FEM Indonesia, Jakarta – Rasa lelah berkepanjangan, kehilangan fokus, hingga kehilangan semangat bisa menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran butuh istirahat. Hal ini menjadi salah satu tantangan bagi generasi muda yang aktif, produktif dan terbiasa multitasking atau kerap disebut Burnout.

Namun burnout dapat dihadapi dengan cara jujur, ringan dan sangat relevan bagi banyak orang. Ini pula dilakukan Xaviera Putri dan Biadonut. Kedua content creator bersaudara melalui video Reels terbaru di Instagram mengaku ada jurus untuk mengatasi burnout.

Xaviera Putri mengatakan kunci pertama menghadapi burnout adalah menyadari penyebabnya.

“Cari tahu dulu, kamu burnout karena apa ? Terlalu banyak tugas atau terlalu banyak ambil tanggung jawab ?,” ucapnya.

Disebutkan, jika telah diketahui maka tidur merupakan salah satu cara untuk mengatasi burnout. “Karena dengan tidur, otak kita berhenti sejenak. Setelah bangun, baru bisa mikir ‘sekarang aku bisa ngapain ?,” katanya.

Bahkan, alih-alih memaksakan diri untuk terus produktif, Xaviera justru melihat istirahat sebagai jalan menuju performa yang lebih baik. “Dulu aku pikir harus kerja terus, tapi justru istirahat dan kerja secukupnya yang bikin aku lebih stabil dan produktif,” ujarnya.

Sementara Bia mengaku dirinya lebih menekankan pentingnya mengenali batas diri dan tidak menetapkan ekspektasi yang terlalu tinggi. “Kadang kita ingin semuanya sempurna, padahal mungkin kita belum di fase yang cukup kuat untuk itu,” ungkapnya.

Bahkan, lanjutnya, Bia memilih untuk mengambil langkah mundur dan mengevaluasi ulang daripada terus mendorong diri hingga kelelahan. “Kalau lagi ngerjain proyek, kita maunya langsung impactful. Tapi kalau itu bikin burnout, ya berarti harus mundur sedikit, lihat lagi prioritasnya,” jelasnya. Menurut Bia, burnout bukan sekadar kelelahan fisik tapi juga kelelahan mental yang menandakan perlunya jeda dan pengaturan ulang harapan terhadap diri sendiri.

Pernyataan dari kedua content creator bersaudara ini menunjukan bahwa burnout bisa dihadapi dengan langkah-langkah kecil seperti mendengarkan tubuh, istirahat saat dibutuhkan dan jangan takut menyesuaikan standar diri.

Sebab itu burnout bukan tanda kelemahan melainkan sinyal alami bahwa tubuh dan pikiran perlu waktu untuk pulih. Merawat diri sendiri bukan berarti berhenti tapi bagian dari proses untuk kembali lebih kuat. [foto : dokumentasi/teks : denim]