Femindonesia.com, JAKARTA – blu by BCA Digital menghadirkan podcast Cerita Camping sebagai sarana edukasi literasi keuangan dan keamanan digital dalam momentum Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026. Melalui obrolan santai yang dekat dengan keseharian, program ini mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan finansial digital.

Mulai dari penipuan tiket konser dengan harga murah, pesan mencurigakan yang meminta data pribadi, hingga ajakan meminjamkan rekening kepada orang lain, berbagai situasi tersebut dapat menjadi celah penyalahgunaan keuangan jika tidak diwaspadai.

Di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital, pemahaman mengenai risiko transaksi menjadi semakin penting. Masyarakat tidak hanya dituntut mampu memanfaatkan layanan perbankan digital, tetapi juga memahami cara menjaga keamanan data dan mengambil keputusan finansial secara bijak.

Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Jadi Perhatian

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 93,61 persen, sedangkan indeks literasi keuangan berada di angka 69,57 persen.

Perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat edukasi agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta cara menggunakannya secara bertanggung jawab.

Ancaman penipuan digital juga masih menjadi perhatian. Berdasarkan publikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 668.441 laporan sejak beroperasi pada November 2024 hingga Agustus 2026. Dalam periode tersebut, dana korban yang berhasil diblokir mencapai Rp771,2 miliar.

Data tersebut memperlihatkan bahwa literasi keuangan perlu mencakup kemampuan mengenali modus penipuan, memverifikasi informasi, dan melindungi data pribadi.

Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, mengatakan kemudahan akses layanan keuangan digital perlu diimbangi dengan pemahaman finansial yang memadai.

“Di tengah perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat, kami percaya bahwa kemudahan akses perlu berjalan beriringan dengan pemahaman finansial yang baik. Melalui Cerita Camping, blu ingin menghadirkan edukasi yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Duardi.

Ia berharap cerita yang dibagikan dapat membantu sobatblu lebih kritis dalam mengenali risiko, menjaga keamanan data pribadi, serta mengambil keputusan finansial dengan lebih bijak.

Edukasi Keuangan Digital Lewat Obrolan Santai

Mengusung konsep percakapan santai yang terinspirasi dari suasana berkumpul di sekitar api unggun, Cerita Camping membahas literasi keuangan, keamanan siber (cybersecurity), hingga produk perbankan melalui cerita yang ringan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Pada musim perdananya, podcast ini menghadirkan enam episode yang dijadwalkan tayang setiap dua minggu, tepatnya pada Jumat pukul 19.00 WIB. Empat episode awal mengangkat berbagai persoalan yang kerap ditemui masyarakat dalam beraktivitas di ruang digital.

Episode pertama membahas penipuan daring yang memanfaatkan manipulasi psikologis, seperti menciptakan kepanikan atau situasi mendesak agar korban mengikuti instruksi pelaku. Penonton diajak lebih berhati-hati terhadap pesan mencurigakan, memverifikasi informasi melalui kanal resmi, serta tidak membagikan kode OTP, PIN, maupun kata sandi kepada pihak lain.

Episode kedua mengangkat penipuan tiket konser daring yang memanfaatkan fenomena fear of missing out (FOMO), yakni rasa takut tertinggal dari pengalaman yang sedang diminati banyak orang.

Antusiasme menyaksikan musisi favorit terkadang membuat calon pembeli terburu-buru melakukan pembayaran tanpa memeriksa kredibilitas penjual. Melalui episode ini, penonton diingatkan untuk memastikan keaslian penawaran dan keamanan transaksi sebelum mentransfer uang.

Selanjutnya, episode ketiga bertajuk “Pinjam-Meminjam Rekening Bikin Terancam” membahas risiko meminjamkan rekening, akses akun, maupun identitas pribadi kepada orang lain.

Kebiasaan yang berawal dari rasa percaya atau keinginan membantu tersebut dapat membuka peluang penyalahgunaan rekening dan informasi finansial. Karena itu, masyarakat perlu menjaga kendali atas rekening serta identitas pribadi dan tidak memberikan akses kepada pihak lain secara sembarangan.

Sementara itu, episode keempat bertajuk “Real or Fake: Masih Ada yang Gak Percaya Bank Digital” membahas keraguan masyarakat terhadap keamanan layanan perbankan digital.

Episode ini mengajak penonton memahami keamanan bank digital sekaligus menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi dan menerapkan kebiasaan bertransaksi secara hati-hati.

Melalui keempat episode tersebut, blu menekankan bahwa perlindungan finansial digital dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memeriksa kebenaran informasi, tidak membagikan data rahasia, serta mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan keuangan.

Dorong Masyarakat Lebih Bijak Bertransaksi

Duardi menegaskan, literasi keuangan tidak sebatas kemampuan mengatur uang, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap risiko dan upaya melindungi aset yang dimiliki.

“Bagi blu, literasi keuangan bukan hanya tentang bagaimana seseorang mengelola uang, tetapi juga memahami risiko dan melindungi apa yang dimiliki. Sejalan dengan semangat Bulan Inklusi Keuangan, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin percaya diri, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan layanan finansial digital,” tambahnya.

Sebagai bagian dari Grup BCA, blu by BCA Digital menyatakan terus berkomitmen menghadirkan edukasi finansial yang relevan dan mudah dipahami masyarakat.

Melalui Cerita Camping, blu berharap pemahaman mengenai keamanan finansial semakin dekat dengan keseharian masyarakat, sehingga pemanfaatan layanan keuangan digital dapat berjalan seiring dengan kesadaran terhadap risiko penipuan.