Femindonesia.com, Jakarta – Perayaan ulang tahun ke-17 Central Park tidak hanya diisi dengan hiburan dan aktivitas rekreasi, tetapi juga membawa pesan kepedulian lingkungan. Dalam puncak perayaan yang berlangsung di Tribeca Park, Central Park berkolaborasi dengan Yayasan Get Plastic Indonesia untuk mengedukasi pengunjung mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Melalui program ini, pengunjung diajak memahami cara memilah sampah sesuai jenisnya, khususnya sampah plastik yang nantinya akan diolah menjadi energi untuk mendukung berbagai kegiatan di Central Park pada masa mendatang.

Marcomm Manager Central Park dan Central Park 2, Dorothea Amanda, mengatakan bahwa pusat perbelanjaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja atau bersantap, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.


“Isu sampah saat ini menjadi perhatian banyak pihak. Sebagai pusat perbelanjaan, kami juga menghasilkan cukup banyak sampah. Karena itu, kami bekerja sama dengan Get Plastic Indonesia untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara memilah sampah dengan baik. Plastik yang terkumpul nantinya akan diolah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung event-event kami berikutnya,” ujar Amanda.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Yayasan Get Plastic Indonesia menjadi salah satu inovasi yang dihadirkan dalam perayaan ulang tahun ke-17 Central Park.

“Setiap anniversary kami ingin menghadirkan sesuatu yang spesial dan bermanfaat. Tahun ini, salah satunya melalui edukasi pemilahan sampah. Harapannya, kebiasaan baik ini tidak hanya dilakukan di pusat perbelanjaan, tetapi juga dapat diterapkan di rumah masing-masing,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Get Plastic Indonesia, Iva, menjelaskan bahwa pihaknya hadir sebagai mitra edukasi yang mendampingi pengunjung memahami proses pemilahan sampah dan manfaat pengolahannya.

“Sampah plastik yang terkumpul dari kegiatan ini akan kami olah menjadi bahan bakar yang nantinya dapat digunakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan Central Park selanjutnya,” ujar Iva.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah plastik masih memiliki nilai guna jika dikelola dengan baik.

“Kami ingin semakin banyak orang memahami bahwa pemilahan sampah itu penting. Sampah plastik bisa diolah menjadi bahan bakar atau produk lain yang bermanfaat, sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir,” tuturnya.

Menurut Iva, edukasi di pusat perbelanjaan cukup efektif karena pengunjung memiliki waktu yang lebih santai sehingga lebih mudah menerima informasi.

“Saat berada di mal, orang cenderung lebih rileks sehingga kami memiliki ruang untuk memberikan penjelasan secara lebih detail. Ketika pengunjung membuang sampah, kami juga bisa mengarahkan mereka sesuai kategori sampahnya. Hasil pengolahan seperti solar dan bensin tidak diperjualbelikan, melainkan didonasikan agar manfaatnya kembali dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pusat perbelanjaan dapat berperan lebih luas, tidak hanya sebagai destinasi gaya hidup dan hiburan, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang mendorong terciptanya kebiasaan ramah lingkungan di tengah masyarakat.