FEM Indonesia – Selalu melakukan terobosan baru merupakan salah satu cara memperpanjang usaha kuliner untuk bertahan.
Untuk diketahui bisnis kuliner belakangan makin digandrungi masyarakat. Terlebih bisnis ini bertahan saat pandemic. Hal tersebut diakui musisi yang juga owner restoran Dapur MTW, Tiwu Rayie, Selasa (26/4).
“Dalam menjalankankan bisnis kuliner, inovasi paling penting untuk bertahan. Jadi inovasi menu selalu ada. Entah itu setahun sekali atau dua kali sekali atau mencoba menu beberapa kali dalam sebulan,” katanya dalam talkshow ‘Bedah Dapur #2: Raup Untung dengan Kelola Dapur Secara Efisien’ yang diselenggarakan Food Market Hub.
Selain itu, lanjutnya, penggunaan tehnologi sebagai sarana marketing seperti media sosial juga menjadi penting. Namun untuk hal tersebut perlu konsisten dijalankan.
“Makanya harus ada admin, sebab medsos itu konstan. Jadi ada yang mesti pegang medsos. Desain juga harus menarik,” jelas Tiwu.
Tiwu menambahkan perhatian lain yang tak kalah penting harus diperhatikan adalah bahan baku yang berkualitas. Pasalnya Ramadan menjadi salah satu satu bulan tersibuk bagi para pemilik restoran. Namun hal ini bukan merupakan masalah bagi Tiwu, semisal kesulitan meng-update stok kebutuhan bahan baku restoran lantaran perubahan waktu makan konsumen.
“Syukurnya kami berhasil restock meski memang butuh waktu. Belajar dari situ, kami perbaiki sistem pengadaan sehingga bisa memprediksi kapan harus restock,” ucapnya.
Sementara itu, Acquisition Lead Food Market Hub, Rona Hartriant tak menampik jika problematika yang diceritakan oleh Tiwu Rayie adalah satu satu alasan Food Market Hub menyediakan layanan procurement. Apalagi manajemen sistem procurement bahan baku dapat membantu para pemilik restoran mengurangi pemborosan.
“Jika restoran sudah menggunakan Food Market Hub, mereka bisa memprediksi jumlah stok bahan makanan atau minuman yang dibutuhkan berdasarkan track record, sehingga masalah kehabisan stok bahan baku bisa dihindari,” ucap Rona.
Dilanjutkan, dengan prediksi stok bahan baku yang akurat, restoran mampu mengurangi limbah sisa makanan secara drastis sehinga dapat menghemat biaya operasional.
“Bahkan, tak hanya bertahan, pemilik restoran pun bisa fokus mengembangkan restorannya,” imbuhnya. [foto : dokumentasi/teks : denim]


Tinggalkan Balasan