Connect with us

Hiburan

Raih Sukses di BSD, 57 Production Bersama “Kang Was” Tangani Event Tes Drive Toyota di Surabaya

Published

on

FEM Indonesia, Surabaya – Dengan sedikit longgarnya aturan yang berujung membolehkan aktifitas di masyarakat dan tak menimbulkan kerumunan, ternyata berimbas positif bagi sosok Wasis Waluyo alias Kang Was.

Sebagai salah satu ahli kontruksi panggung, kini Kang Was mulai kebanjiran job besar penuh tantangan.

Setelah pada pertengahan Januari 2022 kemarin sukses menangani event tes drive kendaraan higt class Toyota Fortuner dan Land Cruiser seri terbaru, Kang Was bersama vendor 57 Production, kembali menggarap event serupa di Surabaya (Jawa Timur).

“Bersama Tim 57 Production, saya tengah ada di lapangan untuk event tes drive Toyota Fortuner. Acaranya itu sendiri digelar di Kodam 5 Brawijara, Surabaya, mulai 28 sampai 30 Januari 2002 ini,” kata Kang Was, baru-baru ini.

Jika sebelumnya saat even di BSD Tangerang Selatan (Tangsel) ada rasa deg-degan, tapi menurut pria kalem asal kelahiran Banjarnegara (Jawa Tengah) satu ini, tak begitu was-was untuk penyelenggaraan di Kodam 5 Brawijaya, Surabaya. “Saya optimis, event ini berjalan lebih baik dan lancar, tentu tanpa ada kendala berarti,” katanya penuh harap.

Namun saat disinggung soal latar belakang kiprah dan eksistensinya di bidang konstruksi panggung, pria yang lebih suka disebut ‘Wong Ndeso’, bahwa pengalamannya dimulai sejak tahun 1998. Mulai dari bikin tribun, ringing, barikade sampai bidang kontruksi panggung lain untuk event nasional dan internasional.

“Kesemua itu modalnya kepercayaan. Sedangkan saya sendiri dituntut harus punya tanggungjawab tinggi dan prinsip kerja harus benar,” aku Kang Was yang sudah meraih sukses, meski usianya baru menginjak ke-38 tahun.

Selain itu, Kang Was mengaku disepanjang tahun 2014-2018, saat dipercaya Pemerintah untuk bikin Tribun setiap ada upacara Agutusan di Istana Negara. Termasuk di sejumlah instansi Pemerintah serta event Asian Games (AG) XVIII di tahun 2018 dan Konser Metalica di Senayan 2013 silam. Ia juga menangani Barikade dan kontruksi yang tidak cuma satu jenis saja.

Sementara itu diluar pekerjaannya sebagai seorang profesional di bidang konstruksi panggung, Kas Was dikenal pula sebagai penyanyi lagu-lagu Reage Jawa Ngapak. Salah satunya yang baru dirilis akhir tahun 2021 kemarin, berjudul ‘Godong Garing’ ciptaannya sendiri.

Selain sudah diunggah di akun channel Youtube  pribadinya ‘Kang Was’, juga di channel ‘Apaanane’ yang ditangani pelawak Inyong Ipartok.

Hiburan

Setelah 4 Hari Dirawat Intensif, Aktor Donny Kesuma Meninggal Dunia

Published

on

By

FEM Indonesia – Atlet dan Aktor Donny Kesuma meninggal dunia pada Selasa (19/3). Donny mengembuskan napas terakhir setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung. 

Kabar duka kepergian Donny Kesuma ini diungkapkan oleh sahabat sekaligus rekan sesama artisnya, Ferry Maryadi.

Dalam unggahan Instagram terbarunya, Ferry membagikan potret Donny Kesuma sambil berdoa untuk sang aktor. “Semoga husnul khotimah KangDon. Pileuleuyan,” tulis Ferry Maryadi.

Mendiang Donny Kesuma dikabarkan memiliki riwayat sakit jantung. Sebelumnya, aktor sekaligus presenter 55 tahun itu juga pernah dirawat di sebuah RS di Jakarta Pusat karena kasus yang sama. Donny Kesuma kembali masuk rumah sakit pada Sabtu (16/3) lalu akibat mengalami serangan jantung.

Ia dirawat di salah satu rumah sakit di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Kondisi Donny pada Minggu (17/3) sempat dilaporkan membaik oleh sang putra, Ghassani Kesuma.

Sejak itulah dikabarkan kesehatan Donny kembali menurun hingga akhirnya meninggal pada Selasa (19/3).

Continue Reading

Hiburan

Pajak Hiburan Naik 40-75 Persen, Inul Daratista Protes : Coba Warasnya Dimana?

Published

on

By

FEM IndonesiaInul Darastista sepertinya menjadi salah satu artis yang paling protes pada kebijakan kenaikan pajak hiburan 40-75 persen. Sebagai pengusaha karaoke keluarga, Inul mengatakan bahwa kenaikan pajak hiburan itu terlampau tinggi dan bisa membunuh bisnis para pengusaha hiburan.

Diketahui, Kebijakan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Dalam aturan itu, disebutkan bahwa Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk jasa hiburan berlaku pada diskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap/spa.

“17 tahun besar ya gitu-gitu aja enggak tiba-tiba jadi raksasa. (Kondisi) begini masih digencet kenaikan pajak yang enggak aturan. Coba warasnya di mana?” tulis Inul di medsos X, Sabtu (13/1).

Inul juga mengaku heran dengan rencana pemerintah menaikkan tarif pajak hiburan dari 25 persen menjadi 40-75 persen. Pasalnya, menurut Inul, para pelaku usaha serta customer yang akan menjerit karena paling terkena dampak. Sementara pemerintah selaku pembuat kebijakan tetap bisa duduk manis sambil berdalih membela rakyat.

“Kepala buat kaki, bayar pajak enggak kira-kira, belum lagi dicari-cari diobok-obok harus kena tambahan bayar, kalau nggak bisa rumah diancam kena police line atau sita harta. Pernah juga 10 tahun lalu mengalami itu, sekarang sudah mendingan disidang di kantornya,” papar istri dari Adam Suseno ini.

Sementara curhat Inul juga dilontarkan di akun Instagram melalui sebuah video mengatakan bahwa karyawanya sekarang sudah turun jadi 5.000 orang memberitahu kepada Pak Sandi (Menparekraf Sandiaga Uno). Kata Inul, karaokenya buka umur baru satu tahun setengah usai pandemi dan belum untung, sudah dengar berita pajak hiburan naik 40-75 persen. Mabuk kah ini? Niat membunuh apa bagaimana Pak?” keluh Inul.

Wanita yang pernah berjudul Goyang Ngebor ini juga meminta penjelasan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno terkait kenaikan tarif pajak hiburan ini. Dan ingin duduk bersama dengan Sandi mewakili Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Keluarga Indonesia (ASPERKI).

“Biar kita enggak stroke berjamaah,” tulis Inul berpesan.

Continue Reading

Headline

Dari Tunisia ke Inggris, Dira Sugandi Sapa Penonton di Teater Musikal “Jungle Book”, Ini Jadualnya!

Published

on

FEM Indonesia – Penyanyi dan aktris Indonesia, Dira Sugandi, kembali menyapa penonton dunia dalam pertunjukan teater musikal “Jungle Book” karya sutradara teater kontemporer asal Amerika Serikat, Robert Wilson.

Dira Sugandi akan kembali berperan sebagai Mowgli, karakter utama dalam novel klasik “Jungle Book”, karya legendaris dari Rudyard Kipling. Pertunjukan musikal ini diproduksi oleh Robert Wilson atas prakarsa dan dukungan dari Théâtre de la Ville Paris, sebuah teater yang dikenal memproduksi karya-karya pertunjukan prestige dunia.

“Saya sangat senang bisa kembali tampil di teater Internasional,” ujar Dira Sugandi dalam keterangan resminya. “Merupakan suatu kehormatan bisa bekerja sama dengan sutradara sekelas Robert Wilson. Saya juga berharap bisa menginspirasi seniman-seniman Indonesia lainnya untuk bisa berkarya secara Internasional.”

Setelah sebelumnya terlibat dalam pementasan musikal “Jungle Book” di teater DE SINGEL, Antwerp, Belgium, Dira akan kembali memulai tur dunia di Théâtre de l’Opéra de Tunis, Tunisia pada 2 dan 3 Desember 2023. Pertunjukan akan dilanjutkan ke Manchester, Inggris, pada tanggal 27-31 Maret 2024.

Sebagai bagian dari tur dunia ini, Dira Sugandi juga bekerja sama dengan Embara Films untuk penggarapan film dokumenter yang akan merekam perjalanan karirnya di dunia teater musikal. Film dokumenter ini diharapkan bisa menginspirasi seniman-seniman Indonesia lainnya untuk bisa berkarya secara Internasional di bidang seni pertunjukan.

“Saya ingin berbagi pengalaman saya dengan seniman-seniman Indonesia lainnya,” ujar Dira Sugandi“Saya percaya bahwa kita semua memiliki potensi untuk bisa berkarya secara Internasional.”

Dira Sugandi merupakan salah satu penyanyi dan aktris Indonesia yang telah meraih kesuksesan di kancah Internasional. Sebagai penyanyi, ia telah tampil di berbagai pertunjukan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Ia pun kerap berkolaborasi dengan seniman-seniman berkelas Internasional seperti David Foster, Andrea Bocelli, Yo-Yo Ma, George Duke, Incognito, Garin Nugroho dan banyak lagi. 

Selain berkarir di dunia tarik suara, Dira juga beberapa kali terlibat di dalam dunia seni peran, baik berupa pementasan teater maupun film. Dira tampil memukau saat membawakan monolog Emiria Soenassa di Seri Monolog Di Tepi Sejarah produksi Titimangsa, sedangkan dalam pementasan teater “Setelah Lewat Djam Malam” yang disutradarai oleh Yudi Ahmad Tajudin, Dira mendapatkan apresiasi tinggi dari khalayak seni peran di Indonesia. 

Penampilan Dira Sugandi dalam pertunjukan “Jungle Book” merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan bagi Indonesia. Hal ini semakin memperkuat keyakinan bahwa seniman Indonesia memiliki daya saing serta daya sanding untuk berkontribusi di dalam sirkulasi seni pertunjukan Internasional.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending