Connect with us

Ragam

Pandemi Covid-19 Bikin Belajar Mengajar Kurang Maksimal

Published

on

FEM Indonesia – Tak terasa pandemic Covid-19 masih berlangsung sampai saat ini. Ragam bidang pun ikut berdampak. Salah satunya pendidikan. Proses belajar mengajar secara tatap muka terhenti guna mencegah penularan dan diganti dengan pembelajaran jarak jauh atau PJJ melalui gawai.

Namun kenyataan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh lewat tehnologi ini tidaklah semudah membalikkan tangan.

Hal tersebut diiyakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS Abdul Fikri Faqih. Menurutnya dalam pelaksanaan PJJ tak hanya memanfaatkan gawai semata. Namun juga sumber daya manusia yang harus ada dengan system digital.

“Masalah yang muncul pada pendidikan di masa pandemi Covid-19 salah satunya sumber daya manusia (SDM) tidak disiapkan untuk menghadapi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem digital. Sehingga berpotensi terjadi learning loss pada siswa karena transfer ilmu yang terkendala pada minimnya kualitas PJJ, belum lagi minimnya infrastruktur dan jaringan internet,” ujarnya dalam webinar INDOPOSCO.ID yang mengangkat tema Satu Tahun Pandemi Pendidikan Jangan Berhenti, Selasa (4/5).

Akibatnya, lanjut Abdul Fikri Faqih, saat pandemic seperti saat ini jumlah angka putus sekolah anak berpotensi meningkat. Disebutkan pula data dari KPAI sejak Januari hingga Februari 2021 terdapat 34 kasus anak putus sekolah yang disebabkan menikah, menunggak SPP, bekerja hingga kecanduan gameonline.

“Untuk program bantuan kuota Rp7,2 T di 2020 dan Rp2,6 T di 2021 tidak ada evaluasi berapa banyak siswa yang menikmatinya. Apalagi infrastruktur dan jaringan internet masih terbatas,” tambahnya.

Selain itu, katanya, memperhatikan faktor kesehatan bagi peserta didik, guru dan masyarakat tetap jadi prioritas jika akan menjalankan pembelajaran tatap muka atau PTM. Pun dengan perhatian kembang tumbuh dan kondisi psikososial anak.

“Pembelajaran tatap muka terbatas harus hati-hati dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kesehatan. Sehingga harus ada alternatif solusi PJJ,” ungkapnya.

Mengenai tantangan belajar mengajar di masa pandemic juga dikatakan Plt Kepala PP PAUD dam Dikmas Jabar Poppy Dewi Puspitasari. Disebutkan bahwa beberapa tantangan pendidikan saat ini di antaranya adalah globalisasi dan revolusi industri 4.0. Sedangkan penyesuaian kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan.

“Peran pemerintah daerah bersama unsur lainnya harus memberi edukasi penerapan protokol kesehatan. Dan tetap mengedepankan kesehatan, keselamatan dan tumbuh kembang psikososial anak,” katanya.

Sementara itu Dekan Fakultas Pendidikan dan Bahasa, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Luciana menegaskan pentingnya keilmuan digital pedagogik pada guru dan tenaga kependidikan guna menjawab tantangan pendidikan di masa pandemi Covid-19.

“Digital pedagogik sangat penting. Apalagi tantangan PJJ adalah penggunaan digital. Hal ini penting untuk mencapai tujuan akhir pendidikan. Karena, transfer ilmu sangat ditentukan oleh pengetahuan digital pedagogik guru dan tenaga kependidikan,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud dan Ristek) M Hasan Chabibie mengakui pandemic ini berdampak pada 407 ribu sekolah dan 3,4 juta guru serta 56 juta siswa di seluruh Indonesia. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ragam

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Usia Dini, Astra Renovasi Paud Kasih Bunda Tangerang

Published

on

FEM Indonesia – Untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia, Astra membantu renovasi gedung PAUD Kasih Bunda, Tangerang, yang dilanjutkan dengan pembinaan dalam program kontribusi sosial berkelanjutan Astra bidang pendidikan yaitu Senyum Sahabat PAUD Astra (Senyum SAPA).

Peresmian renovasi bangunan PAUD yang dilakukan beberapa waktu lalu, di Paus Kasih Bunda, Tangerang, merupakan hasil kolaborasi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia bersama Astra dan perusahaan swasta lainnya.

“Astra menyadari pentingnya pendidikan anak pada usia emas untuk meningkatkan kecerdasan anak dalam berkembang pesat diperlukan prasarana yang mumpuni. Oleh karena itu Astra mendukung upaya renovasi bangunan PAUD Kasih Bunda, serta melakukan pembinaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah dalam keterangn siaran persnya, Kamis (10/5/2021) di Jakarta.

Dalam acara peresmian turut hadir secara tatap muka Menteri Sekretariat Negara Republik Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (RI) Setya Utama, Direktorat Jenderal PAUD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nia Nurhasanah, Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah, Ketua Dewan Penasihat PAUD Kasih Bunda Siti Faridah Pratikno, Ketua Yayasan Kesejahteraan Sekretariat Negara Sari Harjanti beserta jajarannya.

Renovasi gedung PAUD Kasih Bunda telah dilakukan sejak Oktober 2020 dan menampung 35 murid.

Senyum SAPA

Astra turut mengajak PAUD Kasih Bunda bergabung dalam program Senyum SAPA yang diinisiasi oleh Astra dengan melakukan self-assessment terlebih dahulu dan kemudian akan mengikuti rangkaian pembinaan PAUD dari tahap awal hingga tahap lanjutan.

Senyum SAPA merupakan program pembinaan PAUD untuk mengukur kualitas PAUD binaan Astra serta pengembangan kriteria asesmen yang mengutamakan 8 pilar utama yaitu manajemen kelembagaan, manajemen pembelajaran, sarana dan prasarana, kompetensi tingkat pendidik, tingkat perkembangan anak, kemitraan dan partisipasi, kesehatan dan keselamatan peserta didik, dan prestasi.

Continue Reading

Ragam

Maknai Hari Pancasila, Unilever Indonesia Ajak 1.500 Milenial Suarakan Toleransi

Published

on

FEM Indonesia – Masih dalam semangat peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, serta sejalan dengan rangkaian komitmen baru dalam berbagi peran membangun masyarakat yang toleran dan inklusif.

Unilever Indonesia bekerja sama dengan Toleransi.id dan IDN Media menggelar diskusi interaktif bertema “Gue Udah Toleran Belum, Sih?”.

Diskusi secara daring yang dihadiri oleh lebih dari 1.500 milenial ini melibatkan beberapa sosok muda inspiratif guna mengajak generasi muda turut berpartisipasi menciptakan hidup yang toleran dan inklusif.

Hernie Raharja, Chairman of Equality, Diversity and Inclusion Board (ED & I) Unilever Indonesia menyatakan bahwa diskusi berangkat dari tema peringatan Hari Lahir Pancasila 2021, ‘Pancasila dalam Tindakan, Bersatu untuk Indonesia Tangguh’, yang hanya dapat terwujud dalam dunia yang lebih toleran dan inklusif.

“Dimana kita menjadikan persamaan dan perbedaan sebagai kekuatan. Dalam menuju ke sana, diperlukan tindakan nyata untuk melawan diskriminasi yang seringkali terjadi tanpa kita sadari (unconscious bias), serta untuk terus meningkatkan keikutsertaan dan sebisa mungkin menghindari adanya pihak-pihak yang termarjinalkan.” ujarnya.

Dalam “Indonesia Millennial Report 2020”1 yang dikeluarkan IDN media, terdapat 7 (tujuh) tipe milenial dengan karakteristik yang berbeda. Setiap tipe milenial mengaku terbuka dan mentolerir berbagai perbedaan, namun memiliki cara sendiri-sendiri dalam mengapresiasi perbedaan dan mendukung inklusivitas.

Untuk memupuk potensi ini, mereka harus mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk memulai percakapan seputar toleransi, mempertanyakan stereotip, menciptakan rasa kebangsaan, dan mewakilkan suara-suara yang belum terdengar. Diskusi juga menjadi kesempatan dan platform untuk menyuarakan dan mempromosikan kesetaraan, keberagaman dan inklusi dari milenial dan untuk milenial.

Melalui berbagai program, tambah Hernie Unilever Indonesia telah mencapai berbagai kemajuan dalam mewujudkan komitmen kesetaraan, keberagaman dan inklusi.2 Kami terus berfokus ke tahapan selanjutnya  termasukdengan aktif melibatkan peranan dan potensi dari generasi muda.  Misalnyadalam pesan-pesan yang kami suarakan melalui rangkaian brand Unilever Indonesia yang sudah sangat dekat dengan keseharian mereka. “Responsnya sangat positif, karena generasi muda dapat ikut berperan menjadi bagian dari perubahan, sesuai dengan passion dan cara yang dekat dengan keseharian mereka,” jelas Hernie.

Sementara itu, Ayu Kartika Dewi, Staf Khusus Presiden RI dan Co-Founder Toleransi.id berbagi pendapat, untuk menjadi toleran, ada beberapa modal dasar yang dibutuhkan generasi muda.

Pertama, mereka harus punya pemikiran yang kritis sehingga tak mudah terpengaruh arus informasi yang belum jelas kebenarannya. Mereka juga perlu memiliki rasa empati, yang hanya bisa didapat jika mereka melakukan interaksi langsung dengan orang-orang yang berbeda dengan dirinya. Semua hal ini harus dilakukan secara intensional dan berkelanjutan, sehingga nantinya ada gaung inspirasi yang lebih kuat untuk menggerakkan lebih banyak aksi toleransi menuju Indonesia yang lebih damai.” papar Ayu.

Ayu kemudian bahwa pada dasarnya terdapat 4 (empat) level toleransi, yaitu: (1) Membiarkan perbedaan, (2) Menyenangi perbedaan, (3) Merayakan perbedaan dan (4) Melindungi perbedaaan.

Ayu juga percaya bahwa seiring dengan waktu dan kedinamisan dalam bermasyarakat, kita bisa secara sadar mendorong diri sendiri untuk terus “naik kelas” dalam bertoleransi.

Continue Reading

Ragam

Klaim Ringankan Stres, Es Teler 77 Sodorkan “Mie Ayam Pedas”

Published

on

FEM Indonesia – Tak berpuas dengan menu yang ada, inovasi terus dilakukan Es Teler 77.  Adalah mie ayam pedas, varian anyar yang baru-baru ini dikeluarkan.

Varian andalan ini merupakan menu baru guna memenuhi penyuka pedas. Terlebih dimana-mana kuliner dengan rasa pedas bak jamur di musim penghujan. Tidak heran, mie bertekstur lembut yang dibuat dari bahan pilihan dikombinasikan dengan sambal spesial, menjadi salah satu best menu Es Teler 77 di berbagai daerah.

“Kami selalu berupaya untuk selalu menjaga cita rasa keaslian dalam setiap sajian yang dihidangkan kepada para konsumen. Selain menjaga rasa masakan yang autentik, Es Teler 77 juga selalu mengikuti apa yang tengah digemari oleh masyarakat, seperti saat ini makanan pedas. Hal ini menjadi bekal utama bagi kami untuk menjadi salah satu restoran yang dapat terus bersaing secara kompetitif hingga saat ini,” terang Marketing Manager Es Teler 77, Irman Febrianto.

Melihat perkembangan kuliner yang disukai masyarakat, sambungnya, selalu diperhatikan sehingga inovasi terus berjalan. Pun dengan bahan baku yang dipakai harus memiliki manfaat bagi konsumen.

“Selain rasanya yang lezat, makanan pedas juga dapat memperbaiki mood, meringankan beban penat atau stres, hingga membuat kita lebih bersemangat dan berenergi,” kata Irman.

Untuk itu agar semua penyuka pedas dapat merasakan sensasi rasa varian baru ini, pihaknya menyiapkan promosi beli satu gratis satu dan hanya berlaku satu hari saja yakni 6 Juni 2021 di semua gerai Es Teler 77 yang tersedia di Indonesia.

“Jadi pelanggan hanya perlu membeli satu porsi mie ayam pedas dan akan mendapatkan gratis satu porsi mie ayam regular,” lanjutnya.

Sedangkan bagi konsumen yang ingin mendapatkan cashback 100% bisa mengikuti kampanye 6.6 ShopeePay Mid Year Deals yang berlangsung hingga 9 Juni 2021. Hanya dengan membeli voucher cashback melalui fitur Deals Sekitarmu di aplikasi Shopee kemudian cari cabang Es Teler 77 terdekat dan pilih voucher yang diinginkan.

“Jika sudah melakukan prosedur itu maka pelanggan hanya perlu menggunakan voucher tersebut saat melakukan pembayaran di gerai Es Teler 77 yang telah dipilih,” imbuh Irman. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

Trending