Femindonesia.com, JAKARTA — Reza Oktovian alias Reza Arap mengambil langkah tegas terhadap pihak yang diduga membajak dan menyebarkan rekaman film Harusnya Horror di media sosial.

Sutradara film tersebut mengaku tidak tinggal diam setelah menemukan adanya akun media sosial yang membagikan rekaman adegan film yang tengah tayang di bioskop. Salah satu akun yang akan disomasi adalah akun X @patriarkibasi.

Reza menilai tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran terhadap karya film, tetapi juga diperparah dengan unggahan bernada hinaan yang menyertai rekaman tersebut.

“Mengunggah spoiler dan pembajakan secara sadar, ketik caption dengan bernada hinaan secara sadar, bahkan setelahnya bilang terima kasih karena tweet-nya jadi ramai. Saya akan menempuh jalur hukum, dan melayangkan somasi terhadap akun X @patriarkibasi,” ujar Reza.

Bagi Reza, persoalan tersebut menjadi semakin sensitif karena adegan yang disebarkan memiliki makna emosional. Ia menyebut adegan itu berkaitan dengan almarhumah Lula Lahfah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan film tersebut.

“Di luar dari pembajakan, dia tertawa dan menghina tanpa memikirkan perasaan orang lain. Dia tidak tahu seberapa sakral adegan yang dia unggah,” kata Reza.

Reza menegaskan bahwa apa yang dilakukannya dalam adegan tersebut memiliki alasan personal. Ia menyebut adegan itu berkaitan dengan kebiasaan yang pernah dilakukannya terhadap Lula Lahfah semasa hidup.

“Yang saya lakukan di adegan tersebut tidak berdasarkan apapun, selain karena saya sering melakukan itu ke almarhumah Lula Lahfah,” tuturnya.

Rumah produksi Ess Jay Pictures sebelumnya juga telah memberikan imbauan kepada penonton agar tidak merekam layar bioskop dan menyebarkan potongan film ke media sosial.

Pihak produksi menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap pelaku pembajakan karena penyebaran rekaman film dapat merugikan karya yang masih diputar di bioskop.

Reza pun menegaskan bahwa Harusnya Horror memiliki nilai emosional tersendiri. Film tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan sekaligus legacy untuk mendiang Lula Lahfah.

“Film ini menjadi legacy dari almarhumah Lula Lahfah, jadi kalau ada pembajak yang secara sadar menyebarkan dan melakukan penghinaan, saya tidak segan-segan untuk menegur dan meminta pertanggungjawaban,” tegasnya.

Harusnya Horror menjadi debut layar lebar seluruh anggota AAAClan, yakni George Tierson (Jot), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Garry Andriawan Ang (Garry), Teguh Prakoso (Tepe), Aldy Renaldy (Aloy), Ariyanto (Ibot), Niko Junius (Niko), dan Bravyson (Vicong).

Film yang diproduseri Sridhar Jetty tersebut juga menampilkan Reynavenzka, Ronny P. Tjandra, Heroe Soewarno, Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos alias Cellos.