Femindonesia.com, DEPOK — Berbagi kepada sesama tidak selalu harus dalam bentuk materi. Bagi mantan Aktor Tendangan Si Madun Chandra Wahyu, waktu, ilmu, tenaga, dan kepedulian juga dapat menjadi bentuk nyata untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Semangat tersebut kembali diwujudkan melalui Roadshow Bonte Cari Pahala 2026, sebuah gerakan sosial kemanusiaan yang dipimpin Chandra Wahyu dan akan berlangsung sepanjang Oktober hingga November 2026.

Dalam rangkaian roadshow tersebut, Chandra Wahyu bersama tim Bonte Cari Pahala akan menyambangi sejumlah daerah untuk memberikan layanan kesehatan holistik dan kesehatan tradisional secara gratis kepada masyarakat.

“Bagi saya, ilmu yang kita miliki akan menjadi lebih berarti ketika bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Roadshow ini bukan sekadar perjalanan, tetapi ikhtiar untuk mendatangi masyarakat dan berbagi apa yang kami bisa,” ujar Chandra Wahyu.


Roadshow Bonte Cari Pahala 2026 akan dimulai pada
Minggu, 11 Oktober 2026, bertepatan dengan pelaksanaan Harmoni Angklung 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok bersama Pemerintah Kota Depok.

Kegiatan tersebut berlangsung di Mall Depok Town Square (Detos).

Masyarakat Kota Depok dan sekitarnya dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan layanan kesehatan tradisional holistik tanpa dipungut biaya.

Kehadiran Bonte Cari Pahala di tengah kegiatan seni dan budaya itu diharapkan memberikan ruang bagi masyarakat untuk tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga lebih memperhatikan kondisi kesehatan tubuh.

Masyarakat yang memiliki keluhan tertentu dapat datang untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing serta ketentuan layanan yang tersedia di lokasi.

Usai kegiatan di Depok, perjalanan Bonte Cari Pahala akan berlanjut ke Kota Bandungdalam rangkaian peringatan 108 tahun Van Deventer School.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada:

Sabtu–Minggu, 17–18 Oktober 2026 di Wisma Balai Perguruan Kartini Jl. Kartini No. 10, Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut, Bonte Cari Pahala kembali menghadirkan layanan kesehatan tradisional holistik secara gratis bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya.

Bagi Chandra Wahyu, setiap kota yang menjadi tujuan roadshow bukan sekadar titik perjalanan, tetapi kesempatan untuk bertemu masyarakat, mendengarkan berbagai keluhan, sekaligus berbagi ilmu yang dimiliki.

Fokus pada Keluhan Gerak dan Nyeri

Dalam pelaksanaannya, layanan Bonte Cari Pahala antara lain ditujukan bagi masyarakat yang mengalami keluhan seperti gangguan gerak, keluhan yang berkaitan dengan saraf terjepit, sakit kepala atau migrain, vertigo, serta nyeri dan keterbatasan gerak yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu kondisi yang kerap ditemui adalah seseorang yang masih mampu berdiri dan berjalan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi merasakan nyeri atau keterbatasan ketika melakukan gerakan tertentu, termasuk saat menjalankan ibadah salat.

Tim Bonte Cari Pahala akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan sesuai kondisi masing-masing serta sesuai indikasi dan kewenangan praktik.

Dalam praktiknya, Chandra Wahyu menggunakan sejumlah teknik yang menjadi bagian dari keterampilannya, termasuk HVLA (High Velocity Low Amplitude) serta dry needling/akupunktur sesuai indikasi dan kewenangan praktiknya.

Chandra menegaskan, status layanan yang diberikan secara gratis tidak mengurangi aspek profesionalitas dalam pelaksanaannya.

“Gratis bukan berarti dilakukan sembarangan. Justru karena ini menyangkut kesehatan masyarakat, kami ingin memberikan pelayanan dengan ilmu, prosedur, dan tanggung jawab. Kami terus berusaha menjaga profesionalitas dalam setiap kegiatan,” katanya.

Ia juga menyebut dirinya dan tim memiliki latar belakang pelatihan serta sertifikasi yang relevan, termasuk sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)dan lembaga pelatihan yang diakui sesuai ketentuan yang berlaku.

Chandra Wahyu mengatakan perjalanan Roadshow Bonte Cari Pahala tidak dapat berjalan tanpa dukungan berbagai pihak. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada istri dari mantan Kepala Bakom RI Muhammad Qodari, Halimah Qodari, yang disebut terus memberikan dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan Bonte Cari Pahala.

Apresiasi juga disampaikan kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok yang selama ini turut mendukung berbagai kegiatan sosial Bonte Cari Pahala.

Selain itu, Chandra menyampaikan terima kasih kepada Vika, pemilik akun @vikalaura.journal, yang aktif mengangkat berbagai pembahasan mengenai dunia perempuan dan turut membantu perjalanan Roadshow Bonte Cari Pahala ketika berada di Bandung.

“Terima kasih kepada semua pihak yang selama ini membuka pintu, memberikan dukungan, membantu di lapangan, dan ikut memperkenalkan program ini kepada masyarakat. Mungkin nama mereka tidak selalu terlihat, tetapi kontribusinya sangat berarti bagi perjalanan Bonte Cari Pahala,” ujar Chandra.

Menjadikan Perjalanan sebagai Ruang Berbagi

Roadshow Bonte Cari Pahala 2026 diharapkan menjadi jembatan antara ilmu kesehatan tradisional dengan masyarakat yang membutuhkan. Chandra juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan pada tubuh yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan dan kami bisa membantu, mengapa tidak kita datang dan berbagi? Karena pada akhirnya yang kita bawa pulang bukan hanya pengalaman perjalanan, tetapi juga rasa syukur ketika ilmu yang kita punya bisa bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.

Dengan semangat “Bonte Cari Pahala”, perjalanan sosial tersebut kembali dimulai dari Depok menuju Bandung dan selanjutnya ke berbagai daerah lainnya.

Masyarakat Depok dan sekitarnya dapat hadir pada Minggu, 11 Oktober 2026 di Mall Depok Town Square di acaea lomba Angklung se Jabar. Sementara masyarakat Bandung dan sekitarnya dapat bertemu tim Bonte Cari Pahala pada Sabtu–Minggu, 17–18 Oktober 2026 di Wisma Balai Perguruan Kartini, Bandung.

Layanan diberikan secara gratis sesuai ketentuan kegiatan dan kewenangan praktik yang berlaku. Bonte Cari Pahala 2026: Berjalan untuk berbagi, hadir untuk membantu, dan bergerak karena peduli.