Femindonesia.com, JAKARTA — Luka kecil seperti lecet, cakaran, maupun sobekan ringan pada kulit kerap dianggap sepele. Padahal, luka yang tidak ditangani dengan baik dapat menjadi salah satu jalan masuk bakteri dan meningkatkan risiko infeksi.

Pentingnya perawatan luka sejak dini kembali ditekankan dalam talkshow bertema The New Generation of Wound Care: Smarter Protection for Everyday Life yang digelar di sela peluncuran Hansaplast Spray Plaster di Mal Kelapa Gading 3, Jakarta Utara, akhir pekan lalu.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Kevin Mak, mengatakan sekecil apa pun luka yang dialami tetap perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan.

“Luka sekecil apa pun perlu diperhatikan karena luka merupakan salah satu jalan masuk bagi bakteri yang menyebabkan infeksi. Kalau tidak ditangani, luka kecil berpotensi berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Karena itu luka sebaiknya ditutup dan dilindungi,” ujar dr. Kevin.

Menurutnya, penanganan luka tidak cukup hanya dengan membersihkannya menggunakan air. Dalam pertolongan pertama, luka dapat dibersihkan menggunakan air mengalir sebelum diberikan antiseptik dan kemudian dilindungi.

“Untuk pertolongan pertama, luka memang dapat dibersihkan terlebih dahulu dengan air mengalir. Setelah itu bisa diberikan antiseptik agar area luka tetap bersih sebelum diberikan perlindungan luka,” jelasnya.

Ia menambahkan, hal terpenting dalam perawatan awal adalah memastikan dasar luka berada dalam kondisi bersih sehingga risiko kontaminasi dapat diminimalkan.

Sementara itu, Marketing Manager Hansaplast, Yosephine Carolline, mengatakan penggunaan plester masih menjadi salah satu pilihan masyarakat ketika mengalami luka ringan. Namun, seiring perubahan gaya hidup dan semakin beragamnya aktivitas sehari-hari, kebutuhan terhadap produk perlindungan luka juga ikut berkembang.

Karena itu, Hansaplast menghadirkan inovasi melalui Spray Plaster yang menawarkan perlindungan luka dengan konsep berbeda.

“Konsepnya adalah The Invisible Plaster. Setelah disemprot hampir tidak terlihat, tetapi area luka tetap mendapatkan perlindungan,” kata Yosephine.

Menurut Yosephine, inovasi produk juga perlu diiringi dengan edukasi mengenai cara merawat luka yang tepat. Hansaplast memperkenalkan tiga langkah sederhana dalam perawatan luka, yakni bersihkan, lindungi, dan sembuhkan.

“Walau begitu edukasi tetap dibutuhkan. Untuk perawatan luka, kami mengenalkan tiga langkah sederhana, bersihkan, lindungi dan sembuhkan,” sambungnya.

Di kesempatan yang sama, Head of Trading Watsons Indonesia, Irwan Yapari, menilai inovasi produk perawatan luka merupakan bagian dari upaya industri dalam menjawab perubahan kebutuhan konsumen.

“Kita perlu melihat perkembangan pasar termasuk bagaimana kebutuhan konsumen terhadap produk perawatan luka dan produk kesehatan lainnya berubah,” ujar Irwan.

Peluncuran Hansaplast Spray Plaster sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan produk perawatan luka tidak hanya berfokus pada fungsi perlindungan, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan dan kebutuhan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.

Dengan demikian, perawatan luka ringan diharapkan tidak lagi dipandang sebagai hal sepele, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan menjaga kesehatan sehari-hari.