Connect with us

Movie & TV

Libur Nataru iQiyi Siapkan 26 Film Cina Beraneka Genre

Published

on

FEM Indonesia – PPKM pada level 3 yang diberlakukan di semua kota oleh pemerintah saat libur Nataru nanti diprediksi mengurangi jumlah masyarakat bermobillitas. Namun bagi yang ingin berkumpul bersama keluarga tidak perlu kuatir. Pasalnya iQiyi bakal menayangkan sejumlah film Cina menarik mulai akhir 2021 hingga 2020.

Dari rilis yang diterima, ada 26 judul film. Mulai genre kriminal, thriller, misteri, drama keluarga, komedi romantis sampai fantasi. Judul-judul film kriminal dan suspense antara lain Man on The Edge, Raid on The Lethal Zone, The Invisible Guest, Fading Shadow, The Sniper dan The Lost Kids.

Untuk film genre drama, Hachiko, The Home in the Tree 2, The Apprentice of Mensa, Ping-Pong of China dan In Our Prime. Film animasi anak, The Miracle House in the Clouds and Master Zhong.

Sementara bagi penyuka romantic, ada film Meet You in The Best Time. Sedangkan untuk film genre fantasi, The Hidden Fox. Film horror ada Skin serta Charging Out the Prisoner Camp and They Shall Not Pass.

Dari sekian film tersebut, tampil sejumlah actor maupun aktris yang berhasil menyabet berbagai penghargaan, semisal seperti Feng Xiaogang, Joan Chen, Simon Yam, hingga Nick Cheung. [foto : dokumentasi/teks : denim]      

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Movie & TV

Tayang di Bioskop di Hari Lebaran “Siksa Kubur” Jadi Bahan Renungan Manusia Hidup

Published

on

By

FEM Indonesia – Film horor garapan sutradara Joko Anwar dan produser Tia Hasibuan dari rumah produksi Come and See Pictures, “Siksa Kubur” tayang di bioskop mulai 11 April 2024 di hari Lebaran. 

Film yang dibintangi sederet aktor berbakat tanah air ini menghadirkan horor bertema keluarga dan menjadi bahan renungan untuk seluruh pemeluk agama tentang hari setelah kematian.

Berbagai media dan para kritikus film pun merespons secara positif film “Siksa Kubur” yang menunjukkan film ini sebagai salah satu film terbaik Joko Anwar. Para kritikus dan media juga sepakat film “Siksa Kubur” menyajikan sisi teknis yang mampu memberikan kengerian di depan layar. 

“Elemen teknisnya ada di level tertinggi,” ulas Cineverse. Sementara itu, Cinecrib menulis film “Siksa Kubur” sebagai “horor psikologis dengan ending bengis!”

Akun film yang memiliki pengikut 641 ribu di Twitter/X Watchmen, mengatakan “Siksa Kubur” membuat merinding sepanjang film. 

Sementara itu, akun film @CenayangFilm menyebut “Siksa Kubur is incredible.” Kritikus film senior Hikmat Darmawan juga mengatakan, “Siksa Kubur” sebagai salah satu film terbaik Joko Anwar.

Film “Siksa Kubur” mengikuti kisah tentang Sita dan Adil. Setelah kedua orangtuanya menjadi korban bom bunuh diri, Sita jadi tidak percaya agama. Sejak saat itu, tujuan hidup Sita hanya satu: mencari orang yang paling berdosa dan ketika orang itu meninggal, Sita ingin ikut masuk ke dalam kuburannya untuk membuktikan bahwa Siksa Kubur tidak ada dan agama tidak nyata. Namun, tentunya ada konsekuensi yang mengerikan bagi mereka yang tak percaya.

Film “Siksa Kubur” bukan sekadar horor biasa. Menghadirkan cerita yang menyentuh hati dan akan mengingatkan kita tentang kehidupan setelah mati. Tidak hanya menyajikan adegan, visual serta sensasi auditori horor yang menegangkan, tetapi juga menghadirkan drama spiritual yang menggugah hati. “Siksa Kubur” mengajak penonton untuk merenungkan makna hidup dan kematian, serta konsekuensi dari perbuatan manusia di dunia.

Film “Siksa Kubur” cocok dinikmati semua kalangan penonton dari agama apapun. “Siksa Kubur” tidak hanya berfokus pada dogma agama tertentu, tetapi lebih kepada nilai-nilai universal tentang moralitas dan konsekuensi dari perbuatan manusia. Menjadi bahan renungan yang tepat di momen Idul Fitri. Sekaligus mengajak kita untuk introspeksi diri dan merenungkan apa yang telah kita perbuat selama ini. Apakah kita sudah menjadi hamba yang taat dan berbakti kepada Tuhan? Apakah kita sudah menjalankan ajaran agama dengan baik?

“Sejak awal kami sudah sepakat bahwa membuat film itu selalu untuk audiens universal. Film “Siksa Kubur” akan menjadi bahan renungan untuk semua penonton. Walau karakter dan dunianya dari sudut pandang Islam, tetapi ceritanya tidak menggunakan dakwah atau ayat-ayat tertentu. Saya sebagai filmmaker berbicara sesuai kapasitas. Bagi penonton beragama Islam, film “Siksa Kubur” bisa dijadikan pemikiran bersama, dan ini bisa menjadi bahan renungan untuk seluruh pemeluk agama,” kata sutradara “Siksa Kubur” Joko Anwar.

Continue Reading

Movie & TV

Sukses Gala Premiere, Film “Dua Surga Dalam Cintaku” Siap Menebar Cinta & Air Mata pada 21 Maret

Published

on

FEM Indonesia – Film bergenre religi romantis berjudul “Dua Surga Dalam Cintaku” hadir menyapa pecinta film tanah air. Film yang diadaptasi dari novel karya wartawan senior almarhum Atho Al Rahman itu baru saja menggelar gala premiere di XXI Bintaro Xchange, Kota Tangerang Selatan, pada Senin (18/03/2024).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum IKALUIN Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Rektor UIN Prof. Asep Saepudin Jahar, Ph.D, Wali Kota Tangsel H Benyamin Davnie, artis pemeran utama Yuki Kato, Keira Shabira, Aliff Alli, sutradara Kiki Nuriswan dan tak ketinggalan eksekutif produser Etty Said Alkadrie.

Acara epic ini membuka perjalanan film “Dua Surga Dalam Cintaku” sebelum menebar cinta dan air mata di layar bioskop pada 21 Maret 2024 mendatang.

“Kami berharap film ini bisa diterima masyarakat pecinta film tanah air. Film ini bercerita tentang keikhlasan, di mana kita harus siap menerima kondisi yang tidak kita inginkan,” kata  eksekutif produser Etty Said Alkadrie.

Kiki Nuriswan, sang sutradara menyatakan, film “Dua Surga Dalam Cintaku” adalah film yang sangat berbeda dengan film lainnya. Menurutnya, selain di Indonesia, film ini mengambil syuting di Mekkah, Madinah, dan Taif Arab Saudi.

“Saya kira, ini adalah film Indonesia pertama yang syuting di Bukit Sawa-Marwa. Ini yang menjadi pembeda film “Dua Surga Dalam Cintaku” dengan film lainnya,” kata Kiki.

Sementara itu, Ketua Umum IKALUIN Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si menyambut baik kehadiran film “Dua Surga Dalam Cintaku:. Ace mengaku bangga film ini bisa hadir di tengah masyarakat. “Film ini bercerita tentang mahasiswa UIN, mengambil syuting di UIN, penulis novelnya alumnus UIN, dan penyanyi sountracknya juga alumnus UIN. Bahkan ada dosen UIN yang main dalam film ini. Jadi nuansa UIN nya sangat kental,” kata pria yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu.

Dia berharap, film ini bisa menjadi pendorong bagi alumnus dan civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk berkarya.

Hal yang sama disampaikan Rektor UIN Prof. Asep Saepudin Jahar, Ph.D. Dia berharap, karya alumnus UIN tidak hanya berhenti pada film Dua Surga Dalam Cintaku. “Harapannya tentu akan banyak karya lain yang dilahirkan anak-anak UIN,” harap dia.

Sementara itu, artis pemeran utama Yuki Kato mengatakan, memerankan Zilka dalam film Dua Surga Dalam Cintaku membutuhkan pendalaman lebih karena sangat tidak mudah. “Karakter Zilka sangat berbeda dengan karakter asli saya. Tentu ini sangat tidak mudah ya,” kata Yuki.

Yuki menyatakan, film “Dua Surga Dalam Cintaku” bisa jadi rekomendasi para pecinta film nasional. “Yuk datang ke bioskop, dan jangan lupa bawa tisu,” ajak Yuki Kato.

Di acara gala premiere itu, sekaligus digelar acara launching original soundtrack film dengan lagu berjudul yang sama, yaitu “Dua Surga Dalam Cintaku” karya El Alice.

El Alice adalah penyanyi religi yang sempat bergabung di grup Debu dan Syabian. 

“Lagu ini saya buat dengan pemilihan kata-kata yang indah dan semoga bisa diterima masyarakat luas,” kata El Alice.

Sinopsis 

Film “Dua Surga Dalam Cintaku” menceritakan tokoh Arham (Aliff Ali), seorang mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Negeri (Syarif Hidayatullah) Ciputat, Tangerang Selatan.

Arham mempunyai teman kecil bernama Husna (Keira Shabira) di kampung halaman di Bogor. Mereka diam-diam saling mencintai.

Sampai suatu hari, mereka saling menyadari bahwa telah jatuh cinta. Mereka melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Ternyata, Husna mempunya penyakit akut, yaitu kanker otak. Husna juga divonis hidupnya tidak akan lama.

Arham bertekad untuk menemani Husna sampai akhir hayatnya. Husna dan keluarganya mendorong Arham untuk melanjutkan pendidikannya. Dengan berat hati, akhirnya Arham move on berpisah dengan istri tercinta untuk menyelesaikan studinya.

Zilka (Yuki Kato) seorang wanita muda yang sempat terjerumus ke dunia hitam, berusaha untuk berhijrah ke jalan yang benar. Dia membutuhkan seorang lelaki yang bisa dijadikan pembimbing ke kehidupannya yang lebih baik.

Pertemuannya dengan Arham, memberi harapan kepada Zilka lelaki yang diharapkan menjadi pembimbing hidupnya. Arham dengan segala kebaikan hatinya dihadapkan kepada dilema untuk memberikan kebaikan kepada semua orang di sekelilingnya.

Kehadiran Erwin (Yogi Werner) seorang psikopat dari masa lalu Zilka menambah kompleksnya masalah yang dihadapi Zilka dan Arham dalam film ini.

Continue Reading

Movie & TV

Raih 8,9 Juta Penonton, Film “Agak Laen” Akan Tayang di Amerika Serikat, Ini Jadualnya!

Published

on

By

FEM Indonesia – Film komedi persembahan Imajinari yang dibintangi kuartet podcaster, Agak Laen, Indra Jegel, Boris Bokir, Bene Dion, dan Oki Rengga, film “Agak Laen” kembali mencatatkan capaian baru. 

Setelah sukses menyentuh raihan 8,9 juta lebih penonton di Indonesia dan sedang tayang di Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, film “Agak Laen” kini akan mulai tayang di jaringan bioskop di Amerika Serikat mulai 22 Maret 2024.

Film yang disutradarai Muhadkly Acho dan diproduseri Ernest Prakasa dan Dipa Andika ini akan mulai tayang bertahap di bioskop di beberapa kota negara bagian AS.

“Kejutan dari film ini seperti tidak ada habisnya. Perjalanan kami ternyata masih berlanjut sampai ke Amerika Serikat. Tentu ini suatu capaian yang patut dibanggakan, karena ini sekaligus menjadikan film Indonesia pertama yang tayang di Amerika di tahun ini” kata produser film “Agak Laen” Ernest Prakasa tentang kabar didistribusikannya film “Agak Laen” di jaringan bioskop di Amerika Serikat.

Sebelum “Agak Laen”, film Indonesia yang juga pernah didistribusikan di jaringan bioskop reguler Amerika Serikat adalah “The Raid.” Film “Agak Laen” didistribusikan oleh Antenna Entertainments, dan di Amerika juga dibantu oleh Prathyangira Cinemas.

Film “Agak Laen” dirilis di jaringan bioskop Indonesia pada 1 Februari 2024. Saat ini, film juga masih tayang di bioskop Indonesia, bersamaan tayang di tiga negara, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Lewat film panjang ketiganya tersebut, Imajinari meraih sukses besar. Saat ini, Imajinari juga tengah mempersiapkan beberapa judul baru yang akan segera rilis di bioskop.

Selain kuartet podcast Agak Laen Indra Jegel, Boris Bokir, Bene Dion, dan Oki Rengga, film ini juga dibintangi oleh Tissa Biani, Indah Permatasari, Arie Kriting, Praz Teguh, Mamat Alkatiri, Sadana Agung, dan para komika ternama tanah air. Film “Agak Laen” diproduksi Imajinari bekerja sama dengan Jagartha, Trinity Entertainment Network, A&Z Films, Legacy Pictures dan Agak Laen. 

Film “Agak Laen” adalah produksi ketiga dari rumah produksi Imajinari, setelah sukses dengan film “Ngeri-Ngeri Sedap” yang masuk Top 5 box office film Indonesia tahun 2022 serta mendapatkan 5 nominasi FFI, dan film “Jatuh Cinta Seperti di Film-Film” yang dipuji teknis dan kualitas filmnya secara keseluruhan. 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending