Femindonesia.com, TANGERANG – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong optimalisasi pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia untuk menghasilkan bahan baku obat yang memiliki keunggulan spesifik.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat industri farmasi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku obat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji saat membuka KRISTAInterFOOD 2026, pameran internasional industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Rabu (4/11/2026).


Menurut Sarmuji, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar dan berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, baik untuk kebutuhan pangan maupun farmasi.

“Di sektor farmasi juga demikian. Kita ingin keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat luar biasa dapat diekstrak dan dikembangkan menjadi bahan baku obat yang memiliki keunggulan spesifik, bahkan keunggulan yang hanya dimiliki Indonesia,” ujarnya.

Ia menyoroti ketergantungan industri farmasi nasional terhadap bahan baku obat impor. Karena itu, pemerintah mendorong penguatan penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) agar sumber daya alam Indonesia dapat diolah secara optimal.

“Saat ini, kita masih mengimpor bahan baku obat dalam jumlah yang sangat besar. Mengapa kita tidak mengolah dan menginvestasikan sumber daya yang ada untuk memperkuat penelitian dan pengembangan?” kata Sarmuji.


Selain sektor farmasi, pemerintah juga berkomitmen mendorong inovasi produk dalam negeri agar mampu memberikan nilai tambah dan memperluas peluang pasar.

Sarmuji mencontohkan produk purple collagen yang diproduksi oleh salah satu pemenang program televisi. Produk tersebut dinilai menarik karena menawarkan inovasi dengan harga yang relatif terjangkau bagi masyarakat.

“Inovasi-inovasi seperti ini akan terus kita dorong. Pemerintah memiliki komitmen untuk meningkatkan pemanfaatan produk-produk dalam negeri agar nilai tambahnya semakin maksimal,” tegasnya.

Ia berharap pengembangan produk berbasis sumber daya lokal dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat industri nasional, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang bagi produk Indonesia untuk menembus pasar yang lebih luas.


KRISTAInterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta

KRISTAInterFOOD 2026 merupakan pameran perdagangan internasional industri makanan dan minuman terbesar di Asia yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group pada 4–7 November 2026 di Nice Pantai Indah Kapul 2, Tangerang Banten.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions Daud Salim mengatakan, KRISTA InterFOOD 2026 dirancang sebagai platform untuk mempertemukan inovasi produk dan teknologi dengan peluang bisnis di industri makanan dan minuman.

“Melalui partisipasi pelaku industri nasional dan internasional serta lebih dari 40 program yang mencakup kompetisi berskala internasional, seminar, talkshow, dan business matching, kami mendorong terciptanya kemitraan strategis, perluasan akses pasar, dan peluang investasi berkelanjutan,” ujar Daud.

Pameran tahun ini juga menghadirkan Paviliun Amerika Serikat, China, dan Thailand dengan total 70 peserta. Selain produk makanan dan minuman, pengunjung dapat menemukan teknologi pengolahan, peralatan industri, serta solusi pendukung distribusi dan penyimpanan produk.

KRISTA InterFOOD 2026 diselenggarakan bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan ALL Indonesia Cooltech Expo. Ketiga pameran tersebut mencakup industri makanan dan minuman, produk hasil laut dan perikanan, serta teknologi pendinginan dan rantai dingin (cold chain).

Rangkaian kegiatan pendukung meliputi Indonesia Food Innovation (IFI) 2026 yang berfokus pada pengembangan produk antara (intermediate product) berbasis sumber daya lokal, kompetisi chef, kompetisi kopi, kompetisi gelato, serta berbagai seminar dan program business matching.

Memasuki penyelenggaraan ke-27, pameran ini menempati area seluas 60.000 meter persegi yang terbagi dalam 11 hall di tiga gedung utama, yakni Building A, B, dan C. Pameran ini menargetkan 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara.

Selain menampilkan berbagai produk makanan dan minuman, pameran ini juga menghadirkan Seafood Show Asia Expo dan ALL Indonesia Cooltech Expo dalam satu rangkaian penyelenggaraan. Sejumlah agenda unggulan turut meramaikan pameran, antara lain Indonesia Food Innovation (IFI) 2026 yang berfokus pada pengembangan produk antara berbasis sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing global.

Ada pula La Cuisine Cooking Competition & Global Chef Championship 2026 yang melibatkan sekitar 1.100 chef lintas negara dalam lebih dari 30 kategori kuliner tradisional dan internasional. Kompetisi kopi spesialis, Gelato World Tour 2026, serta berbagai kegiatan pertukaran pengetahuan dan pengembangan keterampilan juga menjadi bagian dari agenda pameran.

KRISTAInterFOOD 2026 berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang, pada 4–7 November 2026, pukul 10.00–19.00 WIB.