FEM Indonesia, JAKARTA – Setelah penantian panjang selama 18 tahun, penyanyi, penulis lagu, dan novelis ternama Indonesia, Dee Lestari, akhirnya kembali merilis album studio ketiganya bertajuk “(Jangan) Jatuh Cinta”. Album ini menghadirkan perjalanan emosional yang menyentuh tentang patah hati, keteguhan, cinta, hingga proses merelakan.
Album yang berisi delapan lagu tersebut menjadi salah satu rilisan musik Indonesia yang paling dinantikan tahun ini. Selain menandai kembalinya Dee sebagai penyanyi dan pencipta lagu, karya ini juga mencerminkan kematangan artistik yang terus berkembang selama hampir dua dekade.
Salah satu lagu yang menjadi sorotan adalah “Cuma Satu Nama”, hasil kolaborasi Dee dengan Afgan. Lagu ini memiliki makna emosional yang mendalam karena ditulis bersama mendiang suaminya, Reza Gunawan.
Kehadiran lagu tersebut memberikan sentuhan yang sangat personal pada album ini. Kisah cinta yang pernah dituangkan bersama kini hidup kembali melalui musik, menjadi kenangan abadi yang dapat dinikmati oleh banyak pendengar.
Album ini juga menghadirkan “Hujan Bulan Juni”, sebuah karya yang terinspirasi dari puisi legendaris karya Sapardi Djoko Damono. Lagu tersebut sebelumnya diciptakan untuk film Hujan Bulan Juni pada 2017, namun baru mendapatkan perilisan resmi melalui album ini.
Dari sisi musikalitas, “(Jangan) Jatuh Cinta” disusun layaknya sebuah kisah yang mengalir. Lagu pembuka berjudul sama, yang diaransemen oleh Rendy Pandugo, menjadi pintu masuk menuju rangkaian cerita yang berkembang dari satu lagu ke lagu berikutnya.
Di pertengahan album, pendengar diajak menyelami sisi paling rapuh melalui lagu “Kabarku”, sebelum perlahan menemukan harapan kembali lewat “Hujan Bulan Juni” dan “Jadi Udara”. Susunan lagu yang terstruktur membuat album ini terasa seperti sebuah novel yang diterjemahkan ke dalam bahasa musik.
Pihak manajemen menyebut album ini sebagai penanda babak baru dalam perjalanan kreatif Dee Lestari. Dalam keterangan resminya, mereka mengajak publik untuk menyambut fase baru yang segar dari sang musisi.
Lebih dari sekadar album baru, “(Jangan) Jatuh Cinta” merupakan perayaan atas perjalanan panjang Dee Lestari sebagai penulis, penyanyi, dan seniman yang terus berevolusi, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu sosok kreatif paling berpengaruh di Indonesia. Foto: Dokumentasi Instagram @deelestari.


Tinggalkan Balasan