Femindonesia.com, JAKARTA – Sinemaku Pictures merilis trailer dan poster terbaru film “Memburu Pemangsa”, karya sutradara Umay Shahab. Mengusung genre horror-crime-action, film ini menghadirkan kisah empat jurnalis perempuan yang memburu seorang predator anak hingga terseret ke dalam teror yang jauh lebih mengerikan.
Trailer terbaru film tersebut diawali dengan pendekatan mockumentary, mengikuti perjalanan investigasi empat jurnalis yang berusaha mengungkap kasus kejahatan terhadap anak. Namun, penyelidikan mereka perlahan membuka fakta yang lebih gelap dari sekadar tindak kriminal.
Kasus tersebut ternyata berkaitan dengan praktik ritual demonologi, ketika seorang manusia disebut bersekutu dengan iblis dan menjadikan anak-anak sebagai bagian dari tujuan brutalnya.
Empat jurnalis yang menjadi pusat cerita diperankan oleh Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem. Mereka tidak hanya dituntut mengumpulkan informasi dan mengungkap fakta, tetapi juga harus menghadapi ancaman yang mempertaruhkan keselamatan mereka.
Laura Basuki memerankan Agnes, pemimpin tim investigasi yang memiliki indra keenam. Sementara Taskya Namya berperan sebagai Brina, seorang juru kamera yang ikut terlibat langsung dalam perburuan sang predator.
Poster resmi yang dirilis bersamaan dengan trailer menampilkan keempat jurnalis tengah menghadapi sang predator, yang diperankan Teuku Rifnu Wikana. Dalam poster tersebut, karakter Rifnu terlihat terikat rantai dengan wajah penuh luka. Sebuah kalung hijau yang menyala di lehernya menjadi salah satu petunjuk mengenai keterkaitannya dengan kekuatan iblis.
Libatkan Sejumlah Pihak dalam Riset
Tidak hanya mengandalkan unsur horor, “Memburu Pemangsa” juga membawa isu serius mengenai kejahatan terhadap anak. Sinemaku Pictures mengaku melakukan riset sejak tahap pengembangan cerita.
Dalam proses tersebut, tim produksi melibatkan Komnas Perlindungan Anak, akademisi kriminologi Universitas Indonesia, Divisi Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Kejahatan terhadap Anak (TPPO) Bareskrim Polri, serta redaksi media investigasi.
Sutradara Umay Shahab mengatakan riset tersebut mempertemukan tim dengan berbagai kisah kejahatan terhadap anak yang dinilai sangat memprihatinkan, termasuk cerita mengenai praktik demonologi yang melibatkan anak-anak.
“Bagi saya, kejahatan terhadap anak adalah sesuatu yang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun dan tidak seharusnya pernah mendapatkan ruang untuk dimaafkan,” ujar Umay Shahab.
Sementara itu, Laura Basuki berharap film ini tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya perlindungan anak.
“Kekerasan dan kejahatan terhadap anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Film ini bukan hanya sebagai karya hiburan, tetapi juga menjadi wake-up call bagi kita untuk terus memperjuangkan perlindungan anak-anak kita ke depannya,” kata Laura.
Bagi Taskya Namya, keterlibatannya dalam film ini juga memberinya pengalaman baru untuk memahami profesi jurnalis, termasuk risiko yang harus dihadapi ketika melakukan liputan investigasi.
Menurutnya, seorang jurnalis tidak hanya dituntut mendapatkan informasi dan menghasilkan berita, tetapi juga harus mempertimbangkan keselamatan ketika berhadapan dengan kasus berisiko tinggi.
“Memburu Pemangsa” dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 24 September 2026. Film ini menawarkan perpaduan investigasi jurnalistik, kejahatan terhadap anak, aksi, dan horor supranatural dalam satu cerita.


Tinggalkan Balasan