Femindonesia.com, JAKARTA — Band pop anak muda rock asal Lampung, The Morse, kembali hadir di industri musik Tanah Air setelah hampir satu tahun vakum. Memasuki 2026, The Morse membawa sejumlah perubahan melalui formasi baru, warna musik yang lebih segar, serta semangat untuk memperluas kiprah ke panggung nasional.
Masa vakum dimanfaatkan The Morse untuk melakukan evaluasi dan mempersiapkan karya-karya baru. Setelah kembali aktif, band tersebut mulai menjajal sejumlah panggung, termasuk penampilan di Bekasi yang menjadi salah satu momentum penting kebangkitan mereka pada 2026.
“Kami belajar banyak di masa vakum kemarin. Justru itu jadi waktu kami untuk evaluasi dan menyiapkan karya-karya baru,” ujar Ratna Sari Dewi, Produser The Morse.

Mulai Perluas Panggung ke Luar Lampung
Sebelum tampil di Bekasi, The Morse telah melakukan sejumlah penampilan di Bandar Lampung. Berbagai panggung tersebut menjadi ajang pemanasan bagi band untuk kembali membangun energi sekaligus mempersiapkan diri tampil di luar Lampung.
“Itu jadi pemanasan kami sebelum akhirnya berani keluar dari kota Lampung,” jelas Ratna. Dengan formasi baru, The Morse kini menargetkan dapat meningkatkan jam terbang serta membuka peluang tampil di berbagai kota di Indonesia.
Pertahankan Pop Rock dengan Sentuhan Gen Z
Kehadiran The Morse pada 2026 tidak hanya ditandai perubahan personel. Band ini juga membawa pendekatan baru dalam mengemas musiknya.

Meski tetap mempertahankan karakter pop rock, The Morse mencoba menghadirkan warna yang lebih kekinian agar musik mereka dapat diterima pendengar generasi muda, khususnya Gen Z.
“Di 2026 ini kami hadir dengan rasa baru dan warna baru. Tapi tetap tidak lari dari pop rock. Kami kemas dengan warna-warna musik anak Gen Z biar lebih dekat sama pendengar muda,” ungkap Ratna.
Perpaduan antara identitas pop rock dan sentuhan musik generasi baru tersebut menjadi salah satu strategi The Morse untuk memperluas basis pendengar sekaligus memperkuat eksistensi mereka di industri musik nasional.

Peran “Bunda The Morse” di Balik Perjalanan Band
Di balik perjalanan The Morse, terdapat sosok Ratna Sari Dewi yang berperan sebagai produser sekaligus orang tua dari salah satu personel. Ratna menyebut keterlibatannya berangkat dari kecintaan terhadap musik dan keinginan memberikan ruang yang nyaman bagi anak-anak muda untuk mengembangkan kreativitas.
“Sebenarnya saya sebagai orang tua. Kebetulan ikut memproduseri sendiri The Morse. Ibaratnya seperti sosok ‘Bunda Slank’ lah ya,” kata Ratna.
Ia menegaskan dukungan terhadap The Morse diberikan melalui berbagai hal, mulai dari doa, tenaga, pikiran hingga usaha untuk membantu band tersebut berkembang.
“Saya melakukan ini biar anak-anak lebih nyaman. Sebagai orang tua yang senang musik, kami mensupport dengan doa, usaha, tenaga dan pikiran. Agar The Morse bisa diterima di kancah musik Tanah Air,” tegasnya.
Dengan formasi baru, warna musik yang lebih segar, dan target memperluas panggung pertunjukan, The Morse menjadikan 2026 sebagai momentum untuk kembali menegaskan eksistensinya sekaligus membawa semangat pop rock generasi muda dari Lampung menuju panggung musik nasional.


Tinggalkan Balasan