FEM Indonesia – Bersyukur. Demikian kata yang terucap siapa pun saat Ramadan tahun ini dapat menjalani tanpa pembatasan sosial. Diketahui sejak 2 tahun lalu, pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan pemerintah menetapkan aturan pembatasan bersosial. Salah seorang yang mensyukuri dan menjalani Ramadan 2023, public speakers Derie Arya.

“Ramadan tahun kali ini alhamdulillah Ramadan yang back to normal sesungguhnya, dimana kita berkumpul, bersilaturahmi tanpa batasan seperti 2 tahun lalu saat pandemi mendera dunia dan Indonesia,” ujarnya hanya kepada Femindonesia.com.

Penyuka olahraga ini menambahkan job yang biasa dilakukan di luar Ramadan pada tahun ini pun sengaja dilonggarkan agar dapat menikmati keberkahan bulan suci kaum muslim itu. Juga dirinya tak melupakan kebugaran badan selama menjalankan ibadah puasa.

“Untuk kegiatan saat ini memang cukup dibatasi, biar focus untuk ibadahnya, termasuk jam tidur jadi lebih awal setelah tarawih karena harus bangun sahur. Namun untuk aktifitas hari-hari tetep normal, hanya mengatur ritmenya jangan terlalu cape apalagi haus,” urainya.

“Sedangkan untuk menjaga kebugaran saya tiap pagi setelah sahur biasanya jalan pagi tipis-tipis beberapa putaran di depan komplek dan sebelum Magrib gym ringan,” tambah lelaki berkaca mata ini.

Wakil Ketua Bakominfo Dewan Pengurus Pusat Gekrafs itu mengaku buka puasa merupakan momen yang selalu ditunggu saban Ramadan tiba. Sebabnya kegiatan keseharian pun dibatasi supaya momen setahun sekali tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya.

“Ramadan kan yang dicari adalah kehangatan keluarga. Makanya saya selalu menyempatkan buka puasa selalu di rumah. Karena momen bersama keluarga adalah momen terbaik saya rasa untuk semua orang. Dan yang paling significan adalah nanti lebaran. Alhamdulillah sudah bisa mulai mudik kembali dan berkumpul bersama keluarga,” imbuh Derie. [foto : dokumentasi/teks : denim]