Femindonesia.com, Cibubur — Praktisi kesehatan holistik sekaligus pemilik Bonte Center Cibubur, Chandra Wahyu, memberikan klarifikasi mengenai kondisi rumah tangganya yang kini telah berada di penghujung perjalanan. Chandra menyebut dirinya dan sang istri telah memilih untuk menjalani kehidupan masing-masing setelah melalui berbagai pertimbangan.

Dalam keterangannya kepada awak media di Bonte Center Cibubur, Chandra mengatakan keputusan tersebut tidak terlepas dari adanya perbedaan karakter serta cara pandang dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga.

“Setiap hubungan tentu memiliki perjalanan. Ada kalanya kita menemukan kesamaan, ada pula saat kita menghadapi perbedaan. Setelah melalui berbagai pertimbangan, saat ini saya dan istri sudah tidak menemukan jalan untuk kembali bersama. Kami memiliki banyak perbedaan, terutama dalam karakter dan cara menyelesaikan persoalan rumah tangga,” ujar Chandra.

Chandra juga mengungkapkan bahwa dirinya saat ini masih menunggu proses yang berkaitan dengan pendaftaran perceraian sesuai ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku.

Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besarnya maupun keluarga besar sang istri apabila selama menjalani kehidupan rumah tangga terdapat perkataan, sikap, atau perbuatannya yang dianggap kurang berkenan.

“Saya dengan tulus meminta maaf kepada keluarga besar saya dan keluarga besar istri apabila selama perjalanan kami ada perkataan, sikap, atau perbuatan saya yang dinilai kurang berkenan. Semoga permintaan maaf ini dapat menjadi niat baik saya untuk menyelesaikan semuanya dengan cara yang sebaik-baiknya,” tuturnya.

Hormati Proses Hukum

Chandra menegaskan dirinya menghormati hak setiap pihak untuk menempuh jalur hukum apabila terdapat persoalan yang masih ingin dipermasalahkan. Ia memastikan akan mengikuti proses tersebut melalui kuasa hukumnya.

“Negara kita adalah negara hukum. Jika ada hal yang dirasa perlu dipersoalkan, tentu saya menghormati hak setiap pihak untuk menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Saya melalui kuasa hukum siap menjalani dan menghormati seluruh proses tersebut,” katanya.

Di tengah persoalan tersebut, Chandra berharap tidak ada pihak yang memperkeruh keadaan. Ia mengajak semua pihak untuk memberikan ruang agar masing-masing dapat menjalani kehidupan dengan tenang.

“Setiap pertemuan tentunya memiliki kemungkinan adanya perpisahan. Dalam sebuah hubungan, perbedaan pendapat adalah sesuatu yang mungkin terjadi. Karena itu, saya berharap persoalan ini tidak perlu diperkeruh. Mari kita selesaikan dengan kepala dingin dan saling menghormati,” ungkapnya.

Meski demikian, Chandra mengatakan dirinya tetap akan mengambil langkah hukum apabila terdapat tindakan dari pihak mana pun yang dinilai telah melewati batas atau mengganggu kehidupan pribadinya.

“Saya berharap semuanya dapat berjalan dengan baik. Namun, apabila ada pihak yang bertindak melewati batas dan mengganggu kehidupan pribadi saya, tentu melalui kuasa hukum saya akan mengambil langkah yang diperlukan sesuai dengan hukum yang berlaku. Ini bukan tentang memperbesar masalah, tetapi tentang menjaga batas dan menghormati hak masing-masing,” tegasnya.

Memilih Berdamai dengan Keadaan

Alih-alih memperpanjang persoalan, Chandra memilih memandang berakhirnya rumah tangga sebagai bagian dari perjalanan hidup yang perlu diterima dengan lapang dada.

“Tidak ada orang yang ingin mengalami kegagalan dalam sebuah hubungan. Tetapi apabila pada akhirnya memang kami tidak berjodoh dan hubungan ini justru mulai mengganggu ketenangan serta ibadah, maka berpisah dengan cara yang baik dapat menjadi salah satu pilihan yang perlu dijalani,” kata Chandra.

Ia juga meminta masyarakat, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengenalnya untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian berdasarkan informasi yang belum tentu menggambarkan persoalan secara utuh.

“Saya tidak meminta apa-apa. Saya hanya memohon doa agar kami berdua selalu diberikan kesehatan, ketenangan, dan dapat menjalankan aktivitas masing-masing dengan baik. Biarlah ini menjadi salah satu kisah dalam kehidupan saya, dan semoga dari setiap perjalanan selalu ada pelajaran yang bisa diambil,” ujarnya.

Kembali Fokus pada Kesehatan Holistik

Setelah memberikan klarifikasi mengenai persoalan rumah tangganya, Chandra memastikan dirinya akan kembali memusatkan perhatian pada aktivitas profesionalnya di bidang kesehatan holistik melalui Bonte Center Cibubur. Bahkan pada bulan Oktober 2026, program Bonte Cari Pahala akan kembali digelar di Mal Kota Depok pada 11 Oktober bersama Persatuan Wartawa Indonesia Kota DepokZ

Ia mengatakan ingin tetap memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat tak mampu sekaligus berbagi pengetahuan kepada para murid yang mempelajari kesehatan holistik.

“Saya ingin kembali fokus pada apa yang selama ini menjadi bagian dari pengabdian saya, yaitu memberikan layanan kesehatan holistik dan mengajar kesehatan holistik kepada murid-murid saya. Saya ingin tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Selain menekuni bidang kesehatan holistik, Chandra juga tengah mempersiapkan diri untuk menjalankan profesi advokat pada masa mendatang.

“Mohon doanya, semoga tahun depan saya dapat menjalankan sumpah advokat. Saya ingin ilmu dan pengalaman yang saya miliki nantinya juga dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum, sekaligus terus memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu,” pungkasnya.

Chandra berharap persoalan yang tengah dihadapinya dapat menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus menjaga hubungan baik dengan semua pihak.

“Pada akhirnya, hidup adalah tentang bagaimana kita terus belajar, menerima, dan menjadi manusia yang lebih baik. Saya memilih untuk melanjutkan kehidupan dengan tenang, bekerja, belajar, beribadah, dan tetap memberikan manfaat bagi orang lain,” tutup Chandra.