FEM Indonesia, JAKARTA – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat di usia lanjut terus meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, komunitas wellness AgeLetics resmi diluncurkan di Jakarta dengan menghadirkan program olahraga yang dirancang khusus bagi lansia agar tetap aktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang optimal.

Peluncuran AgeLetics menjadi langkah baru dalam mendukung konsep healthy agingmelalui pendekatan olahraga yang aman dan sesuai dengan kondisi fisik lansia. Berbeda dengan pusat kebugaran pada umumnya, seluruh program yang ditawarkan disusun berdasarkan kebutuhan peserta lanjut usia dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, keamanan, serta kemampuan mobilitas masing-masing individu.

Co-founder AgeLetics, Shafira Firdausi, mengatakan komunitas tersebut lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya penurunan fungsi fisik yang dialami seseorang seiring bertambahnya usia. Menurutnya, aktivitas fisik yang tepat menjadi salah satu kunci untuk memperpanjang masa hidup sehat (longevity) sekaligus mempertahankan kemandirian lansia.

“Misi kami adalah meningkatkan longevity dan kualitas hidup para lansia melalui program olahraga dan berbagai kegiatan wellness,” ujar Shafira.

Selain menghadirkan kelas olahraga, AgeLetics juga membangun ekosistem yang mendukung kesehatan secara menyeluruh. Berbagai program edukasi kesehatan, aktivitas sosial, hingga kegiatan yang berfokus pada kesehatan mental akan menjadi bagian dari pengembangan komunitas tersebut.

Salah satu fokus utama AgeLetics adalah mengatasi risiko sarkopenia atau penurunan massa otot yang umum terjadi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini bahkan mulai berlangsung sejak usia 30 tahun, dengan penurunan massa otot sekitar 3 hingga 5 persen setiap dekade apabila tidak diimbangi aktivitas fisik yang memadai.

Penurunan massa otot diketahui meningkatkan risiko jatuh, patah tulang, hingga hilangnya kemampuan seseorang untuk hidup mandiri. Mengacu pada data American Society for Bone and Mineral (2015), sarkopenia dapat meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang hingga 2,3 kali lipat pada lansia.

Untuk menjawab tantangan tersebut, AgeLetics menjadikan latihan penguatan otot (strength training) sebagai salah satu program unggulan. Seluruh latihan dirancang oleh dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR) sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan setiap peserta.

Co-founder AgeLetics lainnya, Nadia Jean, menambahkan bahwa masalah sendi seperti osteoartritis juga menjadi perhatian utama. Karena itu, komunitas tersebut menghadirkan kelas Pilates berintensitas rendah (low impact) yang berfokus pada peningkatan fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan otot inti, serta mobilitas sendi.

“Latihan ini berfokus pada peningkatan fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan otot inti, serta mobilitas sendi tanpa memberikan tekanan berlebihan pada tubuh,” kata Nadia.

Menurutnya, program Pilates diharapkan mampu membantu lansia tetap aktif bergerak, mengurangi risiko cedera, serta meningkatkan keseimbangan tubuh sehingga risiko terjatuh dapat ditekan.

Lebih dari sekadar tempat berolahraga, AgeLetics juga ingin menjadi ruang bagi para lansia untuk membangun gaya hidup sehat yang berkelanjutan melalui interaksi sosial yang positif.

“Komunitas ini juga mendorong para anggotanya untuk saling berinteraksi dan membangun hubungan sosial yang positif, karena kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam mendukung healthy aging,” ujar Nadia.

Saat ini, AgeLetics telah beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta, meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara melalui kerja sama dengan berbagai studio olahraga, di antaranya Forte Pilates, MOUV Pilates, Rumah Raga by Denada, STRDC Studio, dan Sides Pilates.

Dengan pendekatan berbasis kebutuhan lansia, AgeLetics berharap dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan masa tua yang sehat, aktif, dan produktif.

Melalui kombinasi latihan fisik, edukasi kesehatan, serta dukungan komunitas, para lansia diharapkan mampu mempertahankan mobilitas, meningkatkan kebugaran, dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik di usia senja.