Reportaseindonesia.com, DEPOK — PT Tamasya Hati Global (Tamsyi Tour) memperkuat transformasi bisnis di industri perjalanan ibadah dengan meluncurkan rebranding, second brand “Taman Umroh”, serta membangun ekosistem umrah yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah tersebut diperkenalkan dalam Business Partner Gathering 2026 bertema “A New Journey Begins” yang digelar di Savero Hotel Depok, Sabtu (3/10/2026).
Tak hanya memperkenalkan wajah baru perusahaan, Tamsyi Tour juga membuka ruang kolaborasi dengan UMKM Jawa Barat. Program tersebut ditargetkan dapat menjangkau hingga 12.000 pelaku UMKM, sehingga produk lokal memiliki akses pasar yang lebih luas melalui ekosistem perjalanan umrah.
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengapresiasi langkah Tamsyi Tour yang menggabungkan perjalanan ibadah dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya diberitahukan bahwa ada program umrah yang berkolaborasi dengan UMKM di Kota Depok, yaitu di Tamsyi Tour. Ini kolaborasi yang baik, membangun sebuah ekosistem ekonomi lewat kegiatan umrah, di mana pemberdayaan UMKM menjadi bagian dari perjalanan umrah,” ujar Chandra.
Ia berharap produk-produk UMKM Kota Depok dapat segera masuk dalam layanan yang diberikan kepada jamaah Tamsyi Tour “Insyaallah produk-produk UMKM Kota Depok di akhir tahun ini sudah bisa digunakan untuk jamaah umrah Tamsyi Tour,” katanya.
Bangun Ekosistem Umroh Happy
Direktur Utama Tamsyi Tour, Ivan Yunanto atau Haji Ipan, mengatakan transformasi tersebut merupakan bagian dari visi perusahaan untuk mengembangkan Gerakan Umroh Happy menjadi sebuah ekosistem yang melibatkan berbagai sektor usaha.

“Kami ingin membangun Gerakan Umroh Happy menuju ekosistem. Kalau umrah dibentuk sebagai ekosistem, semua sektor bisa terlibat,” ujar Ivan.
Menurut dia, konsep Umroh Happy tidak sekadar berbicara mengenai perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi mencakup pengalaman jamaah sejak konsultasi hingga kembali ke Indonesia.
Tamsyi Tour berupaya menghadirkan pengalaman yang berbeda, antara lain melalui konsep kantor yang menyerupai kafe serta pelayanan yang mengedepankan kenyamanan jamaah.
“Dari awal kami menghadirkan inovasi berbeda. Kantor kami seperti kafe, jamaah konsultasi kami jamu dengan jamuan terbaik, mereka merasa happy dari awal. Saat berangkat semua disiapkan rapi, kita sisipkan surprise produk lokal Indonesia,” jelas Ivan.
Ia menegaskan, pengalaman umrah yang dibangun Tamsyi Tour diarahkan agar tidak hanya menjadi perjalanan rutin, tetapi tetap mengedepankan kekhusyukan ibadah sekaligus memberikan pengalaman positif bagi jamaah.
“Jadi umrah bukan rutinitas, tapi ibadah yang khusyuk dan happy,” ujarnya.
Tamsyi Tour menawarkan paket umrah dengan harga mulai sekitar Rp30 jutaan, dengan pilihan akomodasi yang diklaim berada dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
UMKM Depok Disiapkan Masuk Ekosistem Umrah
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok Muhammad Thamrin menyambut positif rencana kolaborasi tersebut.
Menurut dia, kerja sama Tamsyi Tour dengan UMKM dapat menjadi salah satu bentuk pembukaan akses pasar bagi produk lokal Depok. “Ini kolaborasi yang bagus dan tentu diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk nyata pembukaan akses pasar bagi produk UMKM Kota Depok,” ujar Thamrin.
Ia mengatakan produk UMKM yang selama ini hanya dikenal di lingkungan lokal memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada jamaah umrah dari berbagai daerah. Produk tersebut nantinya dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman perjalanan, termasuk sebagai oleh-oleh bagi jamaah.
“Kami akan memfasilitasi rencana ini, namun produk UMKM apa yang akan terpilih untuk diajak berkolaborasi, Tamsyi Tour yang akan menentukan. Tentu ada rasa bangga bagi produk UMKM yang terpilih nantinya,” katanya.
Untuk memberikan kesempatan yang lebih merata, setiap kecamatan di Kota Depok akan diberikan kesempatan mengusulkan satu produk pada masing-masing kategori.
Empat Pilar Transformasi
Dalam Business Partner Gathering 2026, Tamsyi Tour memperkenalkan empat pilar transformasi perusahaan. Pertama, rebranding identitas dan dresscode jamaah. Pembaruan dilakukan melalui perubahan identitas visual perusahaan, termasuk perlengkapan jamaah, dengan konsep yang lebih modern, elegan, dan profesional.
Kedua, peluncuran second brand “Taman Umroh”. Brand ini menyasar jamaah dengan pilihan paket yang lebih terjangkau dan fleksibel, namun tetap membawa standar pelayanan Tamsyi Tour.
Ketiga, penguatan kemitraan melalui business matching. Program tersebut membuka peluang kerja sama dengan mitra bisnis dan komunitas sekaligus memperluas jaringan pemasaran Tamsyi Tour.
Keempat, kolaborasi dengan UMKM Jawa Barat. Melalui program ini, Tamsyi Tour membuka peluang bagi produk-produk unggulan lokal untuk masuk ke dalam ekosistem perjalanan umrah.
Produk yang terpilih diharapkan tidak hanya dikenal oleh jamaah dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga memiliki peluang membuka akses pasar yang lebih luas hingga internasional.
Didukung DPRD Kota Depok
Anggota DPRD Kota Depok Babai Suhaemi juga mendukung pelibatan UMKM dalam ekosistem perjalanan ibadah yang dikembangkan Tamsyi Tour. Ia menilai penggunaan produk UMKM sebagai bagian dari layanan jamaah merupakan peluang untuk memperluas pasar produk lokal.
Babai menyebut berdasarkan data yang disampaikannya dari Kementerian Haji, terdapat 79 lembaga penyelenggara perjalanan umrah di Kota Depok.
Menurut dia, jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar bagi produk UMKM apabila penyelenggara perjalanan umrah turut melibatkan produk lokal.
“Membawa produk UMKM menjadi bagian pelayanan ini merupakan terobosan yang sudah bagus. Di Kota Depok saja ada 79 lembaga penyelenggara umrah. Kalau semuanya melibatkan UMKM, sambalnya, rendangnya, ini luar biasa untuk ketahanan ekonomi,” kata Babai.
Ia berharap langkah yang dilakukan Tamsyi Tour dapat menjadi model kolaborasi bagi penyelenggara perjalanan haji dan umrah di daerah lain.
Melalui rebranding, peluncuran Taman Umroh, penguatan business partner, serta kolaborasi dengan UMKM Jawa Barat, Tamsyi Tour menargetkan terbentuknya ekosistem perjalanan religi yang memberikan manfaat tidak hanya bagi jamaah, tetapi juga bagi pelaku usaha lokal.
Semangat tersebut dirangkum dalam slogan: “Umrahnya Berkah, Jamaahnya Happy, UMKM-nya Naik Kelas.”


Tinggalkan Balasan