FEM Indonesia, Jakarta – Kabar mengenai rumah makan milik komedian Nunung Srimulat yang mendadak sepi setelah diduga mendapat kiriman tanah kuburan menjadi perhatian publik. Peristiwa yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, itu memunculkan beragam spekulasi, termasuk dugaan adanya unsur mistis di balik penurunan jumlah pelanggan.

Menanggapi fenomena tersebut, praktisi supranatural Liliana atau Ms. Alfa mengungkapkan pandangannya mengenai kepercayaan masyarakat terhadap tanah kuburan yang kerap dikaitkan dengan praktik ilmu hitam dan gangguan terhadap usaha.

Menurut Ms. Alfa, dalam kepercayaan supranatural, tanah kuburan terkadang diasosiasikan dengan simbol kematian, kesunyian, dan suasana menyeramkan. Namun, ia mengingatkan bahwa fenomena tersebut perlu disikapi secara bijak tanpa terburu-buru menyimpulkan penyebab menurunnya aktivitas sebuah usaha.

“Kiriman seperti ini biasanya ada yang tidak senang dengan ramainya usaha seseorang, makanya ada cara-cara spiritual atau supranatural yang dipakai. Salah satunya media tanah kuburan, karena identik dengan kematian, sepi, dan seram,” ujar Ms. Alfa.

Ia menjelaskan, dalam praktik yang dijalaninya, terdapat sejumlah metode spiritual yang digunakan untuk membantu klien yang merasa mengalami gangguan serupa. Salah satu cara yang disebutkannya adalah menggunakan garam krosok.

“Ada salah satunya dengan garam krosok, karena garam termasuk penetral, dan beberapa arahan lainnya,” tuturnya.

Meski demikian, pandangan tersebut merupakan bagian dari keyakinan dan praktik supranatural. Belum ada bukti yang dapat memastikan bahwa kiriman tanah kuburan menjadi penyebab langsung sepinya sebuah tempat usaha.

Sarankan Pemilik Usaha Tetap Tenang

Ms. Alfa mengatakan, pemilik usaha yang mengalami kejadian serupa sebaiknya tidak langsung larut dalam ketakutan. Ia menyarankan agar kebersihan tempat usaha tetap dijaga dan benda-benda mencurigakan yang ditemukan ditangani dengan hati-hati.

“Untuk menghadapi ini, sebelum mencari solusi ke luar, baiknya sapu dan pel terlebih dahulu. Apa pun yang terlihat aneh, lalu bersihkan semua,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan dugaan gangguan mistis sebagai satu-satunya penjelasan atas perubahan kondisi bisnis.

“Tetap pakai logika, bukan malah takut dan meyakini hal ini akan terjadi terus-terusan. Bisa juga evaluasi tindakan apa yang dilakukan, mungkin ada yang tidak senang. Bisa juga pasang CCTV untuk mengetahui siapa pelaku pelemparan ini,” pungkasnya.

Menurut Ms. Alfa, selain menyikapi kejadian berdasarkan keyakinan masing-masing, pemilik usaha perlu melakukan evaluasi bisnis dan mengambil langkah nyata untuk menjaga keamanan lokasi.

Pemasangan kamera pengawas, misalnya, dapat membantu mengidentifikasi pihak yang diduga melempar benda ke area usaha. Jika ditemukan indikasi pelanggaran atau tindakan yang membahayakan, pemilik usaha dapat mempertimbangkan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Omzet Rumah Makan Nunung Menurun

Sebelumnya, Nunung mengungkapkan bahwa rumah makannya, SongOseng, di Solo mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan. Tempat makan yang sebelumnya ramai pengunjung itu disebut mulai sepi dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan terakhir.

Kondisi tersebut membuat keluarga yang mengelola rumah makan itu menaruh curiga setelah beberapa kali menemukan benda yang diduga tanah kuburan di sekitar lokasi. Benda tersebut dilaporkan ditemukan di sejumlah titik, mulai dari area parkir hingga pintu masuk warung.

Nunung mengaku sempat meragukan laporan mengenai temuan tersebut. Namun, karena kejadian itu disebut berulang dan berlangsung bersamaan dengan menurunnya jumlah pelanggan, ia mulai mempertimbangkan kemungkinan adanya keterkaitan antara kedua peristiwa tersebut.

Meski begitu, Nunung tetap berusaha berpikir positif dan memilih melakukan pembenahan terhadap usaha yang dikelolanya.

Penurunan omzet sendiri tidak serta-merta membuktikan adanya gangguan supranatural. Berbagai faktor, seperti perubahan pola kunjungan pelanggan, kualitas pelayanan, persaingan usaha, hingga kondisi operasional, juga perlu diperiksa untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Dengan demikian, dugaan kiriman tanah kuburan ke rumah makan Nunung menjadi pengingat bahwa setiap persoalan perlu disikapi secara tenang, mengedepankan bukti, serta diikuti langkah konkret untuk menjaga keamanan dan keberlangsungan usaha.