Femindonesia.com, Jakarta – Komposer sekaligus produser musik Alam Urbach resmi bergabung sebagai personel band Tuaipuja dan tengah menyiapkan album perdana dalam format Long Play (LP) digital yang akan berisi 12 lagu.
Dalam proyek tersebut, Alam berperan sebagai gitaris sekaligus music producer yang mengawal konsep musikal secara keseluruhan.
Nama Alam Urbach bukanlah sosok baru di industri musik Indonesia. Pemilik nama lengkap Alam Anggara Urbach itu dikenal sebagai pencipta sejumlah lagu yang telah meraih total ratusan juta kali pemutaran di platform Spotify. Beberapa karya yang pernah ditulisnya dipopulerkan oleh musisi ternama seperti Isyana Sarasvati feat. Rayi Putra, Rossa feat. Afgan, Sheryl Sheinafia feat. Ariel NOAH, Judika, hingga Vanessa Angel (almh.).
Alam mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir dirinya menjalani masa retret dan kontemplasi di Magelang, kota kelahirannya. Selain membantu sang kakak, Nafa Urbach, di bidang politik, ia memanfaatkan masa tersebut untuk mematangkan konsep bermusik yang kini diwujudkan bersama Tuaipuja.
“Tiga tahun belakangan ini saya menjalani retret sekaligus kontemplasi untuk menemukan ide besar saya di dunia musik. Semua ide yang selama ini saya pikirkan kemudian saya tuangkan dalam proses penggarapan album digital Tuaipuja. Kali ini konsepnya adalah band duo, yaitu saya dan Ipay,” ujar Alam.
Bersama Rival Achmad Labbaika atau Ipay sebagai vokalis, Tuaipuja mengusung konsep duo band dengan warna musik dream pop dan shoegaze. Menurut Alam, seluruh materi dalam album tersebut dirancang menawarkan nuansa baru, baik dari sisi komposisi musik, lirik, maupun karakter sound yang dihadirkan.
Ia berharap album tersebut mampu diterima pasar musik Indonesia dan melahirkan lagu-lagu yang sukses di platform digital maupun media sosial.
“Genre yang kami usung adalah Dream Pop dan Shoegaze,” kata Alam.
Untuk menentukan lagu yang akan menjadi single perdana, Tuaipuja akan melibatkan music director (MD) radio dari 38 provinsi di Indonesia melalui proses hearing. Cara tersebut dinilai masih relevan untuk mengukur potensi sebuah lagu sebelum resmi dirilis.
Proses produksi album memakan waktu sekitar enam bulan. Dalam proyek ini, Ipay bertindak sebagai executive producer yang mengawal arah kreatif dan strategi pengembangan proyek, sedangkan Alam bertanggung jawab atas produksi musik, aransemen, dan karakter suara band. Keduanya juga melakukan riset terhadap kebiasaan mendengarkan musik dari kalangan Gen Z dan milenial sebagai target utama.
“Selama ini istilah masterpiece digunakan untuk menyebut sebuah karya musik terbaik. Namun bagi kami, masterpiece justru adalah kolaborasi dan kerja sama antara saya dan Alam Urbach,” ujar Ipay.
Ia menilai industri musik saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas lagu, tetapi juga strategi distribusi dan momentum peluncuran yang tepat. Menurutnya, kehadiran Alam menjadi nilai tambah bagi Tuaipuja karena rekam jejaknya sebagai komposer dengan karya-karya yang telah meraih ratusan juta stream.
Menanggapi hal itu, Alam mengatakan dirinya tetap ingin berkarya dengan pendekatan yang tulus. Ia optimistis seluruh lagu dalam album Tuaipuja memiliki peluang menjadi hits karena dipadukan dengan aransemen yang matang dan karakter lirik yang kuat.
“Saya selalu berkarya dengan hati. Di Tuaipuja kali ini saya jauh lebih total dalam menggarap aransemen. Saya juga sangat menyukai gaya penulisan lirik Ipay yang menurut saya unik dan memiliki karakter yang kuat,” ujarnya.
Berdasarkan data Spotify yang diakses melalui pencarian Google, sejumlah lagu ciptaan Alam Urbach mencatatkan angka pemutaran yang tinggi. Lagu “Kamu Yang Kutunggu” yang dibawakan Rossa feat. Afgan telah diputar lebih dari 93 juta kali. Sementara “Kutunggu Kau Putus” yang dinyanyikan Sheryl Sheinafia bersama Ariel NOAH telah mengumpulkan lebih dari 34 juta stream.
Selain itu, lagu “Kau Adalah” yang dibawakan Isyana Sarasvati feat. Rayi Putra telah meraih sekitar 28 juta stream, sedangkan “Indah Cintaku” yang dipopulerkan Nicky Tirta dan Vanessa Angel (almh.) telah diputar lebih dari 31 juta kali di Spotify.
Pemerhati musik Indonesia, Bois Famous Maker, menilai kolaborasi Alam Urbach dan Ipay melalui Tuaipuja berpotensi menghadirkan warna baru bagi industri musik nasional.
Menurutnya, pendekatan musik shoegaze yang dipadukan dengan sentuhan pop berpeluang menarik perhatian penikmat musik Indonesia sekaligus memperkaya keberagaman genre di Tanah Air.


Tinggalkan Balasan