Connect with us

Music

Ramaikan Lagu Anak, Penyanyi Kayana Allica Feat Fannita Posumah Rilis Single The Highest Star

Published

on

FEM Indonesia – Bagai oase di padang pasir, kemunculan penyanyi cilik Kayana Allica menjadi penyejuk pecinta music tanah air yang rindu akan kesederhanaan lirik lagu yang sesuai dengan usia.

Berfeaturing dengan artis yang juga penyanyi Fannita Posumah, gadis kelahiran 22 Januari 2011 itu, merilis single The Highest Star di Queens Head, Kemang, Jakarta Selatan.

Di bawah label RCT Management, lagu The Highest Star yang menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris tersebut menyodorkan keinginan sederhana anak yang ingin didampingi seorang bidadari dalam meraih mimpi yang dicita-citakan serta menjadi sesuatu yang berharga di hati semua orang.

Menurut pencipta sekaligus arrangernya, Div Ivangkia, lirik lagu dengan dua bahasa pada lagu ini bisa mewakili keinginan anak pada umumnya dan Kayana khususnya.

“Simple sebenarnya. Berisikan doa dari saya dan orangtua untuk Kayana. Bahwa anak ingin berharga untuk semua orang. Pun biar enggak berat (lagu anak) ya. Melodi sengaja di ulang-ulang agar mudah di ingat. Disini menonjolkan karakter suara Kayana yang masih anak-anak. Lagu juga pakai dua bahasa karena pertama kali bertemu dia pakai dua bahasa. Biar enggak kagok dicampur supaya enak di dengar,’ terangnya, Kamis (25/11).

Div menambahkan proses pengerjaan lagu cukup terbilang singkat dan sederhana namun bukan asal-asalan. Pasalnya lirik lagu yang biasa diciptakan menceritakan hubungan percintaan.

“Prosesnya hanya semalam. Tepatnya 2 jam. Ya pertama kali bikin lagu anak dan deg-degan karena biasa untuk orang dewasa bertema cinta. Jadi total pengerjaan hingga selesai sekitar 1 sampai 2 pekan. Kendalanya ya itu, paling soal percintaan, sementara anak kan soal harapan,” katanya lagi.

Di tempat yang sama, Kayana Allica mengaku senang dapat menelurkan single anyarnya ini. Terlebih dapat didampingi penyanyi Fannita Posumah yang tak asing di dunia tarik suara.

“Aku suka nyanyi dari kecil. Biasa nyanyi sendiri atau bareng dengan sepupu,” ujar Kayana yang mengidolakan Naura.

“Kebetulan saya suka dengan anak-anak, jadi mengalir aja. Juga membantu dalam pembuatan videoklip lagu ini. Yang pasti menjaga mood karena anak-anak kan suka berubah ya. Saya tinggal menyesuaikan,” tambah Fannita.

Sementara itu Executive Produser Rico Tian dan Produser Tata Liem berharap lagu The Highest Star dapat membangkitkan kembali permusikan anak-anak di tanah air yang saat ini jarang terdengar. [foto : budi santoso/teks : denim]

Music

Rilis Lagu Baru di 21 April, D’Cinnamons Persembahkan “Kartini” Perempuan Hebat!

Published

on

FEM Indonesia – Trio D’Cinnamons kembali mempersembahkan karya lagu rekaman terbaru mereka yang berjudul “Kartini (Perempuan Hebat)”. 

Kendati demikian, titel “Kartini” yang digunakan oleh trio pop akustik asal Bandung, Jawa Barat, tidak serta merta menjadikan lagu itu berkisah tentang sang pahlawan perempuan tersebut secara gamblang. 

“Kartini (Perempuan Hebat)” sedikit banyak memiliki kesamaan dengan “Ma…”, single mereka sebelumnya. Yang menjadi pembeda adalah, kali ini vokalis/gitaris Diana ‘Dodo’ Widoera, gitaris Ismail ‘Bona’ Bonaventura dan bassis Riana ‘Nana’ Mayasari melantunkan perjuangan sosok ibu yang lebih universal.  

Single teranyar milik D’Cinnamons ini menjadi rilisan yang istimewa, lantaran mereka mencoba keluar dari pakem musiknya selama ini. Format pop akustik kali ini, dibuat lebih leluasa bereksplorasi. Selain itu, isian instrumen drum serta keterlibatan White Orchestra juga turut menjadi elemen yang memperkaya komposisi serta aransemennya sehingga menjadi lebih ekspresif juga dramatis. 

“Lagu ini berat, gelap, bukan lagu untuk didengar di pagi dan malam hari, karena banyak teriakan. Sesuatu yang ‘fresh’, apalagi dikuatkan dengan orkestra dan minim gitar akustik. Tantangannya adalah, keberanian untuk berteriak… hahaha. Karena ada rasa khawatir dan pikiranku terkadang masih terperangkap dalam ‘keinginan industri’. 

White Orchestra sendiri adalah entitas baru yang dibentuk oleh Asri Dewi Lestari Hardjakusumah (Achi), mantan pemain biola di grup pop SHE, asal Bandung. Ia mengaku sangat senang dan bersemangat bisa ikut dilibatkan di penggarapan lagu “Kartini (Perempuan Hebat)”, yang ia anggap keren, majestik, tapi simpel, cantik tapi juga gagah dan to the point. 

Rilisnya single “Kartini (Perempuan Hebat)” juga dibersamai dengan peluncuran video musik yang sarat akan nuansa ‘dark’ dan dramatis. Dalam proses produksi video musik tersebut, D’Cinnamons berkolaborasi dengan Aji Aditya sebagai sutradara, yang mana sebelumnya ia juga pernah menangani video klip lagu “Berlayar Lagi”, single dari album Home (2021). Selain itu, juga menggandeng rumah produksi Sinema Gerilya untuk mengeksekusi produksinya.

Single “Kartini (Perempuan Hebat)” yang direkam di Kitharra Studio, dengan penataan suara dipercayakan kepada Eko Sulistyo ini sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital mulai hari ini, Jumat, 19 April 2024. 

Continue Reading

Music

Rilis Kupu Kupu, Tiara Andini Gak Berani Ungkapkan Perasaannya kepada Dede Sunandar?

Published

on

FEM Indonesia – Tiara Andini kembali merilis single terbaru yang diberi judul “Kupu-Kupu”. Single kali ini sangat berbeda dengan lagu sebelumnya yang menyajikan beat dan musik ala KPop. 

Kini Tiara Andini memberikan sesuatu yang fresh dengan membawa nuansa musik dance pop ala 80-an.

“Saat pertama dengar lagu ini aku langsung jatuh cinta, karena nada-nadanya sangat nyaman di dengar, dan lagunya juga sangat catchy, apalagi ini ciptaan Laleilmanino, sangat senang bekerja sama dengan mereka,” ujar Tiara melalui keterangan siaran persnya, Jum’at (19/4/2024).

FYI guys, lagu “Kupu-Kupu” kata Tiara merupakan lagu cinta yang menceritakan tentang dua orang yang sama-sama saling suka, namun saling tidak berani menyampaikan perasaan cinta tersebut. “Tahu kan yah kalau lagi suka, biasanya jadi takut gitu buat ungkapkan perasaan. Nah, ini terjadi di keduanya, padahal saling suka. Kurang lebih kayak gitu cerita lagunya,” ungkap Tiara.

Sementara, dari departemen suara, lagu ini menyajikan nuansa dance pop 80-an yang sangat fun, ceria, dan menyenangkan. Nada-nada yang ditampilkan juga danceable banget. Perilisan “Kupu-Kupu” sangat dinantikan oleh Mootiara, sapaan untuk penggemar Tiara, karena sejak sebelum perilisannya, Tiara sudah memberikan banyak hint bertemakan kupu-kupu yang membuat penggemar penasaran.

Mulai dari mengganti Spotify Canvas kesebelas single nya dengan tema kupu-kupu, hingga mengirimkan pesan kupu-kupu kepada penggemarnya di Instagram. Hal ini tentunya membuat Mootiara sangat excited, mengingat Tiara Andini memang suka memberikan petunjuk atau hint tentang karya-karyanya.

Ada Dede Sunandar di musik videonya

Hal yang seru lainnya ada di musik videonya adalah melibatkan salah satu komedian tanah air, Dede Sunandar. Dan, kehadiran Dede di video tersebut menambah keceriaan dari konsepnya. Oh ya, musik video ini dikerjakan oleh A VSLZM production, dengan Michael Budihardjo yang bertindak sebagai sutradara.

Konsep musik videonya sendiri dibuat dengan nuansa 80-an, vintage! Penuh warna-warni, set-nya juga dibikin fun, begitu juga dengan wardrobe-nya. Seru abis! Apalagi, di sesi dancedi mana Dede, Tiara, dan keempat dancer lain ber-ajojing ria di lantai dansa. “Saat diskusi, aku sudah excited banget dengan konsep musik videonya. Apalagi di sana juga ada Kak Dede. Ternyata hasilnya sangat bagus dan puas banget,” ujar Tiara.

Dengan dirilisnya single “Kupu-Kupu” ini, Tiara berharap lagu ini menjadi viral, didengarkan banyak orang, dan dapat menjadi sesuatu yang segar untuk dinikmati baik itu para Mootiara juga penikmat musik di Indonesia.

“Menurut aku lagunya sangat enak banget, dan fun to listen, semoga banyak yang suka, dan didengarkan oleh banyak orang,” harap Tiara.

Continue Reading

Music

Tak Lolos ke DPR, Badai Beralih ke AKSI : Saya Akan Terus Berjuang!

Published

on

FEM Indonesia – Musisi dan solois Badai masuk dalam daftar calon legislatif (Caleg) artis yang gagal lolos ke Senayan. Meski demikian, Badai tidak berkecil hati. 

Sebaliknya, ia bahkan merasa bangga mampu meraih enam ribu suara di Bekasi, Jawa Barat sebagai Caleg lewat partai Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Terjun ke dunia politik, Badai mengaku ingin berjuang untuk dunia musik yang telah membesarkan namanya. Menurutnya, meski tidak lolos ke Senayan, ia tetap akan berjuang untuk musik. Salah satunya sebagai lewat Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI).

“Tidak bisa berjuang lewat DPR saya masih ada AKSI di mana saya di sini menjadi Sekjen-nya. Kita akan berhubungan terus ke kementrian-kementrian untuk memperjuangan hak para musisi,” aku Badai, belum lama ini.

Lewat AKSI yang diketuai Piyu Padi, Badai juga akan memperjuangkan kesejahteraan para musisi. Beberapa kementrian yang akan ditemui Badai dan teman-teman dari AKSI untuk membuka kerjasama untuk memperjuangkan hak para musisi tanah air.

“Kita sedang mengusulkan jaminan sosial dan dana pensiun untuk musisi lewat jalinan kerjasama dengan kementrian-kementrian yang ada,” lanjut Badai.

Badai dan AKSI juga memperjuangkan hak musisi seperti pembayaran royalti mereka. Saat ini AKSI tengah mempersiapkan wadah penerimaan hak royalti para pencipta lagu lewat platform Digital Direct Lincense (DDL). Ia berharap dengan sistem ini para musisi ke depan bisa mendapatkan hak royaltinya lebih baik lagi. Bagi Badai, ketidakadilan yang terjadi di dunia musik selama ini harus diubah secara masif.

“AKSI menjadi peluru saya untuk memperjuangkan hak para musisi. Semoga ke depan para musisi bisa sejahtera dan menerima hak-haknya dengan penuh,” tutup pria kelahiran Jakarta, 14 Januari 1978 itu. Tim NMC

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending