Femindonesia.com, Jakarta – Nama Arief Okep Budiman bukanlah sosok baru di industri broadcast entertainment Indonesia. Berawal dari penyiar radio pada era 1990-an, pria kelahiran Jakarta, 9 September 1977, ini terus mengembangkan kariernya di dunia produksi audiovisual, program televisi, video musik, hingga sinema digital melalui rumah produksi yang didirikannya, DR Production.

Perjalanan panjang tersebut menjadi bukti konsistensi Arief, yang akrab disapa Okep, dalam mengikuti perkembangan industri hiburan. Berbekal pengalaman lebih dari dua dekade, ia berhasil melewati berbagai perubahan teknologi, mulai dari era analog, digital, produksi virtual, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Alhamdulillah, eksistensinya berawal dari penyiar radio hingga berlanjut ke dunia broadcast audiovisual sebagai produser program di MTV, GTV, hingga mendirikan DR Production,” papar Okep saat berbincang dalam program KOPI (Komentar Orang Pilihan Indonesia) bersama Bois Famous Maker.

Berawal dari Penyiar Radio Mustang FM

Karier Okep di industri hiburan dimulai pada 1999 ketika bergabung dengan Mustang FM, yang saat itu mengudara di frekuensi 100,55 FM dan kini dikenal sebagai 88,0 FM.

Tidak hanya bertugas sebagai penyiar, ia juga terlibat dalam tim produksi yang menangani berbagai program radio, mulai dari tangga lagu Top 40, drama radio, iklan komersial, hingga materi promosi.

Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dalam merancang konsep program, baik untuk acara yang telah berjalan maupun program baru.

Salah satu pengalaman penting dalam perjalanan kariernya adalah ketika membawakan Rock N’ Rhythm, program musik rock yang dikenal di kalangan pencinta musik cadas pada era 1990-an.

Program tersebut menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan lagu-lagu rock yang jarang mendapat tempat di radio arus utama. Keberanian menghadirkan materi musik yang berbeda turut membentuk karakter Okep dalam mengembangkan konsep dan konten hiburan.

Pada 2001, kesempatan baru datang ketika ia ditawari bergabung dengan MTV. Pengetahuan musik yang diperolehnya selama bekerja di radio semakin berkembang melalui keterlibatannya dalam produksi program televisi yang dekat dengan kehidupan anak muda.

Salah satu program yang pernah digarapnya adalah MTV Ampuh, selain sejumlah program MTV lainnya yang populer pada masanya.

Perjalanan kariernya berlanjut pada 2004 ketika bergabung dengan Global TV, yang kini dikenal sebagai GTV. Di stasiun televisi tersebut, Okep menangani beragam program, mulai dari acara musik, talk show, hingga variety show.

Pada 2008, ia sempat bekerja sebagai Operation Manager di KidZania Jakarta. Namun, kecintaannya terhadap dunia produksi dan proses pengambilan gambar membuatnya kembali menekuni bidang yang telah membesarkan namanya.

“Pada 2009, saya mulai kembali freelance sebagai director atau producer untuk menangani program televisi populer, seperti Indonesian Idol, X-Factor, Pilih-Pilih Mantu, Boy N Girl Band Indonesia, dan lain-lain,” ungkap lulusan SMA Negeri 70 Jakarta Selatan pada 1995 tersebut.

Okep juga merupakan alumnus Perbanas Jakarta, jurusan Akuntansi, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2000.

Mendirikan DR Production dan Menembus Pasar Internasional

Pengalaman bekerja di radio, televisi, dan berbagai produksi hiburan menjadi modal bagi Okep untuk membangun usaha sendiri. Pada 2012, ia memberanikan diri mendirikan DR Production, sebuah rumah produksi independen yang kini berkantor di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

DR Production menangani berbagai kebutuhan produksi audiovisual, antara lain video komersial digital, siaran langsung atau live streaming, seminar, profil perusahaan, serial web, hingga microdrama yang belakangan semakin berkembang di industri hiburan digital.

Rumah produksi tersebut juga aktif menggarap video musik bagi musisi dan perusahaan rekaman di Indonesia. Sejumlah karya yang pernah ditangani antara lain video musik Kerispatih berjudul Kejujuran Hati, Radja dengan Jujur, Ikang Fawzi melalui Berikanlah Waktu, Emil Dardak lewat Sesaat Kau Hadir, serta Syifa Hadju dengan Setia Atau Bodoh.

Selain video musik, Okep dan tim DR Production juga berpengalaman menangani proyek music showcase sejumlah musisi Tanah Air, di antaranya Iwan Fals, Peterpan–Noah, Isyana Sarasvati, Raisa, Rizky Febian, dan Kotak.

Pengalamannya tidak terbatas pada musisi Indonesia. Ia juga terlibat dalam sejumlah proyek yang menghadirkan artis internasional, seperti Dua Lipa, Anne-Marie, dan HONNE.

Di bidang produksi internasional, DR Production pernah mengerjakan proyek bersama SBS TV dan DNA Production dari Korea Selatan. Salah satunya berupa program variety show yang proses pengambilan gambarnya berlangsung selama satu bulan di Korea.

Okep juga pernah menangani proyek pariwisata di Jepang dan Singapura. Sementara itu, kerja sama dengan JOOX Music berlangsung pada periode 2016 hingga 2023.

Beragam pengalaman tersebut memperluas cakupan bisnis DR Production sekaligus memperkuat kemampuannya dalam menangani kebutuhan produksi dari berbagai sektor industri.

Menimba Ilmu Film di Australia, Kembangkan Microdrama Berbasis AI

Keinginan untuk terus belajar membawa Okep meraih beasiswa Australia Awards Indonesia pada 2025. Melalui program tersebut, ia berkesempatan mengikuti kursus singkat di Griffith University, Brisbane, Australia, dengan fokus pada penyutradaraan dan penulisan naskah.

Pendidikan tersebut menjadi bekal tambahan untuk mengembangkan kemampuannya dalam membangun cerita, mengarahkan pemain, serta memahami proses kreatif dalam produksi film.

Sepulang dari Australia, Okep mendapat tawaran untuk menggarap microdrama bagi Vision+, platform layanan streaming atau OTT di bawah MNC Group.

“Sepulang dari menempuh pendidikan film di Australia, salah seorang petinggi Vision+ menghubungi untuk meminta dibuatkan microdrama. Berbekal pengetahuan dan beberapa referensi, jadilah tayangan microdrama pertama di MNC Group,” terangnya.

Menurut Okep, respons positif masyarakat terhadap tayangan tersebut mendorong dirinya bersama tim untuk terus mengembangkan produksi microdrama hingga sekarang.

DR Production bahkan mengembangkan konsep microdrama hybrid, yakni memadukan proses pengambilan gambar secara langsung dengan teknologi AI. Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengeksplorasi kemungkinan baru dalam proses produksi konten audiovisual.

Bagi Okep, perkembangan teknologi bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, pelaku industri kreatif perlu memahami dan memanfaatkan teknologi secara tepat agar mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan penonton.

Dengan pengalaman di berbagai bidang produksi, ia terus mendorong DR Production untuk beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi hiburan, khususnya di tengah pertumbuhan platform digital dan konten berdurasi pendek.

Menjaga Integritas dan Mengejar Mimpi Menyutradarai Film Superhero

Saat ini, DR Production menyediakan layanan produksi untuk beragam klien, mulai dari korporasi swasta, instansi pemerintah, industri musik, perusahaan media, agensi periklanan, agensi key opinion leader (KOL), penyelenggara acara, hingga platform OTT dan klien dari luar negeri.

Pengalaman lebih dari 20 tahun di industri hiburan membuat Okep terbiasa menghadapi perubahan sekaligus memahami pentingnya menjaga kualitas produksi dan profesionalisme.

Baginya, kemampuan beradaptasi harus berjalan beriringan dengan kemauan untuk terus belajar. Industri hiburan yang kompetitif menuntut setiap pelaku untuk memperbarui pengetahuan, mengasah keterampilan, serta menjaga etika dalam bekerja.

“Dunia entertainment keras, sehingga harus terus berkembang dan belajar ilmu baru dengan tetap mengedepankan etika dan integritas profesi,” tegasnya. Meski telah menggarap beragam program televisi, video musik, pertunjukan musik, hingga microdrama, Okep masih menyimpan ambisi besar dalam perjalanan kreatifnya.

Ia bercita-cita menyutradarai film bertema superhero dengan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) lokal yang mampu menembus pasar internasional. Mimpi tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Okep untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang penyutradaraan dan penulisan cerita.

Dari ruang siaran radio hingga produksi audiovisual berbasis teknologi AI, perjalanan Arief Okep Budiman memperlihatkan bagaimana pengalaman, kreativitas, dan kemauan belajar dapat menjadi modal untuk bertahan sekaligus berkembang di industri hiburan yang terus berubah.