Femindonesia.com, JAKARTA – Fred Perry DNA Night 2026 mempertemukan komunitas, pencinta musik, dan pegiat kultur kreatif dalam sebuah perayaan gaya dan musik di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2026).
Menghadirkan MERAK, Alkateri, Grrrl Gang, The Adams, dan Agrikulture, acara ini menelusuri perjalanan identitas Fred Perry dari dunia olahraga hingga menjadi bagian dari streetwear dan berbagai subculture.
Perayaan tahun ini mengangkat lima hero styles yang menjadi identitas Fred Perry, yakni The Fred Perry Shirt, The Tennis Bomber, The Taped Track Jacket, The Barrel Bag, dan The Tennis Shoe. Kelima produk tersebut merepresentasikan perjalanan brand yang berakar pada sportswear dan berkembang bersama musik, gaya jalanan, serta komunitas lintas generasi.
Lebih dari sekadar simbol Laurel Wreath, setiap produk memiliki karakter dan sejarah tersendiri. The Fred Perry Shirt dikenal melalui kerah twin-tipped dan logo khasnya, sedangkan The Tennis Bomber dan The Taped Track Jacket memperlihatkan perpaduan elemen olahraga dengan gaya kasual dan streetwear.
Sementara itu, The Barrel Bag dan The Tennis Shoe berkembang dari kebutuhan fungsional menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Seiring diadopsi berbagai komunitas, produk-produk tersebut memperoleh interpretasi baru yang mencerminkan hubungan erat antara olahraga, musik, dan subculture.
Brand Manager Fred Perry Indonesia, Unita Fatimah, mengatakan hero styles menjadi representasi evolusi identitas Fred Perry dari sportswear menuju streetwear.
“DNA bagi Fred Perry direpresentasikan melalui Hero Styles dari brand yang menandai evolusinya dari sportswear menjadi streetwear. Styles ini telah diadopsi oleh berbagai generasi dan menjadi shorthand untuk sport, music, dan subculture,” ujar Unita.
Musik dan Komunitas Jadi Bagian Perayaan
Semangat subculture turut diterjemahkan melalui penampilan musisi dengan karakter musik yang beragam. MERAK membawa perpaduan vintage psychedelic rock dan musik alternatif, sementara Alkateri menghadirkan indie-pop dengan sentuhan shoegaze dan ambient post-rock.
Grup asal Yogyakarta, Grrrl Gang, tampil dengan karakter gitar yang kuat dan estetika do-it-yourself (DIY). The Adams dan Agrikulture juga melengkapi rangkaian pertunjukan yang memperlihatkan keberagaman skena musik Indonesia.
Di luar panggung, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas interaktif, mulai dari instalasi immersive tunnel yang menampilkan elemen visual Fred Perry hingga photobooth untuk mengabadikan momen selama acara.
Fred Perry juga menghadirkan aktivitas tenis meja sebagai bentuk perayaan hubungan panjang brand tersebut dengan olahraga raket. Area ini memberikan kesempatan bagi pengunjung dan komunitas untuk bermain maupun menyaksikan pertandingan dalam suasana santai.
Memasuki malam, suasana semakin semarak dengan pilihan musik dari SCRUBS!, Glasloop, dan Trip Do Brasil. Ketiganya menghadirkan ragam nuansa, mulai dari disco, house, dan hypnotic grooves hingga musik Brasil.
Melalui rangkaian pertunjukan dan aktivitas tersebut, Fred Perry DNA Night 2026 mempertemukan tiga elemen yang membentuk perjalanan brand, yakni sport, music, dan subculture.
Unita menambahkan, perayaan ini juga menjadi bagian dari perjalanan Fred Perry menuju ulang tahun ke-75 pada 2027.
“Dalam menyambut ulang tahun Fred Perry yang ke-75 pada 2027, Fred Perry mengangkat timeless styles yang mendefinisikan warisannya dalam sport, music, dan subculture. Dengan mempertemukan musisi dan subculture Indonesia, Fred Perry merayakan bagaimana styles ikonisnya terus diadopsi oleh setiap generasi sebagai sesuatu yang timeless dan autentik,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan