FEM Indonesia – Kota se-Jawa Timur, menerima penghargaan dari Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur. Acara penyerahan penghargaan yang dikemas dalam bentuk pergelaran bertajuk ‘Malam Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur’, berlangsung di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (21/12/2019) malam.

10 penghargaan kategori “Akusara Budaya” keberhasilan di bidang manajemen produksi yang menghasilkan prestasi membanggakan, diraih duta seni daerah Kota Blitar, Kabupetan Bojonegoro, Kabupetan Nganjuk, Kabupetan Tulungagung, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Kabupetan Ponorogo, Kabupetan Banyuwangi, Kabupetan Kediri, dan Kabupetan Jember.


Lima penyaji lainnya, meliputi kategori Adhiwangsa Budaya pelestarian budaya, diraih duta seni daerah Kabupetan Sumenep, Kabupetan Bondowoso, Kota Batu, Kabupetan Mojokerto, dan Madiun. Untuk empat kategori Acarya Budaya; pembinaan potensi seni, diberikan kepada duta seni daerah Kota Madiun, Kabupetan Pamekasan, Kabupetan Sidoarjo, dan Kabupetan Malang.

Penghargaan selanjutnya untuk empat kategori Abyakta Budaya regenerasi seniman, diberikan kepada duta seni daerah dari Kabupetan Ngawi, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kabupetan Pasuruan. Empat kategori berikutnya, Adhikari Budaya_ (mengelola potensi seni), diberikan kepada duta seni daerah Kabupetan Lamongan, Kabupetan Trenggalek, Kabupetan Pacitan, dan Kabupetan Magetan.


Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik agregat seni budaya yang telah ditampilkan dalam forum-forum seni budaya, seperti di Anjungan Jawa Timur, di Taman Mini Indonesia Indah ini,” ujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, *Dr. Himawan Subagyo, S.H., M. Hum,* saat memberi sambutan.

Indonesia, menurutnya, merupakan negara besar. Terdiri dari beragam etnis, suku, ras, bahasa, agama, dan budaya Bhinneka Tunggal Ika. “Spesifikasi dan keunikan Indonesia tersebut merupakan kekayaan bangsa. Karunia Tuhan yang patut disyukuri dan dibanggakan, serta harus dijaga sekuat-kuatnya,” tambah Himawan.

*Apresiasi Empati; Peduli Budaya*

Ada pesan “inspiratif” yang tersirat dari pagelaran ‘Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur ini. Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi empati; peduli dan ruang ekspresi kebudayaan atas berbagai pranata dan institusi seni budaya, khususnya yang ada di bumi Jawa Timur. Beragamnya entitas budaya, norma dan kearifan lokal, ditampilkan dan diinternalisasi di acara yang diselenggarakan Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini. Bukan hal mudah. Namun para seniman, budayawan, pejabat dan birokrat (Jawa Timur), berhasil menunjukkan integritas, loyalitas, dedikasi, dan sumbangsihnya dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya melalui kajian, pengamatan, dan supervisi.


Acara Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur ini dinilai mencapai rekor terbaik, sebagai sebuah pengelolaan apresiasi seni budaya. Digelar tidak kurang dari 86 kali pertunjukan selama rentang waktu dua tahun, 2018 – 2019. Tanpa jeda; berturut-turut, 29 pertunjukan paket kesenian daerah + 12 paket khusus (di tahun 2018), dan 30 pertunjukan paket kesenian daerah + 15 paket khusus (di tahun 2019). Berlangsung secara kontinu; berkesinambungan; berkelanjutan; terus-menerus, setiap minggu.

“Apresiasi ini diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi masyarakat. Khususnya lembaga-lembaga pemerintah, non-pemerintah, pemerhati budaya, media massa; _publishing,_ serta para jurnalis; wartawan,  yang diharapkan semakin memiliki kepedulian terhadap seni budaya bangsa Indonesia,” ujar praktisi dan pengamat seni tradisi, *Suryandoro, S.Sn* yang juga Ketua Tim Juri Pengamat Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur.


Juri Pengamat lainnya, *Dra. Nursilah, M. Si.* (Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta), pada kesempatan yang sama menyampaikan beberapa catatan penilaian terkait penyelenggaraan Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur ini.

Dari aspek manajerial produksi, kata Nursilah, masing-masing duta seni daerah ada yang cukup semangat, tetapi ada beberapa Kabupaten Kota yang kurang intensif. “Poin lain yang menjadi perhatian para juri, adalah aspek kreativitas, pembedayaan sumber daya manusia, regenerasi, dan pelestarian, serta penyertaan potensi lokal sebagai pendukung, seperti pameran industri, dan potensi lokal,” terangnya.


Tampil juga dua juri pengamat lainnya, *Eddie Karsito* (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), dan *Catur Yudianto* (Kepala Bagian Pelestarian dan Pengembangan Bidang Budaya TMII), turut mengumumkan nama-nama para duta seni penerima anugerah. Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur, *Drs. Dwi Suyanto, MM,* dalam sambutannya menyampaikan, penghargaan yang diberikan diharapkan dapat lebih memacu semangat seniman di daerah.

“Anugerah duta seni ini adalah bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kepada seluruh Pemerintah Kabupaten Kota yang telah mengirimkan duta seninya. Kegiatan ini sangat menopang dan mengukuhkan agar budaya Jawa Timur tetap terjaga kelestariannya,” ujar Dwi Suyanto.


Turut hadir di acara ini, Koordinator Anjungan Daerah TMII, *Dra. Ir. Ertis Yulia Manikam,* Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, *Samad Widodo, SS, MM,* para Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten-Kota se-Jawa Timur, serta beberapa pejabat daerah terkait, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten – Kota se-Jawa Timur.