Femindonesia.com, Jakarta – Industri kopi tidak lagi hanya berbicara tentang asal biji, metode seduh, atau single origin. Perkembangan selera konsumen turut mendorong pelaku industri mengeksplorasi pengalaman rasa yang semakin beragam.
Fenomena tersebut menjadi salah satu perhatian Anomali Coffee ketika memperkenalkan “Musim Buah Anomali”, bertepatan dengan International Coffee Day pada 1 Oktober 2026.
Melalui kampanye seasonal ini, Anomali Coffee memperkenalkan koleksi Fruity Coffee Drip yang menawarkan empat karakter rasa, yakni Peach, Blackcurrant, Melon, dan Mango.

Kampanye yang diluncurkan di Anomali Coffee Senopati, Jakarta, tersebut mengangkat gagasan “coffee is a fruit” sekaligus menghadirkan pendekatan baru dalam menikmati kopi dengan karakter fruity, vibrant, dan naturally expressive.
Co-Founder Anomali Coffee Irvan Helmi melihat adanya perubahan dalam cara sebagian konsumen memilih kopi. Jika sebelumnya konsumen banyak mengenal kopi melalui identitas daerah asal atau single origin, kini mulai muncul konsumen yang datang dengan preferensi rasa yang lebih spesifik.
“Sekarang ada customer yang bilang, saya mau kopi yang rasa buah. Misalnya rasa peach, blackcurrant, melon atau mangga,” ujar Irvan.

Menurutnya, perubahan tersebut membuat cerita mengenai single origin tidak lagi menjadi satu-satunya pintu masuk untuk mengenalkan kopi kepada konsumen.
“Single origin bukan berarti tidak penting. Tetapi sekarang single origin bisa menjadi cerita komplemen. Tadinya cerita utama adalah kopinya berasal dari mana, sekarang orang juga mulai mencari kopi berdasarkan rasa,” katanya.
Perubahan perilaku tersebut sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi industri kopi untuk mengembangkan produk berdasarkan pengalaman rasa yang lebih mudah dikenali konsumen.
Anomali kemudian menggandeng partner prosesor, Sundara, untuk mengembangkan kopi dengan karakter rasa yang lebih spesifik. Pendekatan itu diwujudkan melalui koleksi Fruity Coffee Drip dalam kampanye Musim Buah.

Co-Fermentation untuk Mengembangkan Karakter Buah
Keempat varian Fruity Coffee Drip menggunakan proses co-fermentation, yaitu proses fermentasi terkontrol ketika coffee cherries difermentasi bersama bahan alami seperti buah segar atau fruit juice.
Proses tersebut membantu mengembangkan aroma dan karakter buah pada kopi, sekaligus mempertahankan karakter unik dari masing-masing kopi.
Anomali Coffee menekankan bahwa karakter fruity tersebut bukan berasal dari penambahan artificial flavor, melainkan dari proses pascapanen yang dirancang untuk menghasilkan kompleksitas aroma dan tasting notes yang lebih expressive dan fruit-forward.
Dari sisi konsumsi, produk tersebut juga dibuat praktis. Setiap sachet menggunakan V-shaped drip filter yang membantu air mengalir lebih merata melalui bubuk kopi sehingga menghasilkan ekstraksi yang lebih konsisten.
Hasil seduhan diarahkan pada karakter yang clean dan balanced, dengan aroma fruity yang lebih menonjol.
Strategi Seasonal untuk Menghadirkan Pengalaman Baru
“Musim Buah” tidak hanya diterapkan pada produk kopi drip. Anomali memperluas konsep tersebut ke dalam berbagai pilihan minuman dan dessert. Kategori Fruity Coldbrew menghadirkan empat varian, yaitu Coldbrew Blueberry, Coldbrew Cranberry, Coldbrew Coconut Lemon, dan Coldbrew Guava.
Sementara kategori smoothies menawarkan Mango Tropical, Dragon Bloom, dan Strawberry Velvet, yang menggunakan buah asli serta creamy pudding. Untuk melengkapi pengalaman, tersedia pula New York Cheese Cake dan Fruit Tartlet.
Konsep visual kampanye mengambil inspirasi dari suasana pasar buah dan menerjemahkannya dalam identitas yang lebih kontemporer dan playful. Konsep tersebut juga diterapkan pada merchandise berupa T-Shirt dan Foldable Tote Bag.

Bagi Anomali, pendekatan seasonal memberikan ruang untuk terus melakukan eksplorasi dan tidak terpaku pada satu karakter rasa.
Membuka Kemungkinan Eksplorasi Berikutnya
Irvan mengatakan, Musim Buah juga menjadi bagian dari perjalanan Anomali Coffee yang pada Agustus 2026 memasuki usia 19 tahun.
Ia mengibaratkan fase tersebut seperti seseorang yang memasuki usia kuliah. Setelah merasa mengenal dirinya, justru muncul kesadaran bahwa masih banyak hal yang belum diketahui dan bisa dipelajari.
“Sekarang kita sudah tahu Anomali dirinya seperti apa. Kita tahu bisa melakukan perubahan sampai sejauh mana. Tetapi semakin sampai saat ini, semakin banyak yang kita tahu bahwa ternyata banyak yang belum kita tahu,” ujar Irvan.
Karena itu, Musim Buah tidak menutup kemungkinan lahirnya eksplorasi dengan tema rasa lain di masa mendatang. “Bisa jadi nanti musim bunga. Bisa jadi rasa bunga,” kata Irvan.
Bagi industri kopi, eksplorasi tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus meninggalkan identitas kopi. Asal-usul, proses, dan karakter biji tetap menjadi bagian penting, namun pengalaman rasa dapat menjadi pintu masuk baru untuk memperluas segmen konsumen.
Melalui “Musim Buah”, Anomali Coffee mencoba mempertemukan dua hal tersebut: cerita panjang di balik kopi dengan cara yang lebih sederhana dan dekat dengan konsumen dimulai dari rasa yang mereka cari.



Tinggalkan Balasan