Femindonesia.com, Jakarta – Film drama keluarga Desember Jani produksi Palari Films resmi merilis trailer dan poster untuk penonton Indonesia pada Kamis (5/11). Perilisan ini menyusul keberhasilan film tersebut meraih penghargaan Asian Future Special Mention di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39.
Film yang mengangkat kisah empat perempuan dari tiga generasi ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026. Desember Jani sekaligus menjadi debut film panjang sutradara Ariani Darmawan setelah hiatus, serta menandai kembalinya Sigi Wimala ke layar lebar.
Mengusung tagline “Satu rahasia, tiga generasi, empat perempuan”, Desember Janimenghadirkan kisah keluarga yang dipenuhi kasih sayang, luka, dan percakapan yang belum terselesaikan.
Trailer film memperkenalkan empat perempuan dalam satu rumah, yakni Oma (Tutie Kirana), Winnie (Sigi Wimala), serta dua anak perempuannya, Julia (Hyori Mika) dan Jani (Chempa Puteri).
Ketika Julia pergi dari rumah tanpa pamit, Jani menyimpan sebuah rahasia. Ia dihadapkan pada pilihan sulit, tetap diam demi kakaknya atau mengungkapkan kebenaran kepada sang ibu.
Nuansa emosional tersebut juga tergambar dalam poster resmi film. Keempat karakter berada di ruang tamu yang sama, memperlihatkan kehangatan hubungan Jani dengan Oma, sekaligus jarak emosional antara Winnie dan anak sulungnya.
Potret tersebut menggambarkan keluarga yang tidak sempurna, tetapi masih memiliki keinginan untuk saling memahami dan memperbaiki hubungan.
Produser Meiske Taurisia mengatakan, penghargaan Asian Future Special Mention menjadi apresiasi berharga bagi seluruh pihak yang terlibat dalam produksi film tersebut.
“Penghargaan ini memberikan kepercayaan bahwa akan selalu ada kesempatan untuk pertama kali. Film panjang pertama untuk Ariani Darmawan sebagai sutradara, skenario pertama untuk Cyntha Hariadi, pertama kali menjadi aktor utama bagi Chempa Puteri, dan film panjang pertama buat aktor Hyori Mika,” ujar Meiske.
Ia juga menyebut penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kembalinya Sigi Wimala ke layar lebar serta dedikasi Tutie Kirana yang telah berkarya lebih dari 50 tahun.
Meiske berharap Desember Jani dapat dirayakan oleh penonton Indonesia dan memantik berbagai percakapan yang belum selesai dalam keluarga.
Refleksi Personal Ariani Darmawan
Desember Jani menjadi debut film panjang Ariani Darmawan setelah rehat dari penyutradaraan film panjang. Seniman visual sekaligus pendiri Kineruku Bandung tersebut sebelumnya dikenal melalui karya film pendek dan dokumenter bertema identitas, termasuk Sugiharti Halim yang pernah berkompetisi di Clermont-Ferrand.
Bagi Ariani, film ini menjadi refleksi personal tentang hubungan seorang ibu dan anak, serta perasaan-perasaan yang kerap tersembunyi dalam sebuah keluarga.
“Dari luar, mungkin kita akan melihat bahwa ini cerita tentang keluarga tiga generasi. Ada satu anaknya yang pergi dari rumah dan bagaimana mereka menunggu sang anak pulang. Sambil menunggu, kemudian mereka saling terkoneksi satu sama lain,” kata Ariani.
“Lebih dari itu, saya pikir Desember Jani juga tentang perasaan-perasaan terdalam mereka. Semua orang pasti punya lukanya masing-masing. Bahkan yang paling kecil pun juga sudah memiliki lukanya sendiri,” tambahnya.
Skenario film ditulis Ariani bersama Cyntha Hariadi, penyair dan novelis yang dikenal melalui kumpulan cerpen Manifesto Flora. Kolaborasi tersebut menghadirkan karakter-karakter dengan perspektif berbeda, sehingga penonton dapat memahami pengalaman dan perasaan masing-masing anggota keluarga.
Kembalinya Sigi Wimala ke Layar Lebar
Dalam film ini, Sigi Wimala memerankan Winnie, seorang ibu tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga. Winnie menyimpan rasa bersalah sejak anak sulungnya pergi dari rumah.
Bagi Sigi, karakter Winnie menggambarkan persoalan komunikasi yang sering terjadi dalam hubungan orang tua dan anak. Hal-hal kecil yang tidak tersampaikan dengan baik dapat berkembang menjadi persoalan besar.
“Sebagai orang tua tunggal, Winnie harus jadi segalanya di rumah. Pulang kerja sudah capek, dan capek itu sering keluar dalam bentuk marah. Bukan karena tidak peduli. Yang sebenarnya ingin dia bilang cuma, ‘Ibu khawatir sama kamu,’” ujar Sigi.
Ia berharap film ini dapat mengingatkan para orang tua agar lebih memahami diri sendiri dan tidak terlalu keras ketika menghadapi kesalahan dalam berkomunikasi dengan anak.
“Aku berharap orang tua yang menonton bisa sedikit lebih lembut pada diri sendiri. Lelah itu manusiawi, salah bicara juga bisa terjadi. Yang penting, kita masih mau mencoba bicara lagi dengan anak kita,” tambahnya.
Selain Sigi, film ini dibintangi Chempa Puteri dalam peran utama pertamanya sebagai Jani dan Hyori Mika yang menjalani debut film panjang sebagai Julia. Keduanya juga menyanyikan ulang lagu Kopi Kaleng karya Harlan Boer sebagai original soundtrack (OST) film.
Sementara itu, Tutie Kirana tampil dengan karakter berbeda melalui perannya sebagai Oma yang hangat dan jenaka.
Desember Jani merupakan film kesebelas Palari Films, diproduseri Meiske Taurisia dengan Luna Maya sebagai produser eksekutif.
“Sebagai film kesebelas Palari Films, Desember Jani lahir dari kepemimpinan kreatif perempuan dan kolaborasi istimewa. Ini bukan tentang keluarga yang sempurna, melainkan tentang keluarga yang terus mencoba,” ujar Meiske.
Palari Films Gelar Kompetisi Film Pendek Stories of Her
Menyambut penayangan Desember Jani, Palari Films berkolaborasi dengan CapCut menggelar kompetisi film pendek bertema Stories of Her.
Kompetisi ini terbuka bagi kreator perempuan berusia 18 tahun ke atas dengan karya berdurasi 3–5 menit. Peserta diharapkan mengangkat pengalaman dan perspektif perempuan dalam keluarga, termasuk hubungan ibu dan anak, saudara, serta lintas generasi.
Para peserta akan mendapatkan pembekalan materi dari produser Desember Jani, Meiske Taurisia, serta sutradara Mouly Surya. CapCut juga memberikan panduan teknis untuk mendukung proses pembuatan film.
Kompetisi berlangsung pada 26 Oktober hingga 22 November 2026, sedangkan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 25 November 2026.
Selain kompetisi, CapCut turut merilis template khusus Desember Jani mulai 5 November 2026. Pengguna dapat memasukkan foto atau video pribadi untuk membuat konten dengan identitas visual film, termasuk title treatment, elemen visual, stiker, potongan dialog, serta OST Kopi Kaleng versi Jani dan Julia.
Melalui film ini, Palari Films mengajak penonton melihat kembali hubungan dalam keluarga, memahami luka yang mungkin tidak pernah terucap, dan membuka ruang untuk percakapan yang lebih jujur.


Tinggalkan Balasan