Femindonesia.com, Depok – Upaya Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia untuk memasyarakatkan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) di seluruh kota terus dilakukan.

Belum lama ini, giliran Depok, Jawa Barat yang menjadi tempat sosialiasasi GNBSM melalui nonton bersama dengan pelbagai komunitas termasuk kalangan mahasiswa dan akademisi.

Ketua Lembaga Sensor Film Republik Indonesia, Dr. Naswardi, M.M, M.E, mengatakan keberadaan LSF di Depok, selain memasyarakatkan klasifikasi usia penonton, juga mengajak masyarakat menerapkan GNBSM.

“Kami sosialisasikan dan fokuskan ketihga tujuan yakni mahasiswa, dosen dan perguruan tinggi. Kebetulan hari ini kerjasama dengan UI, termasuk komunitas, posyandu, masyarakat, kelompok PKK serta kelompok Masyarakat lain yang bisa kita jadikan sebagai ujung tombak untuk literasi menonton,” ujarnya di CGV Depok Mall.

Selain itu, lanjut Naswardi, pihaknya terus memberikan perbantuan terhadap film-film nasional yang saat ini tumbuh pesat, dimana tahun lalu mencapai 80,2 juta penonton.

Dia pun berharap literasi masyarakat dalam hal menonton memilih tontonan sesuai usia ini menjadi budaya baru.

Di tempat yang sama, Wakil Walikota Depok, Chandra Rahmansyah mengaku mendukung upaya literasi menonton yang dilakukan LSF ini. Terlebih dengan literasi mengajarkan kepada masyarakat untuk mengetahui segmen-segmen mana yang sesuai dengan usia.

“Film ini juga merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat. Sehingga dalam memilih film yang tepat dan sesuai dengan usia, sesuai segmennya maka akan menjadi saran edukasi yang tepat bagi masyarakat. Sehingga film juga bisa memberikan dampak positif bagi kemajuan pembangunan bangsa dan khususnya di Kota Depok,” jelasnya.

Pada nonton bareng tersebut, hadir produser film Jangan Buang Ibu, Agung Saputra, produser film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ketua Umum BPI Fauzan Zidni dan Suma Riella Rusdiarti, dosen Universitas Indonesia. [foto/teks : denim]