Femidonesia.com, JAKARTA — Aktor sekaligus musisi Nugie kembali ke layar lebar lewat film Siti Si Vampir yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. Dalam film garapan sutradara Rahabi Mandra tersebut, Nugie berperan sebagai seorang bapak tunggal yang berjuang membesarkan putrinya, Siti, yang diperankan oleh Satine Zaneta.
Kisah ayah dan anak ini berangkat dari kehidupan sederhana di sebuah rumah susun (rusun). Keduanya harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan berjualan air galon. Latar belakang ekonomi yang sulit menjadi salah satu sisi kehidupan yang diangkat dalam film tersebut.
Memerankan sosok ayah dari karakter yang dimainkan Satine Zaneta ternyata menghadirkan tantangan tersendiri bagi Nugie. Ia mengaku sempat merasa minder saat harus memerankan ayah dari seorang gadis yang menurutnya memiliki paras cantik.
“Merasa minder ya. Bapaknya seperti saya, tapi anaknya gadis seperti Satine yang sangat cantik. Lalu tinggalnya di rusun, dan dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah, harus jualan galon demi bertahan hidup,” ungkap Nugie.
Bagi Nugie, peran tersebut bukan sekadar tantangan akting, melainkan juga kesempatan untuk merefleksikan perjuangan orang tua tunggal dalam membesarkan anak. Ia menilai cerita Siti Si Vampir memiliki kedekatan dengan realitas masyarakat saat ini, terutama ketika kondisi ekonomi menuntut banyak orang untuk terus mencari cara agar bisa bertahan hidup.
Menurutnya, perjuangan karakter yang ia mainkan menggambarkan bagaimana seorang ayah berusaha memenuhi kebutuhan keluarga di tengah berbagai keterbatasan.
Langsung Teringat Abimana Saat Bertemu Satine
Di luar tantangan membangun karakter, Nugie mengaku tidak kesulitan menjalin chemistry dengan Satine Zaneta. Keduanya sama-sama memiliki latar belakang sebagai musisi, sehingga proses membangun kedekatan sebagai ayah dan anak berjalan cukup cair.
Menariknya, saat pertama kali bertemu Satine dalam sesi pembacaan naskah atau reading, Nugie justru langsung teringat sosok Abimana, ayah Satine.
“Ketemu pertama kan saat reading, dan saat itu langsung teringat bapaknya, Abimana. Dan ternyata seorang Satine itu bikin surprise, karena dia ‘bocor’ banget anaknya. Jadi untuk membentuk chemistry sebagai orangtua dan anak itu sangat cair,” tutur Nugie.
Menurut Nugie, sifat Satine yang mudah bercanda membuat suasana di antara mereka terasa lebih santai. Kedekatan tersebut turut membantu keduanya membangun hubungan emosional yang dibutuhkan untuk memerankan karakter ayah dan anak di layar.
Chemistry yang terbangun diharapkan dapat memperkuat gambaran hubungan antara seorang ayah tunggal dan putrinya yang sama-sama berjuang menjalani kehidupan di tengah keterbatasan ekonomi.
Dibintangi Sejumlah Aktor Muda
Film Siti Si Vampir diproduksi oleh Viddsee bersama Bahagia Tanpa Drama, bekerja sama dengan Z Films, Spectrum Film, dan PK Films. Film ini disutradarai Rahabi Mandra, dengan Kenny Png dan Celerina Judisari sebagai produser.
Selain Nugie dan Satine Zaneta, film ini turut dibintangi Ajil Ditto, Ciccio Manassero, Shania Gracia, dan Kimberly Ryder.
Mengangkat perjuangan keluarga kecil di tengah tekanan ekonomi, Siti Si Vampirmenghadirkan kisah yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Penampilan Nugie sebagai ayah tunggal dan Satine Zaneta sebagai Siti menjadi salah satu hal yang menarik untuk dinantikan dalam film ini.
Film Siti Si Vampir dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026.


Tinggalkan Balasan