Femindonesia.com, Langkat, Sumatera Utara – Perjalanan program edukasi “OREO Berbagi Seru” sepanjang 2026 resmi berakhir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Menggandeng Indonesia Mengajar, OREO menghadirkan pengalaman belajar interaktif bagi 1.280 siswa sekolah dasar sekaligus melibatkan guru, orang tua, dan komunitas dalam membangun suasana belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.
Langkat menjadi lokasi ketujuh sekaligus penutup rangkaian “OREO Berbagi Seru” tahun ini. Sebelumnya, program tersebut telah hadir di Banten, Jawa Barat, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan.
Secara keseluruhan, rangkaian program sepanjang 2026 telah menjangkau lebih dari 7.000 anak di tujuh kabupaten pada tujuh provinsi di Indonesia.
Kehadiran “OREO Berbagi Seru” di Langkat juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Langkat karena dinilai sejalan dengan upaya pemberdayaan ekosistem pendidikan, khususnya dalam meningkatkan peran guru sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.
Muhammad Yunus, SE., selaku Jabatan Fungsional (JF) Pengembang Kurikulum Ahli Muda, mengapresiasi inisiatif OREO yang dinilai mendukung program “Guru Penggerak” yang telah diinisiasi sejak 2024.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada OREO atas inisiatif program ‘OREO Berbagi Seru’ karena mendukung salah satu program kami yaitu ‘Guru Penggerak’ yang diinisiasi sejak 2024 untuk memberdayakan guru menjadi agen transformasi pendidikan,” ujar Muhammad Yunus.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Karena itu, pendekatan belajar yang menggabungkan permainan, interaksi, dan kreativitas diharapkan dapat membantu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi anak.
“Kami berharap seluruh pengetahuan yang diperoleh melalui program ini dapat terus diterapkan setelah kegiatan berakhir, baik oleh guru maupun orang tua yang mendampingi anak belajar di rumah,” katanya.
Belajar Sambil Bermain
Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, mengatakan “OREO Berbagi Seru” berangkat dari keyakinan bahwa proses belajar anak tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademis, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri.
“Sejalan dengan purpose untuk menciptakan kebersamaan melalui berbagai momen penuh keseruan, OREO meyakini bahwa belajar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri,” ujar Anggya.
Di Langkat, OREO kembali mendistribusikan 270 alat belajar seru yang dirancang untuk mendukung kemampuan anak dalam bidang literasi, numerasi, sains, dan Bahasa Inggris.
Alat-alat tersebut menggunakan pendekatan belajar sambil bermain dan disesuaikan dengan kurikulum nasional.
“Dukungan terhadap upaya Pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan menjadi bagian dari perjalanan program ini,” kata Anggya.
Tak hanya menyediakan alat belajar, rangkaian kegiatan di Langkat yang berlangsung pada 16-21 September 2026 juga diisi pelatihan bagi 35 guru, 70 orang tua, dan 35 anggota komunitas.
Bagi guru, pelatihan memperkenalkan filosofi belajar seru sekaligus cara memanfaatkan alat belajar melalui simulasi penerapannya di kelas. Sementara bagi orang tua, kegiatan memberikan wawasan mengenai perkembangan anak serta cara menghadirkan aktivitas belajar interaktif melalui permainan sederhana di rumah.
Adapun bagi komunitas, kegiatan diarahkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam membangun ekosistem belajar yang berkelanjutan di lingkungan sekitar.
Guru SD Negeri 050647 Timbang Lawan, Evi Destari Br Tarigan, S.Pd., M.Si., mengatakan program tersebut memberikan perspektif baru mengenai cara menciptakan suasana belajar yang membuat anak lebih aktif.
“Sebagai guru, terkadang kami terlalu fokus pada bagaimana menyampaikan seluruh materi kepada anak, padahal yang tidak kalah penting adalah bagaimana membuat mereka menikmati proses belajarnya,” ujar Evi.
Menurut dia, pendekatan melalui permainan sederhana dapat membuat anak lebih aktif bertanya, berani mencoba, dan terlibat dalam pembelajaran.
“Pengalaman ini mendorong kami untuk terus mengeksplorasi cara-cara kreatif agar keseruan belajar tidak berhenti bersama program ini, tetapi terus hadir di ruang kelas,” katanya.
Peran Orang Tua dan Komunitas
Pendekatan belajar seru juga diperkenalkan kepada orang tua agar proses pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah.
Siti Fatimah, perwakilan orang tua siswa, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai cara mendampingi anak belajar di rumah.
“Menjadikan proses belajar bisa dilakukan seperti lewat permainan, obrolan, atau aktivitas sederhana yang mereka sukai. Jadi, mendampingi anak belajar tidak selalu harus dilakukan dengan menyuruh mereka duduk dan membuka buku, tetapi dengan menciptakan momen-momen seru yang mengasah rasa ingin tahu mereka,” tuturnya.
Selain keterlibatan guru, orang tua, dan komunitas, masyarakat turut berkontribusi melalui pembelian produk OREO. Sebagian keuntungan penjualan tersebut didonasikan untuk mendukung pelaksanaan program “OREO Berbagi Seru”.
Anggya mengatakan, berakhirnya rangkaian program di Langkat menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan “OREO Berbagi Seru” sepanjang 2026.
“Dari satu wilayah ke wilayah lainnya, program ini menemukan bahwa semangat untuk menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi anak bisa hadir dalam berbagai bentuk – melalui kreativitas guru di ruang kelas, keterlibatan orang tua di rumah, hingga dukungan komunitas di lingkungan sekitar anak,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat terus memberikan kontribusi terhadap tumbuh kembang anak Indonesia.
“Semoga program ini mampu membantu anak-anak Indonesia tumbuh menjadi Generasi SERU, yaitu mereka yang berkarakter Solutif, Eksploratif, Responsif dan Unggul dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tutup Anggya.


Tinggalkan Balasan