika Iik dan Garry kembali berdiri di panggung, kami tahu malam itu akan menjadi bagian dari perjalanan panjang musik underground Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu, aksi pada malam tersebut bagai ledakan energi yang membuncah. Terlebih saat “Mesin Pembunuh” menggema, crowd langsung bersatu dalam koor massal. Intensitas meningkat lewat “Hukuman Mati”, sebelum akhirnya mencapai titik kulminasi ketika “Bendera Kuning” dimainkan membuat para pengunjung ber-moshing, sing along serta luapan emosi kolektif yang telah lama menantikan momen tersebut. [foto : dokumentasi/teks : denim]


Tinggalkan Balasan