FEM Indonesia – Penganan cokelat sudah akrab di tengah masyarakat. Bahkan kerap dijadikan kado untuk merayakan sesuatu. Namun kini cokelat juga tak melulu mahal. Pasalnya bahan cokelat yang memiliki kualitas premium di Indonesia sudah banyak ditemui di sejumlah daerah. Contohnya Coklat Pak Tani yang diproduksi di Desa Omu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Di Kabupaten Sigi terdapat perkebunan kakao seluas 27.885 hektar dengan kisaran 1.000 -1.100 pohon per hektar. Sehingga 20% total produksi kakao di Sulawesi Tengah berasal dari Sigi. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Rahmad Iqbal.
“Jadi, perkebunan seluas itu bisa menghasilkan 600 – 700 ton biji kakao per hektar per tahun. Kakao merupakan komoditas perkebunan yang menjadi unggulan di Sigi. Sekitar 11.500 kepala keluarga menggantungkan hidupnya pada tanaman kakao. Perannya sangat penting dalam perekonomian masyarakat sebagai sumber pendapatan, juga menciptakan lapangan kerja dalam usaha yang terkait dengan kakao. Karena produksi kakao di tingkat rumah tangga pun makin berkembang,” urai Rahmad.

Bahan kakao yang mumpuni kualitasnya seperti dikatakan Rahmad diiyakan alumni Masterchef Indonesia 6, Jordhi Aldyan Latif. Ia mengatakan bahwa lebih baik membuat makanan sendiri daripada membeli. Selain lebih hemat, rasa makanan bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhan. Misalnya, karena keluarganya tidak terlalu suka manis maka dia selalu membuat dessert dengan sedikit gula. Dengan begitu, cokelatnya akan lebih terasa daripada gulanya.
“Kalau memakai cokelat Sigi, kita hanya perlu menambahkan bahan-bahan yang tepat. Misalnya, untuk mendapatkan tekstur creamy, kita bisa mencampurkan cokelat leleh dan whipping cream. Di samping itu, cokelat cocok banget dipadukan dengan macam-macam berry, juga daun mint, matcha, kelapa, kopi, jahe, dan kacang-kacangan. Jadi, kita bisa membuat banyak sekali dessert atau camilan dengan berbagai paduan rasa atau bahan berbeda,” terangnya.
Bahkan, Jordhi berani mensandingkan c dengan cokelat lain yang banyak digunakan untuk baking. Sebab selain tidak sulit didapatkan, pemasaran cokelat lokal ini sudah cukup luas, bahkan sudah dibawa ke side event konferensi G20 di Nusa Dua.
Untuk diketahui Coklat Pak Tani merupakan chocolate bar pertama di Sigi. Dalam prosesnya dimulai dari pemilihan buah kakao terbaik, penjemuran, hingga menentukan komposisi chocolate bar paling tepat.
“Ketika bijinya sudah dipisahkan dari kulit, dia tidak bisa langsung dipakai atau dijemur. Jika langsung dijemur, aroma cokelat yang khas akan hilang. Sebelum penjemuran di bawah sinar matahari langsung, biji cokelat difermentasi dahulu selama sekitar 3 – 4 hari,” kata seorang petani kakao, Thomas.
“Dari segi rasa, dengan kandungan kakao di atas 70%, serta campuran sedikit gula dan susu, rasanya tidak terlalu manis. Mirip seperti dark chocolate. Manisnya pun bukan hanya dari gula pasir, melainkan juga dari gula aren yang cita rasanya juga berbeda. Selain itu, teksturnya unik seperti berpasir, karena ampas cokelat dan lemak cokelat dimasukkan juga ke dalam campuran cokelat,” sambungnya.
Bahkan, Jordhi menambahkan wangi Coklat Pak Tani juga berbeda dari permen cokelat lain lantaran kandungan kakao yang tinggi. Karena itu saat membuat triple chocolate box, ia tak hanya menggunakan chocolate bar lokal tetapi juga cokelat bubuk sebagai bahan membuat kue maupun sebagai garnish.
“Aroma dan rasa cokelatnya dominan, meninggalkan sedikit rasa pahit atau aftertaste yang khas,” tuturnya. [foto : dokumentasi/teks : denim]


Tinggalkan Balasan