FEM Indonesia – Pengalaman pahit adalah guru yang paling baik dalam menjalani hidup. Hal itu juga pernah dialami Andez dulu dalam menekuni karir sebagai seorang musisi.
Hanya karena sebuah hinaan, selama beberapa tahun Andez sempat tak berani menekuni dunia musik dengan serius.
“Waktu itu ada yang bilang kalau saya tidak ada apa-apanya, hanya bagian dari sampah lalu diangkat jadi musisi. Sejak itu saya putus asa dan tidak berani menekuni dunia musik,” kata Andez menceritakan pengaman pahitnya saat launching “Swara Melayu Bersinar Lagi” di Tamini Square, Jakarta Timur, Jumat (5/8/2022) lalu.
Pengalaman pahit yang dialami Andez itu dirasakan ketika ia sebagai gitaris dan juga pencipta lagu-lagu band Gibran’s pada tahun 2011 silam. Namun, rasa trauma itu perlahan menghilang sehingga ia kembali mencoba membuat karya musik lagi di bulan Mei 2022.
Awalnya Andez hanya coba-coba saja rekaman lagu baru di studio. Lagu itu ia sendiri yang menyanyikannya. Selanjutnya pengerjaan lagu tersebut dibantu oleh Albert, mantan personil grup Vernandez hingga rampung.
“Alhamdulillah karya kami berdua yang berjudul “Sebatang Kara” diterima baik okeh CEO NAGASWARA, Rahayu Kertawiguna. Kita juha diberi kesempatan rilis secara resmi ini,” tambah Andez.
Bagi Andez bersama Albert adalah langkah awal untuk kembali ke dunia musik. Keduanya kini mengusung grup bernama Andez. Harapannya tentu sangat besar bisa kembali berkarya dan menciptakan Iagu-Iagu yang selama ini pernah ia tekuni.
“Ke depan saya berharap bisa menghasilkan karya-karya terbaik saya di dunia musik. Semoga single ‘Sebatang Kara’ menjadi kunci buat saya untuk melangkah lebih baik lagi ke depan,” harap Andez.


Tinggalkan Balasan