Connect with us

Music

Lagu Saranghaeyo Bikin “Demam”, Tata Liem Malah Bersyukur

Published

on

FEM Indonesia – “Musik dan lagunya candu. Easy listening dengan lirik yang sederhana sehingga gampang untuk dinyanyikan dan enak di dengar. Salut dengan Tata Liem dan team yang berhasil memproduksi single ini,” ujar sahabat Tata Liem yang juga presenter Tommy Siahaan.

Begitu aku lelaki Batak hanya kepada Femindonesia.com mengomentari lagu Saranghaeyo yang dilantunkan mantan managernya itu.

Single Saranghaeyo sendiri tercipta karena pengalaman penciptanya, Div Ivangkia yang kebetulan memiliki kesamaan dengan Tata Liem lalu kemudian digabung menjadi lirik sebuah lagu. Uniknya pembuatan lagu tersebut juga dikerjakan hanya sehari. Hal ini terungkap dalam peluncuran resminya di Kopibrug, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (21/1)

“Soal liriknya pengalaman aku dan kak Tata. Tentang kepergian seseorang tapi dalam hati masih cinta. Kalau kak Tata diringgal anak angkat, kalau aku ditinggal orang tua. Kita punya cerita dan cemistry yang sama. Jadi selama setahun banyak curhat kak Tata yang saya tampung. Klimaksnya Oktober 2021, saya tidur setengah 5 pagi terus kebangun. Saya telpon kak Tata, bilang ada melodi. Kemudian hari itu juga bikin liriknya, besoknya take vokal,” papar Div lalu tersenyum.

Dalam peluncuran resmi single Saranghaeyo yang dibawakan Tommy Siahaan ini, Tata Liem mengaku bersyukur curhatan selama setahun karena kegundahan hati yang tak jelas itu menjadi sebuah lagu dengan melodi apik sehingga mudah bagi siapa saja untuk melantunkan.

“Masya Allah, alhamdulillah saya bersyukur sekali. Semua orang kena demam Saranghaeyo. Jadi Saranghaeyo titik balik berdamai dengan diri saya sendiri. Empat atau lima tahun marah dan kecewa enggak tahu benci sama siapa. Ini lagu hasil meredam kemarahan saya. Saya tidak tahu marah dan benci sama siapa. Saranghaeyo saya lepaskan semuanya, menjadi titik balik dan move on atas apa yang terjadi,” jelas Tata.

Bahkan, sambungnya, sejak beberapa tahun tahun vakum berkarya, ia tidak mengira lagu Saranghaeyo yang telah wara wiri di stasiun radio di berbagai daerah dan platform music digital sebelum resmi diliuncurkan mendapat respon positif dari para pencinta music.

“Saya mau berkarya dengan jujur untuk saya dan teman-teman dengar. Ternyata responnya bagus, eh di cover sama orang-orang. Tiba-tiba saya kaget penyanyi Samarinda cover versi Koreanya,” terangnya lagi.

“Saya bersyukur kepada Allah yang memberikan saya kekuatan dan bertahan. Sahabat dan abang saya semuanya yang sudah mensupport saya. Semoga lagu ini membawa cinta, keberkahan, kesehatan buat kita semua dan dunia musik berjaya kembali,” lanjut Tata Liem.

Pada acara yang meriah tersebut hadir pula sejumlah selebritas seperti Irma Darmawangsa dan Barbie Kumalasari. [foto : busan/teks : denim]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Music

Keshi Umumkan World Tour “Requiem” di Istora Jakarta pada 23 Februari 2025

Published

on

FEM Indonesia Taiwan – Live Nation Asia, TEM Presents, dan PK Entertainment dengan bangga mengumumkan bahwa keshi akan kembali ke Indonesia pada 23 Februari 2025 sebagai bagian dari Requiem Tour 2025 yang sangat dinantikan. 

keshi penyanyi, penulis lagu, produser, dan multi-instrumentalis kelahiran Houston yang populer mengumumkan bahwa ia akan memulai tur dunia utama musim gugur dan musim dingin ini untuk mendukung album keduanya yang akan datang, Requiem. 

Fans dapat menantikan malam yang tak terlupakan di Istora Senayan, Jakarta saat keshi menampilkan suara khas dan penampilannya yang memikat.

Tur 35 kota ini akan hadir di banyak arena paling ikonik di dunia di seluruh Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Asia. Dimulai pada 6 Oktober di Scotiabank Arena Toronto, perhentian tur termasuk Madison Square Garden New York, Kia Forum Los Angeles, Chase Center San Francisco, dan banyak lagi, sebelum menuju ke Eropa pada bulan Desember 2024, Australia/Selandia Baru pada bulan Februari, serta Asia pada bulan Februari dan Maret 2025.

Tiket akan tersedia di laman resmi keshiinjakarta2025.com. Penjualan tiket Artist Presale akan dimulai pada tanggal 29 Juli 2024 pukul 10.00 – 23.59 WIB. Penjualan tiket umum akan dimulai pada tanggal 30 Juli 2024 pukul 10.00 WIB.

Pengumuman tur dunia ini menyusul perilisan terbaru keshi, “Say,” dan pengumuman album full-length barunya yang ditunggu-tunggu, Requiem, yang akan dirilis pada 13 September melalui Island Records. 

“Say,” single dan video pertama dari album ini, memperkenalkan dunia megah yang dibangun keshi di Requiem. Lagu ini menjadi rekor streaming tercepat keshi, mencapai lebih dari 1 juta pendengar di Spotify saja dalam hari pertama.

Dalam beberapa tahun terakhir, keshi telah menjadi fenomena di dunia streaming, mengumpulkan lebih dari 11 miliar streaming dari trilogi EP dan album debutnya, Gabriel, yang dirilis pada tahun 2022. Kekuatan lagu-lagun keshi telah memberinya kesempatan untuk berkeliling dunia berulang kali, tiket konsernya terjual habis secara global, dan terus meningkatkan produksi dan penampilan live-nya. 

Menaikkan standar lebih tinggi lagi setelah pertunjukan terjual habis tahun lalu di Radio City Music Hall di New York dan The Greek Theatre di Los Angeles, keshi kini selalu memanifestasikan untuk panggung stadion penuh sesak di tiap lokasi yang dikunjunginya sepanjang tahun ini dan seterusnya.

Superstar asal Houston ini mengumumkan tur dunianya bertajuk “Requiem World Tour” untuk mendukung album keduanya, Requiem, yang akan dirilis pada 13 September melalui Island Records. 

Tur ini akan mencakup arena ikonik seperti Madison Square Garden di New York, Kia Forum di Los Angeles, dan 02 Arena di London.

Continue Reading

Music

Usai Ojo Dumeh, Penyanyi Ligea kini ‘Kecil Kecil Cabe Rawit’!

Published

on

FEM Indonesia Taiwan – Penyanyi asal Palembang, Ligea Cabe Rawit hadir kembali merilis sebuah single baru berjudul “Kecil Kecil Cabe Rawit”. Single ciptaan R. Kerta dan Donall, liriknya bercerita tentang seseorang yang cantik, imut, ceria, energik, dan centil. 

Walaupun kecil imut kata Ligea tapi akam menarik banyak perhatian orang karena pesona dan inner beautynya.

“Sebenarnya lirik yang ada di lagu ini sama seperti kisah nyata yang pernah aku alami dulu. Waktu itu, saat Ligea manggung di sebuah acara wedding dan even-event lokal di kampung halamannya. Ligea dibilang kecentilan jika sedang bernyanyi di atas panggung. Biduan-biduan itu kadang ada yang kurang suka melihat Ligea lincah dan energilk. Tapi Ligea sih bodo amat, tidak lantas membuat jadi mikir yang berat dan terganggu konsentrasi manggungnya. Biarin ajalah, gak apa apa. Terpenting Ligea tidak melanggar norma-norma kesusilaan,” ujar Ligea di Jakarta, Jum’at (19/7/2024).

Sedari kecil, Ligea mengaku kecil sudah lincah dan energik apalagi saat diatas panggung. Menurutnya itu bukan kecentilan. Sehingga banyak orang yang justru menyukai penampilannya. Banyak yang bilang  penampilannya itu saat pentas di atas panggung lucu dan menggemaskan. 

“Harapanku semoga lagu “Kecil Kecil Cabe Rawit” akan selalu mendapatkan tempat di hati para penikmat musik Dancedhut Indonesia di mana pun berada,” harap Ligea.

Mengenai video klip, “Kecil Kecil Cabe Rawit” telah rampung digarap oleh Sutradara Dvh. Bale dengan mengambil lokasi syuting di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Adapun konsep video klip menceritakan seorang perempuan yang senang berdandan sebelum pergi ke luar rumahnya.

Ligea yang biasa disapa Ligea Cabe Rawit memang penuh semangat dan berdedikasi tinggi dengan aktif berkarya di jalur musik, khususnya genre Dangdut. Setelah sebelumnya merilis single “Ojo Dumeh” versi Koplo dan kemudian “Ojo Dumeh” versi Dancedhut Mix.  

Continue Reading

Music

Meriahkan HUT SMA YP Unila ke-43, The Morse Heboh Nyanyikan Anak Sekolah Aku Harus Pergi

Kepala sekolah dan The Morse

Published

on

FEM Indonesia Taiwan – Grup band asal Lampung, The Morse kembali tampil apik dan menghibur di acara HUT SMA YP Unila ke 43. Perayaan yang digelar di lapangan sekolah itu berlangsung meriah.

Acara yang dimulai dengan jalan sehat dihadiri Kepala SMA YP Unila, Dra. Mey Sriyani, MM, Ketua Yayasan YP Unila, Dr. Ryzal Perdana, M.Pd. dan para tokoh pejabat di lingkungan Pendidikan Provinsi Lampung juga dimeriahkan penampilan Dide Hijau Daun.

Siswa dan undangan yang hadir antusias saat tampilnya grup band yang diperkuat oleh Ryan Agusti (vokalis dan gitaris), Muhammad Faras (bass) dan Wahyu Ismirzab Putra (drum) dan ikut menyanyikan lagu lagu yang dibawakan seperti Aku Harus Pergi, Sia-Sia, Terlatih Patah Hati (The Rain), Duka (Lastchild), dan Anak Sekolah (Chrisye).

“Sangat seru acara ini, selamat HUT SMA YP Unila yang Ke 43 semoga Smanila semakin keren dan maju kini dan di masa depan,” ujar Leo, vocalis The Morse.

Para siswa sekolah yang berseragam serba biru melihat penampilan anak muda The Morse sepertinya terhibur sejak awal lagu dilantunkan hingga lagu terakhir. Bahkan mereka menyanyi bersama sambil berjoget ketika dilantunkan tembang hit pemungkaa Anak Sekolah.

Seperti diketahui, kemunculan band The Morse pada bulan Juni 2024 lalu dengan merilis single hit “Aku Harus Pergi” dan sempat membuat geger dengan terpasangnya dua iklan spanduk berukuran besar wajah tiga anak muda tersebut ditengah alun alun Bandar Lampung. 

Dalam perilisannya disebuah kafe, dipadati undangan dan awak media. Sejak itulah, The Morse semakin dikenal dan mulai banyak undangan untuk tampil diberbagai acara acara anak muda dan mulai digandrungi karyanya berjudul Aku Harus Pergi.

Sementara SMA YP Unila yang mengundang khusus The Morse diketahui telah menghasilkan banyak lulusan berprestasi yang berkontribusi di berbagai bidang. Prestasi dan eksistensi SMA YP Unila di tengah persaingan antara sekolah di Lampung menjadi bukti komitmennya dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi generasi muda.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending