ReportaseIndonesia.com, Jakarta – Genre horor pesugihan kembali diangkat ke layar lebar. Rumah produksi Starvision menghadirkan Dewi Siluman Ular, film yang terinspirasi dari kisah viral podcast Nikah Sama Jin dan mengangkat fenomena jalan pintas menuju kekayaan melalui perjanjian dengan makhluk gaib.
Film yang dibintangi Derby Romero dan Anya Geraldine ini menjalani press screening di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Antusiasme awak media terlihat sejak registrasi dibuka pukul 13.00 WIB, sebelum pemutaran film berlangsung selama 94 menit mulai pukul 14.15 WIB.
Dalam konferensi pers usai pemutaran, produser Chand Parwez Servia mengungkapkan bahwa film ini berangkat dari kisah yang menarik perhatian jutaan penonton melalui podcast Nikah Sama Jin yang dipandu Prasodjo Muhammad dengan menghadirkan Sherly Indrawati sebagai narasumber.
Podcast tersebut telah ditonton lebih dari 5,6 juta kali. Angka itu menjadi salah satu alasan Starvision mengangkat fenomena pesugihan ke layar lebar.
“Film ini berangkat dari kisah nyata yang pertama kali kami temukan di sebuah podcast. Dari kisah tersebut, kami menangkap fenomena yang masih terjadi di masyarakat, ketika tekanan ekonomi dan keinginan untuk mengubah nasib membuat seseorang memilih jalan pintas melalui pesugihan,” ujar Chand Parwez.
Derby Romero Hadirkan Sosok Dedi yang Terdesak Ekonomi
Dalam Dewi Siluman Ular, Derby Romero memerankan Dedi, seorang pria yang hidupnya terhimpit persoalan ekonomi. Ia terlilit utang hingga dikejar penagih utang, sementara istrinya, Rahma (Aulia Sarah), harus menjalani operasi caesar.
Di tengah kondisi tersebut, Dedi mengambil keputusan berisiko dengan mengikuti ritual pesugihan melalui pernikahan dengan Dewi, sosok siluman ular yang diperankan Anya Geraldine.
Perjanjian itu menjanjikan kekayaan, tetapi memiliki satu syarat mutlak: Dedi tidak boleh menikah dengan perempuan lain.
Ketika Dedi melanggar perjanjian tersebut, Dewi murka. Teror pun dimulai dan mengancam kehidupan Dedi beserta orang-orang terdekatnya.
Derby mengaku tertarik dengan karakter Dedi karena memiliki sisi kemanusiaan yang kuat.
“Gue merasa ini adalah horor yang sangat manusia. Dedi adalah karakter manusia yang paling manusia yang pernah gue mainkan. Dedi itu representasi untuk kebanyakan orang dan pejuang-pejuang di dunia ini. Kita selalu dihadapkan pada pilihan dan konsekuensi,” kata Derby.
Menurut Derby, konflik yang dialami Dedi tidak hanya menghadirkan ketegangan horor, tetapi juga menggambarkan pilihan sulit yang dapat dihadapi seseorang ketika berada dalam tekanan hidup.
Anya Geraldine Jalani Transformasi Menjadi Siluman Ular
Sementara itu, Anya Geraldine menghadirkan karakter Dewi dengan penampilan yang berbeda dari peran-peran sebelumnya.
Penampilannya sebagai siluman ular menjadi salah satu daya tarik film ini. Proses transformasi Anya melibatkan prostetik sisik ular, softlens berwarna kuning amber, hingga mahkota berhias ornamen.
Anya juga menjalani sejumlah adegan yang menuntut kesiapan fisik, termasuk berinteraksi dengan ular asli bernama Albert.
“Aku peluk Albert beneran di leher. Ada adegan aku digantung di rigging atap seharian. Makeup sisiknya blend ke kulit punggung. Berat, tapi aku mau Dewi ini hidup,” ungkap Anya.
Totalitas tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan karakter Dewi yang meyakinkan, sekaligus membangun atmosfer horor yang kuat.
Sutradara Azhar Kinoi Lubis mengatakan, tantangan utama dalam menggarap film ini adalah mengembangkan kisah yang berasal dari podcast menjadi sebuah cerita layar lebar dengan konflik dan dunia yang lebih luas.
“Tantangan dalam Dewi Siluman Ular adalah mengembangkan kisah nyata menjadi dunia dan konflik yang kuat. Kami tidak ingin hanya memindahkan kisah. Kami pakai ratusan ular beneran, bukan tempelan CGI,” tegas Azhar.
Film ini turut diperkuat sejumlah pemain, antara lain Aulia Sarah, Aghniny Haque, Humaira Jahra, Ashraf Dirgham, Arswendy Bening Swara, Totos Rasiti, Azzalia Assyifa, Ayu Dyah Pasha, Yatie Surachman, Arief Didu, Ence Bagus, Judith Callysta, Agung Bla, dan Aldo Gudel.
Libatkan Warga Kampung dalam Produksi Film
Ada pula cerita menarik dari proses produksi film ini. Komposer Sandy Mizon asal Tasikmalaya turut membawa sejumlah warga kampungnya untuk terlibat sebagai figuran.
Mereka di antaranya Kang Sonet, Faldi Azis, Erwin Ucok, Sabrina, Nasya, Nani, M. Taufik Ismail, Vio Maulika, dan Akbar Nendi.
Keterlibatan warga lokal tersebut memberikan pengalaman tersendiri karena mereka berkesempatan beradu akting langsung dengan Derby Romero dan Anya Geraldine.
Dewi Siluman Ular dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Film ini disutradarai Azhar Kinoi Lubis, diproduseri Chand Parwez Servia, serta ditulis Upi dan Ayu Anggraini Putri.
Dengan mengangkat kisah viral yang telah menarik perhatian jutaan penonton, Starvision mencoba menawarkan horor yang tidak hanya bertumpu pada sosok makhluk gaib, tetapi juga persoalan ekonomi, pilihan hidup, dan konsekuensi dari sebuah perjanjian.
Angka 5,6 juta penonton podcast menjadi modal awal untuk menarik perhatian publik. Namun, apakah Dewi Siluman Ular mampu membuktikan bahwa pesugihan masih menjadi tema horor yang diminati penonton bioskop?
Jawabannya akan terlihat setelah film ini resmi tayang pada 12 November mendatang.


Tinggalkan Balasan