Femindonesia.com, JAKARTA – Kampung Legendaris 2026 kembali memanjakan pencinta kuliner dengan menghadirkan beragam makanan khas daerah. Digelar di Center Court Mal Ciputra Jakarta pada 12–23 Agustus 2026, tahun ini sekitar 40 tenant kuliner turut berpartisipasi, termasuk sejumlah pelaku usaha yang baru pertama kali mengikuti ajang tersebut.

Kehadiran tenant baru menjadi upaya penyelenggara menjawab masukan pengunjung yang ingin mencicipi kuliner berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto, mengatakan tidak mudah mengajak pelaku usaha kuliner daerah untuk membawa produknya ke Jakarta. Sebagian pemilik usaha bahkan membutuhkan waktu cukup lama untuk diyakinkan agar berpartisipasi.

“Jadi kita terima masukan, terutama dari pengunjung yang ingin mencoba yang baru pada tahun ini. Kampung Legendaris kan rutin tiap tahun diselenggarakan. Oleh karena itu kita akan mencoba menawarkan hal-hal yang baru, seperti Bubur Ikan Ahian, Kopi Asiang,” ujar Ferry.


Menurutnya, keikutsertaan pelaku kuliner daerah juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen di luar daerah asal.

“Kita coba meyakinkan brand owner untuk datang ke Jakarta, untuk mereka mencoba mempromosikan produk mereka keluar daerahnya. Karena belum tentu kesempatan warga Jakarta ke tempat mereka,” katanya.

Ferry mengungkapkan, proses mengajak sejumlah pemilik usaha kuliner daerah dapat berlangsung cukup panjang. Ada pemilik usaha yang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sebelum bersedia membawa produknya ke Jakarta.

“Bisa panjang. Ada yang bisa bulanan, ada yang tahunan. Karena meyakinkan mereka itu sulit sebab mereka merasa sudah cukup di daerahnya. Oleh karena itu untuk meyakinkan mereka keluar dari daerahnya butuh waktu, enggak bisa cepat,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran kuliner daerah baru di Kampung Legendaris 2026 dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha sekaligus pengunjung. Bahkan, konsep menghadirkan kuliner yang berbeda akan kembali dikembangkan pada penyelenggaraan tahun berikutnya.

“Siapa tahu mereka (pengunjung) punya rezeki atau punya kesempatan bisa datang ke tempat mereka berjualan. Untuk ke depan pasti mencoba atau menawarkan sesuatu yang berbeda lagi di tahun mendatang,” kata Ferry.

Ia menilai Indonesia memiliki banyak pelaku UMKM kuliner yang telah menjadi ikon di daerah masing-masing. Karena itu, Mal Ciputra Jakarta berupaya membuka ruang bagi mereka untuk memperluas pasar.

“Kita percaya di Indonesia banyak kuliner atau UMKM yang sudah menjadi raja di daerahnya masing-masing. Sebabnya kami mencoba meyakinkan lagi kepada mereka untuk datang ke tempat kami,” ujarnya.

Kopi Asiang Ikut Meramaikan Kampung Legendaris

Salah satu tenant baru yang hadir tahun ini adalah Kopi Asiang. Owner Kopi Asiang, Yohanes Efendi, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam Kampung Legendaris 2026. Pria yang dikenal dengan ciri khas bertelanjang dada saat menuangkan kopi tersebut mengatakan keikutsertaannya di Jakarta tidak lepas dari peran sang anak.

“Anak yang bikinkan. Mungkin dia punya hobi, kita suruh datang ke sini. Sebenarnya saya enggak bisa jalan-jalan, kurang gitu. Harapan saya, ya semoga terus maju, sukses,” ujar Yohanes.

Selain menghadirkan tenant kuliner halal dan nonhalal, Kampung Legendaris 2026 juga menawarkan sejumlah kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa tenant baru yang hadir antara lain Warung Nasi Pecel Yu Gembrot, Loenpia Gang Lombok, Bubur Ikan Ahian, Nasi Cumi Hitam Pak Kris, Kopi Asiang, Cuangki Rahayu Bandung, Oleh-Oleh Nusantara, RM Adem Ayem, Sei Jo Kupang, serta sejumlah pelaku kuliner lainnya.

Dengan keberagaman tersebut, Kampung Legendaris 2026 tidak hanya menjadi ajang wisata kuliner, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM daerah untuk memperkenalkan cita rasa khas daerah kepada masyarakat Jakarta.