FEM Indonesia – Fitur tracking merupakan salah satu yang bakal dibenamkan pada aplikasi KiriminAja usai memperoleh pendanaan pada 2023. Hal tersebut untuk membantu user mengetahui barang pesanan yang dibawa kurir. Demikian dikatakan salah satu pembicara dari KiriminAja saat temu media secara daring, Kamis (2/2).
KiriminAja sendiri merupakan startup Logistic Enabler yang memberikan kekuatan di bidang supply chain untuk membantu UMKM serta pebisnis online yang berbasis di Yogyakarta sejak 2020.
“Pendanaan tersebut akan kami gunakan untuk akselerasi akuisisi market baru, meningkatkan layanan customer juga pengembangan produk baru. Beberapa inisiatif yang akan akan dikembangkan diantaranya Cash Advance COD, dan pemberian modal bisnis, sesuai dengan visi KiriminAja membangun ekosistem edukasi untuk meningkatkan pertumbuhan UKM di Indonesia,” kata CEO & Founder KiriminAja, Fariz GTJ.
Disebutkan, perolehan pendanaan pada 2023 ditandai masuknya jajaran Komisaris yakni Djohari Zein, Budi Isman dan Yulian Afrizal yang bertujuan untuk semakin memperkuat solusi bisnis supply chain berbasis teknologi.
Sedangkan CMO KiriminAja, Arief Ardinugroho menilai adanya pertumbuhan 811% dalam satu tahun terakhir akan tetap membuat KiriminAja agresif dalam mengejar pertumbuhan seiring masih besarnya potensi pasar.
“Kami menghindari adanya perang harga dalam mengejar pertumbuhan. Salah satu program yang baru kita launching adalah KiriminAja One Year Coaching, Modal Bisnis KiriminAja serta Reward Loyalty,” terangnya.
Selain itu, sambung Arief, growth market size COD juga masih sangat tinggi di Indonesia, dimana 73,04% pembayaran di e-commerce masih mengandalkan fitur COD dan 21,2% dilakukan melalui transfer bank. Bahkan berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) mayoritas usaha e-commerce (83,11%) di hampir semua lapangan usaha, lebih suka memilih menggunakan metode cash on delivery (COD).
“Estimasi nilai transaksi e-commerce di Indonesia pada tahun 2023 US$ 121 Miliar,” ucapnya.
Tak heran, KiriminAja akan terus berkembang dan pilihan para bisnis owner, online seller maupun enterprise. Apalagi market COD masih mendominasi pasar di Tanah Air sehingga KiriminAja bakal mendampingi serta maju bersama karena sedikitnya 4 juta wirausaha baru masih dibutuhkan guna mendorong penguatan struktur ekonomi. Terlebih saat ini rasio wirausaha di dalam negeri masih sekitar 3,1 persen dari total populasi penduduk. [foto : dokumentasi/teks : denim]


Tinggalkan Balasan