Femindonesia.com, JAKARTA — Puluhan filmmaker dan konten kreator menghadiri peluncuran kamera sinema digital terbaru Sony Indonesia, Sony FX5, yang digelar di HallF Patiunus, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).
Peluncuran tersebut menjadi ajang bagi para pelaku industri kreatif untuk mengenal lebih dekat kamera sinema berukuran ringkas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan produksi dengan tuntutan kualitas visual tinggi.
Acara turut dihadiri President Director Sony Indonesia Motoya Itako bersama jajaran petinggi Sony Indonesia. Selain sesi pengenalan produk, kegiatan juga menghadirkan diskusi panel bersama empat tokoh perfilman Indonesia, yakni sutradara Upie Guava, cinematographer Bagoes Tresna, filmmaker Joni Astin, serta film editor dan colorist Andhy Pulung.
Dalam diskusi tersebut, masing-masing pembicara membagikan pengalaman mereka menggunakan Sony FX5 dalam proses produksi.

Sutradara Upie Guava menyoroti efisiensi yang ditawarkan Sony FX5 ketika digunakan di lokasi syuting. Menurutnya, kemampuan kamera tersebut dapat membantu proses produksi berjalan lebih praktis tanpa mengorbankan kebutuhan visual.
Sementara itu, cinematographer Bagoes Tresna menilai kemampuan kamera dalam kondisi minim cahaya serta dynamic range menjadi salah satu keunggulan penting. Fitur tersebut dinilai mampu membantu menangkap detail gambar secara optimal dengan karakter visual sinematik.
Filmmaker Joni Astin turut menyoroti aspek mobilitas Sony FX5. Ukurannya yang ringkas membuat kamera lebih mudah digunakan untuk mengambil gambar dalam berbagai situasi dan kondisi produksi.
Keunggulan kamera tersebut juga dirasakan pada tahap pascaproduksi. Film editor dan colorist Andhy Pulung mengatakan reproduksi warna serta kedalaman data yang dihasilkan Sony FX5 memberikan keleluasaan dalam proses color grading.
Tak hanya mendengarkan pemaparan para profesional, para peserta juga mendapat kesempatan mencoba langsung Sony FX5. Panitia menyiapkan set syuting yang memungkinkan filmmaker dan konten kreator membuat materi secara langsung menggunakan kamera tersebut.
Salah satu peserta, Ayie Suminar dari komunitas Urban Spiritual Indonesia, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai acara peluncuran sekaligus sesi praktik memberikan wawasan baru bagi para kreator.
“Acara ini sangat menarik dan memberikan wawasan baru bagi kami konten kreator di bidang seni dan budaya untuk nantinya bisa berkreasi lebih baik lagi,” ujar Ayie.
Kehadiran Sony FX5 dalam kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan teknologi kamera sinema dengan kebutuhan nyata para filmmaker dan konten kreator, mulai dari proses pengambilan gambar hingga tahap pascaproduksi.


Tinggalkan Balasan