Femindonesia.com, KUTAI KARTANEGARA – Aktris senior peraih Piala Citra, Erna Santoso, kembali melanjutkan misi pelestarian budaya Nusantara melalui lawatan ke Kalimantan Timur. Setelah sebelumnya menerima penghargaan budaya dari Puri Agung Singaraja, Bali, Erna kini mengunjungi kawasan bersejarah Kerajaan Mulawarman di Desa Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Perjalanan menuju situs bersejarah tersebut ditempuh selama beberapa jam dari Tenggarong. Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan budaya yang melibatkan tokoh adat, budayawan, serta perwakilan dari sejumlah negara, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Dalam kesempatan tersebut, Erna Santoso juga menerima penghargaan atas dedikasinya di bidang sosial dan pelestarian budaya.


Menurut Erna, keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Acara di Kalimantan adalah salah satu upaya dalam pelestarian budaya Indonesia yang beraneka ragam. Kita menyatukan visi dan misi untuk memperkuat persatuan nasional,” ujar Erna.

Ia menilai perjalanan budaya ke kawasan Kerajaan Mulawarman menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antardaerah sekaligus memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.


“Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menghargai toleransi dalam keberagaman agama, budaya, dan suku bangsa demi memperkuat persatuan nasional,” katanya.

Erna menambahkan, rangkaian kegiatan budaya tidak hanya berlangsung di Muara Kaman dan Tenggarong, tetapi juga ditutup dengan kunjungan ke kawasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai simbol masa depan Indonesia yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya.

Sementara itu, tokoh budaya dari Bali, YM Gusti Panji Agung, bersama Prof. Dr. Layla Tiara Bella dari Singapura mengatakan kehadiran mereka di Kalimantan merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya adiluhur Nusantara.


“Semoga negeri ini terus bersatu dalam kedamaian, kesejahteraan, dan kemakmuran,” ujar Gusti Panji Agung.

Hal senada disampaikan pengamat dan pelestari budaya, Elly Yuniarti, yang menyebut kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pelestarian budaya daerah melalui kunjungan ke Museum Mulawarman dan pelaksanaan ritual adat setempat.


Menurut Elly, budaya merupakan perekat bangsa yang mampu menyatukan masyarakat Indonesia di tengah keberagaman.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat terus menjaga, mengembangkan, dan mengharmonikan budaya sebagai perekat bangsa tanpa meninggalkan warisan luhur para pendahulu,” katanya.


Melalui perjalanan budaya ini, para peserta berharap sinergi lintas daerah dan lintas negara dapat semakin memperkuat upaya pelestarian warisan budaya Nusantara sekaligus menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan kebangsaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.