Femindonesia.com, Jakarta – Penyanyi sekaligus komposer Indra Adhari kembali menunjukkan konsistensinya di industri musik Tanah Air melalui single terbaru bertajuk Surga Cinta. Lagu tersebut dirilis sekitar dua pekan lalu di berbagai platform musik digital dan menjadi karya kedelapan dalam program One Month One Song yang dijalaninya sejak Januari 2026.

Tak berhenti di situ, Indra juga bersiap merilis versi remake lagu Dirantai Gelang Rindu, karya yang dipopulerkan Exists, band legendaris asal Malaysia. Peluncuran single tersebut dijadwalkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, melalui kerja sama dengan Dua Suara Media.

“Single Surga Cinta merupakan karya lagu ciptaan saya di program One Month One Song yang dikonsepkan Bang Bois Famous Maker. Setelah single ini, pada Jumat, 16 Oktober 2026, saya bersama Dua Suara Media meluncurkan remake single Dirantai Gelang Rindu yang dipopulerkan Exists, band legendaris Malaysia,” ujar Indra saat berbincang dalam program KOPI (Komentar Orang Pilihan Indonesia) bersama Bois Famous Maker.

Indra menjelaskan, Surga Cinta mengangkat kisah kehilangan seseorang yang telah tiada. Kerinduan mendalam kepada sosok tersebut menjadi inti cerita lagu ini, sekaligus menyampaikan keyakinan bahwa suatu saat mereka akan kembali dipertemukan di surga.

Kecintaan pada Musik Melayu Malaysia

Perilisan Dirantai Gelang Rindu memiliki makna tersendiri bagi Indra. Sejak duduk di bangku SMP, pria kelahiran Tangerang, 29 Maret 1999, ini mengaku telah menyukai musik pop dan slow rock Malaysia. Genre musik Melayu dinilainya memiliki karakter yang dekat dengan selera dan perasaannya.

“Dari sejak duduk di bangku SMP, aku sudah menyukai lagu-lagu pop dan slow rock Malaysia. Pas banget di hati saya, genre musik Melayu. Alhamdulillah, baru sekarang kesampaian berkat dibuka jaringannya oleh Bang Bois Famous Maker,” ungkap alumni SMK Negeri 5 Kota Tangerang tersebut.

Selain menjadi kesempatan untuk mewujudkan kecintaannya terhadap musik Malaysia, kolaborasi dengan Dua Suara Media juga diharapkan membuka peluang bagi Indra untuk memperluas jangkauan pendengarnya di kawasan Asia Tenggara.

Ia menyebut kerja sama dengan Wiliam dari Dua Suara Media berpotensi memperluas pasar musiknya, khususnya di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Apalagi, salah satu karyanya berjudul Ibuku Pahlawanku sebelumnya sempat viral di TikTok Malaysia.

Indra berharap Surga Cinta dapat meraih kesuksesan seperti karya-karya sebelumnya dalam program One Month One Song. Salah satu pencapaiannya terlihat melalui lagu Rindu Seorang Ayah, yang nyaris menembus 100 ribu penayangan di YouTube dalam kurun waktu dua bulan.

“Semoga single Surga Cinta sama suksesnya dengan single-single saya lainnya di konsep One Month One Song. Seperti lagu Rindu Seorang Ayah, yang nyaris tembus 100 ribu views di YouTube dalam waktu dua bulan,” tuturnya.

Indra juga mengajak para pendengar untuk mengikuti perkembangan karya dan aktivitas musiknya melalui akun media sosial Indra Adhari Official di Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok.

Bois Famous Maker Apresiasi Perjalanan Indra Adhari

Sementara itu, Bois Famous Maker selaku konsultan sekaligus pelaku industri musik menilai Indra Adhari sebagai musisi independen Indonesia yang memiliki visi dan semangat untuk terus berkembang.

Menurut Bois, Indra memiliki rekam jejak produktif dalam menciptakan karya. Sebelumnya, ia bahkan telah merilis 50 lagu di platform musik digital, yang menunjukkan keseriusannya membangun karier secara mandiri.

“Indra Adhari musisi yang berjuang dari nol, termasuk ngamen dari kafe ke kafe, dan sempat juga keluar masuk label musik ternama di Indonesia,” kata Bois.

Di luar aktivitas bermusik, Indra juga menjalankan usaha workshop produksi di bidang periklanan berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah dirintis sekitar tiga tahun lalu.

Bagi Bois, kemampuan Indra menjaga produktivitas musik sekaligus mengembangkan usaha merupakan nilai lebih yang patut diapresiasi. Ia melihat Indra tidak hanya memiliki semangat berkarya, tetapi juga jiwa kewirausahaan yang kuat.

“Musik jalan, usaha UMKM-nya juga jalan,” tegas Bois.

Melalui konsistensi merilis lagu setiap bulan, Indra Adhari berupaya membangun identitas sebagai musisi independen dengan karya yang beragam.

Kehadiran Surga Cinta sekaligus rencana perilisan remake Dirantai Gelang Rindu menjadi bagian dari langkahnya memperluas jangkauan musik Indonesia ke pasar Asia Tenggara, khususnya bagi pencinta pop dan slow rock Melayu.