Fem Indonesia, JAKARTA – Gaya hidup masyarakat perkotaan yang semakin sibuk sering kali membuat tanda-tanda awal gangguan kesehatan luput dari perhatian. Padahal, mengenali gejala sejak dini dan menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius.

Pesan tersebut mengemuka dalam acara bertajuk “Memahami Kesehatan dari Berbagai Sudut Pandang” yang diselenggarakan oleh Stomp & Stride The Marketing Agency bekerja sama dengan LohGuanLye Specialists Centre Penang, Malaysia, di Jakarta.

Dalam forum tersebut, para dokter spesialis menyoroti berbagai gangguan kesehatan yang kerap dianggap sepele, mulai dari penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), kesehatan mata, kanker ginekologi, hingga pentingnya pemeriksaan genetik sebagai bagian dari layanan kesehatan preventif.


Pakar THT Dato’ Dr. Lim Seh Guan menjelaskan bahwa polusi udara dan alergi menjadi pemicu utama berbagai keluhan pada saluran pernapasan atas. Namun, menurutnya, kebiasaan masyarakat yang sering mengorek telinga justru dapat memperparah kondisi karena menghilangkan lapisan pelindung alami telinga dan meningkatkan risiko infeksi.

Ia juga meluruskan anggapan yang berkembang mengenai penyebab bau mulut. Menurutnya, secara klinis halitosis lebih sering berasal dari masalah pada rongga mulut, sinus, sisa makanan yang menumpuk akibat kurangnya penggunaan benang gigi (flossing), hingga infeksi paru-paru seperti tuberkulosis, bukan semata-mata berasal dari gangguan lambung.

Sementara itu, spesialis mata Dr. Lim Chang Zhen mengingatkan bahwa meningkatnya durasi penggunaan gawai membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap penyakit mata seperti glaukoma. Penyakit tersebut sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal, tetapi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf mata apabila tidak terdeteksi sejak dini.


Menurutnya, pemeriksaan tekanan bola mata atau tonometri secara berkala, setidaknya setiap satu hingga dua tahun, menjadi langkah penting untuk mendeteksi glaukoma sebelum terjadi gangguan penglihatan yang tidak dapat dipulihkan.

Dalam sesi mengenai kesehatan perempuan, Dr. Tan Hoo Seong menekankan pentingnya skrining rutin, termasuk pap smear, sebagai upaya mendeteksi kanker serviks maupun kanker ginekologi lainnya pada stadium awal.

Ia mengatakan bahwa kanker yang ditemukan pada stadium pertama memiliki peluang kesembuhan yang sangat tinggi sehingga pemeriksaan berkala seharusnya dipandang sebagai investasi kesehatan jangka panjang, bukan dilakukan setelah muncul keluhan.

Selain pemeriksaan medis konvensional, para peserta juga diperkenalkan pada perkembangan layanan konsultasi genetik sebagai pendekatan preventif yang semakin berkembang.


Genetic Counsellor Cheah Yee Ling menjelaskan bahwa pemeriksaan DNA melalui sampel air liur atau sapuan pipi dapat membantu mengidentifikasi risiko penyakit keturunan, termasuk Hereditary Breast and Ovarian Cancer (HBOC) yang berkaitan dengan mutasi gen BRCA1 maupun BRCA2. Informasi tersebut memungkinkan dokter menyusun strategi pencegahan dan penanganan lebih dini sesuai profil risiko masing-masing individu.

Melalui kegiatan ini, Stomp & Stride The Marketing Agency bersama LohGuanLye Specialists Centre berharap masyarakat semakin memahami pentingnya membangun budaya kesehatan preventif. Tidak hanya dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mengenali sinyal kecil dari tubuh, tetapi juga memanfaatkan teknologi medis modern untuk mendeteksi risiko penyakit sedini mungkin demi menjaga kualitas hidup di masa depan.